Title : Hate you, Love you
Author : Yukari a.k.a Tania
Genre: Romance, friendship, dsb
Cast-Sakurai Nanami
-Yuri Chinen
- Ryosuke Yamada
Aku
Sakurai Nanami memiliki keturunan Jepang-Korea sejak kecil aku tinggal di Korea
tetapi oka-chan dan otou-chan ingin aku pulang ke Jepang dan meneruskan sekolah
disana. Sungguh aku tidak ingin pulang karna semua teman-temen ku ada disini.
Apa yang akan terjadi jika aku pindah ke Jepang dan bersekolah disana mungkin
mereka akan meremehkanku, dan mengejekku
karna bahasa Jepang ku yang kurang bagus tetapi itu sudah menjadi
keputusan mereka dan aku hanya dapat menerimanya.
***
Sesudah
pulang ke Jepang Nanami diterima di sekolah asramah SMA Aragaki Gakuen.
“Ohayou!
Atashi Sakurai Nanami desu, yoroshiku” gumam Nanami tersenyuman sambil
membungkuk
“yoroshiku”
sapa smua murid-murid dikelas dengan ramah
Melihat
meraka yang begitu ramah tentu Nanami sangat senang.
Pelajaran
kosong~
“o
namae wa Sakurai-san desuka?” Tanya seorang murid laki-laki yang menghampiri
tempat Nanami duduk
“hai!”
angguk Nanami pelan
“ boku
wa Yamada Ryosuke desu, yoroshiku.” gumam Ryosuke mengulungkan tangannya
bermaksud mengajak Nanami bersalaman
“yoroshiku”
Nanami pun tersenyum sambil menjabat tangan Ryosuke
“Sudah
cukup Ryo-kun, ayo kita pergi” ajak seorang laki-laki yang menarik kera seragam
ryosuke dan menyeretnya pergi
“Jya”
lambai Ryosuke yang diseret pergi laki-laki itu
***
“apa
yang menarik dari dia, kenapa kamu bergitu tertarik dengannya” gumam laki-laki
tadi cembentut.
“yuri-kun
aku tidak mengerti kenapa kamu tidak tertarik dengannya tetapi bagiku dia
sangat kawaii bahkan dia memiliki keturunan Jepang-Korea bukan?” gumam Ryosuke tersenyum menatap Yuri.
Walaupun berteman baik dari kecil tetapi Yuri dan Ryosuke memiliki sifat yang
sangat bertolak belakang.
“
kawaiikah katamu?” Tanya Yuri menghela napas
“iya,
dia sangat kawaii” jawab ryosuke mengangguk setuju
“
menurutku dia biasa saja.” Ucap yuri datar “sudah jangan membahas dia lagi, yuk
ke kantin” lanjutnya sambil menelusuri arah ke
“yosh!” Ryosuke langsung berlari beberapa langkah kecil agar dapat mengikuti langkah kaki Yuri
“yosh!” Ryosuke langsung berlari beberapa langkah kecil agar dapat mengikuti langkah kaki Yuri
***
“kenapa
sifat dia tetap tidak berubah dari dulu? Apakah dia masih inget denganku? Ingin
sekali aku berbicara dengannya tetapi...mungkin dia tidak akan perna mau
berbicara denganku lagi” batin Nanami menatap kearah bangku kosong tempat Yuri
dan Ryosuke duduk.
***
“
kenapa dia harus muncul dihidupku lagi? Sudah muak aku melihat dia! Dasar
perempuan tidak tau malu” batin yuri melamun
“Hey!
Yuri-kun kenapa kamu?” Tanya ryosuke membuyarkan lamuan Yuri
“ah?
Doshite ne Ryo-kun?” Tanya Yuri yang sudah sadar
“kenapa
kamu terbengong begitu?” Tanya ryosuke mengerutkan keningnya
“daijoubu”
jawab yuri tersenyum tipis
“ou,
wakata” gumam ryosuke kembali memakan strawberry cakenya dengan lahap.
Setelah
selesai pelajaran mereka pun kembali ke asramah masing-masing
“ah!
Baka! Aku lupa memasukkan catatan tadi kedalam tas” gumam Nanami setelah
mengecek beberapa buku yang ada ditasnya. Nanami langsung berlari menuju
kekelasnya untuk mengambil buku catatan itu.
“ini
dia” Nanami tersenyum senang ketika menemukan catatanya dilaci meja. Setelah
mendapatkan buku catatannya dia pun berbalik dan berjalan keluar dari ruang
kelas tetapi dia mundur beberapa langkah ketika melihat Yuri masuk kelas.
Suasana
dikelas jadi terhenti beberapa menit.
“Yuri-kun”
panggil Nanami sedikit takut menatap Yuri tidak memedulikannya
“jangan
perna memanggil namaku!!” Seru Yuri dingin
Nanami
pun terdiam dan menundukkan kepalanya “kamu masih marah denganku?” tanyanya
pelan
Yuri
tidak mejawabnya dia menarik bangku yang ada didekatnya dan duduk dengan tenang
disana lalu tersenyum kecil “kau tau bertapa aku membencimu? mendendammu? DAN
KENAPA KAU MUNCUL DIHIDUPKU LAGI?!” teriaknya dengan marah
“Hey
Yuri-kun? Kenapa kamu menyuruhku kesini?” Tanya Ryosuke polos ketika dia
berlari masuk “Eh Sakurai-san? Kenapa kamu ada disini juga?” Tanya ryosuke
dengan memiringkan kepalanya sedikit agar dapat melihat muka Nanami
“gomen”
gumam Nanami berlari keluar karna air matanya yang sudah tidak bisa ditampung
***
“kau
tau bertapa aku membencimu? mendendammu? DAN KENAPA KAU MUNCUL DIHIDUPKU
LAGI?!” kata-kata itu terus tergiang dipikiran Nanami dia terus menangis dan
menangis
***
“ tadi
Sakurai-san kenapa?” Tanya Ryosuke bingung
“ tidak
tau” jawab Yuri mengangkat bahunya
“kalian
berantem? Tadi aku mendengar teriakan mu diluar kelas” Gumam Ryosuke
“iie,
mungkin kamu salah dengar. Sudah jangan membahasnya lagi” gumam Yuri terdiam
“Hai!”
angguk Ryosuke pelan
***
“kenapa
setiap membicarakan Sakurai-san dia selalu cuek? Ada apa dengan mereka?” batin Ryosuke bingung
***
“ aku
sangat senang dapat bertemu kamu lagi, tetapi kamu sangat membenciku sekarang,
aku tidak berharap kamu dapat memaafkanku karna ini merupakan kesalahanku”
Batin Nanami yang tersenyum kecil ketika menatap photo yuri
Tok~tok~tok~
Mendengar suara ketukkan pintu Nanami terlihat panik dia buru-buru
menyimpan photo Yuri didalam laci lalu meranjak dari tempatnya untuk pergi
membukakan pintu “ Yamada-san? Doshita ne?” tanya Nanami
“daijoubu, boleh aku masuk?” tanya Ryosuke
“ou, ya, silakan” senyum Nanami mempersilakan Ryosuke masuk
“anoo,, tadi kamu kenapa bisa berdua dengan Yuri-kun di kelas?”
“tadi? Aku hanya mengamibil buku ini” gumam Nanami menunjukan catatannya
yang diatas meja belajar
“wakata” angguk Ryosuke mengerti “hmm..jika begitu aku kembali dulu ya
kekamarku” pamitnya setelah menanyakan pertanyaan tidak jelas kepada Nanami
“Un” angguk Nanami mengantarkan Ryosuke sampai depan pintu kamarnya
***
“aku sudah berusaha untuk melupakannya selama ini tetapi kenapa dia muncul
didepanku lagi? Kenapa? Apa penderitaan yang ku rasakan kurang cukup? KENAPA?”
batin Yuri kesal, karna tidak dapat
mengendalikan dirinya sehingga dia terus-terusan menonjok tembok sampai
tangannya terluka
“Yuri-kun? Kamu kenapa?” tanya Ryosuke panik ketika berjalan masuk kamar.
Dia segera berlari kedekat Yuri dan menarik tangan Yuri “kenapa dengan mu?
Tanganmu sudah terluka?!, kau tau? Ada apa denganmu hari ini?” tanya ryosuke
panik setelah melihat luka ditangan yuri
“daijoubu, aku hanya sedikit kesal” gumam Yuri pelan dan menarik tangannya
kembali
“kamu ada masalah? Ceritakan saja? Kita kan teman baik” tawar ryosuke
“ aku hanya butuh menyendiri” Gumam Yuri dingin dia langsung berjalan
keluar dari kamarnya
“Yuri-kun,..Yuri-kun” panggil Ryosuke tetapi Yuri tidak memedulikannya
“ ada yang aneh dengan Yuri-kun hari ini, walaupun dari dulu sampai
sekarang dia terlihat dingin dan cuek tetapi aku melihat dia yang lebih berbeda
dari biasanya” gumam Ryosuke menatap ke tembok yang belumuran darah bekas
tonjokan Yuri (maksudnya darah yuri yang ditembok, bukan temboknya yang
berdarah iya.. lols)
***
“Pagi yang cerah” gumam Nanami yang terbangun dan melihat kedepan jendela
kamarnya dengan mata ngantuk “yosh! Saatnya sekolah” senyumnya membereskan
kasurnya dan berlari masuk kamar mandi
***
“ah! Aku telat bangun” keluh Ryosuke sibuk membereskan kasurnya
“sudah ku ingatkan berkali-kali jangan baca komik mulu, salahmu tidak mau
mendengarkannya” gumam Yuri yang sedang membetulkan dasinya didepan kaca
“hihihi” nyengir Ryosuke yang tertangkap basah karna kemarin dia membaca
komik sampai larut malam
“sana cepat mandi!” usir Yuri menatap Ryosuke dengan dingin
“hai!” ryosuke pun berlari masuk kamar mandi
***
“Ohayou Yuri-kun. Ohayou Ryo-kun” sapa seorang perempuan teman sekelas
mereka
“Ohayou” sapa Ryosuke balik dengan ramah tetapi Yuri hanya terdiam cuek
bebek berjalan kearah tempat duduknya.
“Ohayou minna-san” sapa Nanami berjalan masuk ke kelas
“ah! Ohayou Sakurai-san” sapa Ryosuke melambaikan tangannya
Melihat Nanami masuk kelas Yuri kembali terlihat kesal. Dia menonjok
mejanya dan berjalan keluar kelas
“Yuri-kun” panggil ryosuke tetapi Yuri tidak menghiraukan Ryosuke dia
berjalan terus dan dengan sengaja menyenggol Nanami sehingga Nanami hampir
terjatuh tetapi Ryosuke berhasil menangkapnya dengan reflek “ daijoubu desuka
Sakurai-san?” tanyanya
“daijoubu” senyum Nanami tipis kemudia dia berdiri kembali
***
“Mau sampai kapan kamu seperti ini?” tanya Ryosuke menghampiri Yuri ditaman
“nani?” tanya Yuri mengangkat kepalanya agar dapat melihat Ryosuke
“kenapa denganmu belakangan ini?” tanya Ryosuke “apa ini berhubungan dengan
Sakurai-san? Kamu mengenalnya?” tanya Ryosuke mulai mencurigai hubungan Yuri
dengan Nanami
“iie, aku baru mengenalnya kemarin dan bahkan aku tidak mengenal perempuan
seperti dia” Gumam Yuri berbohong
“tetapi sikap mu terhadapnya tidak seperti biasanya ke perempuan lain
melainkan lebih kasar dan..” Ryosuke terdiam tidak melanjutkan kata-katanya
karna tidak dapat menjelaskan sikap aneh Yuri ke Nanami
“itu bukannya hal yang sudah biasa? Aku memang kasar dengan perempuan”
gumam Yuri dengan santai
“tetapi kali ini berbeda, sepertinya kamu sangat membencinya. sejak
bertemunya sikapmu menjadi semakin aneh dari biasanya” gumam Ryosuke
mengingat-ngingat kembali sikap Yuri belakangan ini
“iie, karna belakangan ini aku sedang ada masalah tetapi yang pasti bukan
dengannya” Ngeles Yuri berbohong tetapi dia tersenyum tipis agar dapat
memastikan Ryosuke “sudahlah Ryo-kun, pelajaran sudah mau dimulai kamu kembali
kekelas dulu, nanti aku akan nyusul”
senyum Yuri tipis
“yasudah” Ryosuke menghela napas pasrah dan berjalan pergi meninggalkan
yuri sendirian
“karna perna sangat mencintaimu makanya aku
sangat membencimu sekarang, maafkan aku Nanami” Gumam yuri menyendiri
setelah Ryosuke meninggalkannya
***
FLASH BACK~
“ Nanami-chan” peluk yuri yang tersenyum cerah seperti matahari
“Yuri-kun” panggil Nanami terdengar pelan dan sepertinya dia sedang
bermasalah. dia langsung melepaskan pelukan yuri
“doshite?” tanya yuri dengan bingung
“aku menyukai laki-laki lain” gumam Nanami menundukan kepalanya
“la... laki-laki lain?” tanya Yuri tidak dapat mencerna kata-kata yang
diucapkan nanami “kamu pasti bercanda” gumam Yuri tidak percaya
“aku mencintainya, sangat mencintainya bahkan lebih dari aku mencintai
dirimu” Gumam Nanami masih tidak berani menatap muka Yuri
“Uso! Kamu pasti bohong. Katakan padaku jika yang kamu hanya canda!” seru
Yuri menekan kedua tangan Nanami. Nanami yang kesakitan hanya dapat menahannya
karna dia merasa sangat bersalah dengan Yuri
“Yuri-kun, aku tidak bercanda. Kau lihat muka ku, apakah aku terlihat
sedang bercanda?” tanya Nanami mengankat kepalanya dan menatap Yuri dengan
tajam
“aku tidak mau dengar!! Aku tidak mau mendengarnya! Pasti kamu bohong!”
Gumam yuri menutup kedua telingannya dan berbalik memunggungi Nanami
“ ini kenyataan Yuri! Aku datang hanya ingin mengakhiri hubungan kita”Gumam
Nanami terdengar dingin
Yuri pun melepaskan kedua tangannya dia tersenyum kecil melirik Nanami dan
berjalan pergi.
“Yuri? Yuri?!” Panggil Nanami berlari menghampiri Yuri “aku sudah tidak
punya waktu lagi. Aku ingin mengakhiri hubungan kita sekarang dan berpacaran
dengannya” Gumam Nanami
Yuri menatap muka Nanami dengan saksama dia menemukan keseriusan dalam muka
Nanami “ baiklah kita putus. Anggap saja kita tidak perna kenal dan aku tidak
akan muncul dihadapanmu selama-lamanya dan bgitu juga denganmu, jangan perna
muncul dihadapanku lagi.” Senyum Yuri pahit lalu melanjutkan langkahnya. Yuri
terlihat sangat lesu, dia tidak tau apa yang akan dia lakukan sekarang.
“Gomen Yuri-kun,Houtouni Gomenasai, karna hanya ini yang dapat ku lakukan”
batin Nanami tidak dapat menampung air matanya, dia terjatuh lemas diatas
lantai
END FLASHBACK ~
***
“kamu jangan marah dengan Yuri-kun ya” gumam Ryosuke pelan
“eh?” Nanami terlihat bingung ketika Ryosuke menghampirinya dan berkata
seperti itu
“sifat dia memang cuek dan kasar, jadi jangan masukin hati ya jika dia
kasar denganmu” pinta Ryosuke yang tidak mau Nanami bersangka buruk terhadap
Yuri.
“un” angguk Nanami menyetujuinya
“yokatta, aku juga tidak tau kenapa sifat dia bisa berubah menjadi seperti
itu setelah pulang dari korea. Sepertinya dia menemui masalah ketika dikorea
tetapi dia tidak perna mau menceritakannya kepadaku” lanjut Ryosuke mulai
bercerita
“ou, mungkin ada seorang perempuan yang sangat jahat dan melukai hatinya”
Gumam Nanami menundukan kepalanya
“ perempuan? Melukai hatinya? Maksudmu Yuri perna pacaran waktu dikorea?”
tanya Ryosuke terkaget
Nanami memalingkan mukanya mentapat Ryosuke “aku bukan temannya atau
siapa-siapanya jadi aku tidak tau, lagi pula aku hanya asal menebak” jelasnya
tidak ingin Ryosuke salah paham
“ou, aku kira kamu mengenalnya” senyum Ryosuke lega
Geleng Nanami pelan
“anoo..Sakurai-san, besok kita pergi jalan-jalan yuk” ajak Ryosuke
“jalan-jalan?” tanya Nanami bingung
“pergi ke shibuya, kamu mau?”
“um.. boleh” angguk Nanami menerima ajakan Ryosuke
***
“Yuri-kun” panggil Ryosuke berdiri dibelakang Yuri yang sedang mengerjakan
PRnya
“nani?” tanya Yuri yang masih sibuk dengan PRnya
“besok kita pergi ke shibuya yuk?” ajak Ryosuke
“shibuya? Buat apa?” tanya yuri yang masih terfokus dengan PRnya
“nemanin aku jalan-jalan”
“aku sibuk, kamu pergi sendiri saja”
tolak Yuri tanpa basa basi
“selalu saja begitu jika diajak jalan-jalan” gumam Ryosuke cembetut
“Yuri-kun tolong temani aku, kamu taukan sudah lama aku tidak pergi jalan-jalan
dan berbelanja” keluh Ryosuke dengan jurus manjanya untuk mengoda Yuri.
Yuri pun berhenti menulis dia terus berbalik menatap muka Ryosuke penuh
rasa kasihan, lalu dia mengangguk pelan “baiklah aku akan menemaninmu”
senyumnya tipis
“arigatou ne Yuri-kun” peluk Ryosuke membuat Yuri jijik
“hey! lepaskan! Masih banyak PR yang harus ku kerjakan” Seru Yuri
“Gomen ne, aku baca komik saja agar tidak menganggumu, tetapi jika sudah
selesai kerjakan PR, aku minjam salin ya” nyengir Ryosuke tanpa dosa
“iya” jawab yuri singkat lalu kembali mengerjakan PRnya
***
“yuk
berangkat” ajak Yuri setelah bersiap-siap
“sebentar
lagi ya” gumam Ryosuke terus menengok kiri-kanan mencari sosok seseorang
“ada
apa denganmu? Tanya Yuri
“nah
itu dia” tunjuk Ryosuke tersenyum ketika melihat seorang wanita berlari kearah
mereka
“dia?”
gumam Yuri bingung lalu dia menoleh ke arah yang ditunjuk Ryosuke. Dia terkaget
ketika melihat sosok perempuan itu adalah Nanami
“gomen
ne, aku telat” ucap nanami mengatur napasnya
“daijoubu,
yuk berangkat” ajak Ryosuke
“kalian
pergi saja, aku mau kembali ke asramah” Gumam Yuri dingin
“eh?
Kenapa? Bukan kamu sudah janji denganku kemarin?” Tanya Ryosuke dengan nada
manja-manjanya lagi
“hmm,,
sepertinya aku akan merusak suasana kalian, jika begitu aku kembali dulu” gumam
Nanami tidak enak melihat mereka berdua dia membalikan badannya dan mau
berjalan pergi
“chotto”
cegat Ryosuke langsung menarik tangan Nanami
“aku
tidak mau tau ada apa dengan kalian erdua tetapi kalian sudah janji akan
jalan-jalan bersamaku, jadi sekarang kita pergi” ucap Ryosuke menunjukan
ekspresi seriusnya lalu menarik kedua temannya pergi.
Yuri
hanya terdiam ditarik Ryosuke karna jika Ryosuke sudah menjadi sangat serius,
dia tidak dapat menentang kata-katanya Ryosuke karna Ryosuke akan marah besar
***
“akhirnya
sampai juga” gumam Ryosuke tersenyum senang
“mau
belanja apa kamu disini?” Tanya Yuri terlihat dingin
“Nanami-chan
mau beli apa?” Tanya Ryosuke menatap ke arah Nanami
“aku
tidak tau” senyum Nanami bingung .
“kalau
begitu kita makan ice cream yuk” ajak Ryosuke kembali menarik tangan kedua
temannya berjalan kearah toko ice cream
“hai!”
angguk Nanami setuju tetapi Yuri langsung melepaskan tangan Ryosuke “iie!”
“kenapa
Yuri-kun?” Tanya Ryosuke menatap Yuri dengan bingung
“aku
tidak suka dengan ice cream, apa kamu lupa dengan hal itu?” Tanya Yuri
mengingatkan sahabatnya ini
“gomen
ne, aku lupa” gumam Ryosuke yang baru teringat
“eh?
Bkan Yuri-kun paling suka dengan ice cream? Kenapa dia bilang dia tidak suka?”
batin Nanami
“yasudah
kita makan yang lain saja” ajak Ryosuke kembali menarik tangan kedua temannya
ketempat lain
Yuri
hanya terdiam ditarik Ryosuke dan Nanami terus melirik Yuri tanpa disadari Yuri
“Yuri, ternyata dia jadi membenci ice cream karna aku dan jadi dingin juga
karnaku. Gomen ne Yuri. Seharusnya aku
tidak melakukannya jika kamu menjadi seperti ini benar-benar aku sangat menyesalinya”
Batin Nanami
***
FLASHBACK~
“yuk
makan ice cream” ajak Yuri yang sedikit mengoda Nanami, dia tau jelas waktu itu
cuaca terasa dingin tetapi dia masih tega-teganya mau makan ice cream karna
ngidem(?)
“Yuri-kun,
cuaca seperti ini tidak cocok makan ice
cream, nanti kamu bisa sakit” tegur Nanami menasehatin Yuri
“etto..
ayolah kali ini terakhir aku janji” janji Yuri dengan penuh senyuman manis
untuk mengoda Nanami
“benarkah?”
Tanya Nanami memastikan
“un”
angguk yuri
“yasudah,
yuk pergi beli” mereka pun pergi membeli ice cream
END FLASHBACK~
***
Setelah
pulang dari shibuya Ryosuke mengajak Nanami pergi ketaman diasrama mereka
“bagaimana
kamu menyukai baju yang tadi aku barikan?” Tanya Ryosuke menatap Nanami
“iya”
senyum Nanami
“yokatta”
ucap Ryosuke senang
“ano..
arigatou ne sudah beliin aku baju” ucap Nanami masih merasa tidak enak karena
tadi dia benar-benar tidak ingin Ryosuke membelikan sesuatu untuknya
“doitashimashita”
gumam Ryosuke menatap keatas langit yang sudah berubah warna menjadi gelap.
Mereka
pun saling terdiam sebentar karna kehabisan pertanyaan dan pikiran Nanami juga
sedang terbang ntah kemana, ya tidak lain lagi yaitu memikirkan Yuri
“etto..
apakah akan menyakitkan jika seorang perempuan meninggalkanmu dengan alasan
yang sangat menyakitkan?” Tanya Nanami dengan suara pelan dan membuat Ryosuke
bingung
“maksudmu?”
Tanya Ryosuke tidak mengerti
“Jika
ada seorang perempuan yang sangat kamu sayangin lalu dia pergi darimu karna
alasan yang sangat menyakitkan, apakah kamu akan memaafkannya?” Tanya Nanami
mebulang pertanyaan
“
apapun alasannya jika dia dapat bahagia, aku sudah senang” jawab Ryosuke
singkat
Nanami
mengangguk-angguk mengerti dan kembali berdiam
“hm..misalnya
jika ada seorang laki-laki yang menyukaimu karna pandangan pertama,apakah kamu
dapat menerimanya?” Tanya Ryosuke ganti bertanya
“maksudmu?”
Tanya Nanami tidak mengerti
Ryosuke
menghela napas “ anoo.. misalnya ada seorang laki-laki menyukaimu karna
pandangan pertama apakah kamu akan menerimanya”
“Hmm..tidak”
jawab Nanami tanpa berpikir
“kenapa?”
Tanya Ryosuke ingin tau alasan Nanami
“karna
aku tidak akan menyukai orang lain selain dia” jelas Nanami menunduk
“dia?
siapa” Tanya Ryosuke bingung
“eh?
Ano..lupakan saja” senyum nanami tipis untuk mengalihkan pembicaraan
“ou,
yasudah jika kamu tidak ingin membicarakannya” senyum Ryosuke balik
***
“kenapa
jika melihatnya, aku akan terus mengingat kata-kata itu?” Batin Yuri. Dia terus
mengacak-acak rambutnya karna frustasi lalu dia menempelkan dagunya diatas meja
belajarnya “ kenapa dia kembali? Apa dia sudah putus dengan laki-laki yang dia
suka itu?” lanjutnya berpikir
“Yuri-kun”
panggil Ryosuke langsung membuka pintu dan membuat Yuri yang sedang terbengong
terkaget
“nani?”
Tanya Yuri kembali duduk tegak
“daijoubu”
senyum Ryosuke tipis
“ kamu
sedang ada masalah?” Tanya Yuri tau jelas sifat temannya ini.
“Yuri?
Kau tau?” Tanya Ryosuke
“Nani?”
Tanya Yuri mengangkat salah satu alisnya karna bingung dengan kata-kata Ryosuke
“kau
tau? Aku ditolak” keluh Ryosuke terdengar sedih
“ditolak?
Kenapa? Bukan kamu sangat popular dikalangan perempuan? Siapa yang berani
menolakmu?” Tanya Yuri diselingi dengan canda
“hiks,,
aku tidak tau tetapi sudah jelas-jelas aku ditolak oleh perempuan itu” Gumam
Ryosuke menunjukan ekspresi patah hatinya
“perlu selebay itu?” Tanya Yuri jijik melihat muka Ryosuke
“perlu selebay itu?” Tanya Yuri jijik melihat muka Ryosuke
“iie”
jawab Ryosuke kembali menjadi serius
Yuri
menghela napas melihat kekonyolan temannya ini yang dari kecil bersamanya lalu
terpisah selama dua tahun karna Yuri sekolah diKorea dan kembali bersama lagi setelah
Yuri pulang dari korea.
“kamu
dapat mengajarkan aku mendapatkan hatinya?” Tanya Ryosuke “tetapi kamu belum
perna pacaran jadi tidak tau” lanjut Ryosuke meremehkan Yuri. Yuri hanya
terdiam melihat temannya yang terus bergumam sendiri
***
“jika ini Yuri yang membelinya untukku
mungkin aku akan sangat senang”gumam Nanami ketika melihat baju yang dibeli
Ryosuke untuknya
“ anoo.. misalnya
ada seorang laki-laki menyukaimu karna pandangan pertama apakah kamu akan
menerimanya”
kata-kata itu mulai tergiang dipikiran Nanami
“apa
maksud dia ya?” batinnya tidak mengerti sama sekali “mungkin dia hanya
bercanda”gumam Nanami tidak berpikir panjang lagi
***
“ohayou” sapa Ryosuke rame. Padahal dikelas
hanya ada dia dengan Yuri “apa kita tidak datang kepagian?” Tanya Ryosuke
“mungkin” jawab Yuri singkat lalu
mengeluarkan buku pelajarannya untuk baca-baca
“jika begitu seharusnya aku tidur lagi”
keluh Ryosuke menempelkan pipinya diatas meja
“yasudah sana pulang keasramah lagi” usul Yuri
“sepertinya aku harus pulang tidur lagi.”
Guman Ryosuke setuju dengan usul Yuri
“ohayou” sapa Nanami berjalan masuk
“ah Nanami-chan ohayou”sapa Ryosuke
“sepertinya aku tidak jadi balik” bisiknya kepada yuri
Tetapi Yuri tidak mengiraukan bisikan
Ryosuke.
“bagaimana? Kemarin mimpi indah?” Tanya
Ryosuke membuka topic duluan
“umm..aku tidak mimpi apa-apa” senyum
Nanami
“ou, tetapi aku memimpikan kamu” ucap
Ryosuke berbunga-bunga
“aku?” tunjuk Nanami pada dirinya sendiri
“iya, aku mimpi pergi berkencan denganmu”
ucap Ryosuke langsung ceplos tidak memedulikan siapa saja yang mendengar dan
bagaimana perasaan Nanami
“baka”guman Yuri yang mendengar pembicaraan
mereka dengan jelas.
Nanami tersenyum kecil “jangan bercanda
Ryosuke-kun” lalu dia berjalan ke tempat duduknya
“ohayou Yuri-kun” sapa Nanami memberanikan
diri tetapi Yuri tidak memedulikannya, Yuri hanya terfokus pada buku yang
dibacanya
Suasana kelas pun menjadi hening
“nanti kita belajar kelompok yuk?” ajak
Ryosuke memecahkan keheningan itu.
“boleh” senyum Nanami setuju
“iie” tolak Yuri langsung
“kenapa Yuri-kun?”
“aku lebih suka belajar sendiri” jawab Yuri
singkat
“ayolah kita belajar bareng-bareng, aku
tidak akan bisa belajar tanpa mu”sikap manja Ryosuke pun keluar lagi
“dia dapat mengajarakanmu” tunjuk Yuri ke
Nanami tanpa menatap Nanami sedikt pun
“aku?” Tanya Nanami,tetapi Yuri tidak
menghiraukannya
“kenapa kamu bilang seperti itu Yuri-kun?”
Tanya Ryosuke bingung
“Tanya sendiri dengannya” jawab Yuri lalu
kembali focus dengan bukunya. Ryosuke pun menatap kearah Nanami. Nanami pun
mengangkat bahu tanda tak tau
To be Cont..
Part last disini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar