Title: Help a Ghost
Author: Mimi Agustina Sumito a.k.a Ryuumi
“ Aku adalah Terry, hari ini aku baru pindah ke tempat ini… Rumah lamaku sedang direnovasi… Nga bukan gitu!!!” Aku sedang berlatih untuk perkenalan diri besok, tapi susah juga!!! Aku memang baru pindah ke apartemen ini, rencananya aku akan tinggal disini selama rumahku masih direnovasi, tapi sekolahku juga harus pindah, harus mulai dari nol lagi deh…
“ Terry… Terry!!! Cepat turun, barang-barang kamu masih banyak nih…” teriak kakakku, ugh kakakku emang nyebelin nga tau orang lagi latihan apa?!
“ Iya kak…” aku segera turun daripada ntar aku diceramahin lagi…
“ Makanya kalo punya barang jangan banyak-banyak, jadi ribet kan? … buang aja tuh yang ga penting!!!”
“ Nga… Nga boleh, ini semua penting tau!!! Udah kak, aku naik dulu…” enak aja, masa barang-barang koleksiku mau dibuang… Oh iya, aku dari dulu suka banget ngoleksi buku-buku dan kaset yang berhubungan dengan alam “gaib” karena menurutku, cerita seperti itu sangat menantang dan seru banget deh…
-Keesokkan Harinya-
Kring... Kring… Jam wekerku berbunyi kencang.
“ Ugh… berisik banget sih!!!” dasar, jam wekerku terlalu cepat untuk membangunkanku… masih ngantuk nih!!!
Aku pun segera bangun dan mandi, tak butuh waktu lama aku selesai dan memakai seragam baruku…
“ Wah… Terry kamu ini emang cantik!!!” dengan G-Rnya aku berlagak didepan kaca, sebelum turun untuk sarapan aku tak lupa menyemprotkan parfum ke tubuhku (biasa lah cewe… kebawaannya pengen wangi terus)
“ Terry ayo sarapan…” panggil mamaku.
“ Iya ma…” hmm… lezatnya sarapan pagi ini, ada sepiring nasi goreng di lengkapi dengan telur dan sosis tidak lupa juga segelas susu yang selalu menemani makanku di pagi hari…
“ Selamat makan…” aku pun makan dengan lahapnya.
Beberapa menit kemudian.
“ Ma, aku pergi kerja dulu ya…” pamit kakakku, kakakku ini sekarang bekerja menjadi karyawan di salah satu perusahaan
“ Aku juga… bye ma” aku segera menyusul kakakku, karena perjalanan kesekolah nga begitu jauh, aku pun berjalan kaki.
Suasana pagi disini bagus juga… Belum lagi udaranya yang masih segar dan sejuk ini…
“ Wah, bakal betah nih kalau disini…” ketika sedang asik menikmati perjalanan, tiba-tba didepanku muncul seorang cowo, kaget!!!
“ Kyaa… Kamu kok kayak setan aja sih!!! Muncul tiba-tiba gitu…” bentakku.
“ Sorry…” cowo itu terlihat kebingungan melihat ku…
“ Kenapa?? Ada yang aneh??” dasar, ditanyain baik-baik dia malah cuekin gitu… Yasudahlah nga usah dipikirin…
Aku pun melanjutkan perjalananku menuju sekolah…
“ Hei, sorry…” tanyaku kepada seorang cewe.
“ Iya ada apa?”
“ Aku mau Tanya dong, ruang kelas XI-B dimana ya?”
“ Kamu anak baru ya? Tuh kelasnya ada diujung sana… Mau bareng?? Kebetulan kita sekelas loh…”
“ Oh… tolong ya” ternyata orang-orang di sini baik-baik juga…
-Di Kelas-
“ Teman-teman, ini ada anak baru namanya Terry” cewe itu (Lissa) memperkenalkan aku kepada teman-temannya
“Hai…” sapaku
“ Hai, kenalkan namaku Dessy!!!” dapat temen baru lagi deh… ternyata setelah seminggu disini aku pun semakin terbiasa dengan lingkungan disini, apalagi teman-teman baruku yang ramah banget!!!
“ Terry, aku pinjem kaset ini ya…” Lissa mengambil sebuah kaset yang ternasuk koleksi ku.
“ Iya, boleh kok…” Hari ini Lissa dating kerumahku dan kebetulan hobinya sama denganku, Lissa suak yang horror-horor…
“ Thanks ya… kalo gitu aku balik dulu. Bye~”
“ Bye~” aku mengantekannya sampai kedepan rumah
“ Kapan-kapan maen kerumahku ya!!!”
“ Oke…” setelah Lissa pulang aku pun masuk kedalam rumah dan seperti biasa aku menghabiskan waktu santaiku didalam kamar ditemani buku dan kaset horrorku…
“ Nonton ini aja ah…” aku mengambil sebuah kaset dan memasukkannya kedalam DVD playerku… Ceritanya seram sekali, aku sampai nga berani melihatnya… Film ini menceritakan tentang seorang cowo yang dibunuh pacarnya dank arena dendam, cowo itu pun terus menghantui pacarnya dengan menampakkan dirinya secara tiba-tiba di bawah tempat tidur, WC, lemari, jendela dan bahkan disampingnya (hiii…)
“ Loh, kok tiba-tiba aku merasa merinding apa karena aku takut denga filmnya ato memang ada…
“ Kyaaa…” aku menjerit ketakutan plus kaget ketika melihat disebelahku ada seorang cowo yang sedang duduk bersenderan di tembok.
“ Ada apa sih??” Tanya cowo itu, karena dia juga kaget mendengar jeritanku…
“ Kamu siapa? Kok tiba-tiba bisa ada disini? Nga tau orang lagi taku apa… Terlebih lagi, kamu masuk darimana??!!” aku masih mengatur nafas dan detak jantungku (hiii….)
“ Aku hantu…” jawab cowo itu dengan santai
“ Eh, serius dong… tunggu dulu, kamu kan cowo yang aku temui seminggu lalu itu?? Kok kamu bisa ada disini??” aku baru ingat, ternyata cowo itu adalah cowo yang muncul secara tiba-tiba itu…
“ Iya, aku memnag cowo itu”
“ Terus kenapa kamu ada disini?? Kamu mau apa?”
“ Aku mau minta bantuanmu… Soalnya kamu bisa liat aku!!!” cowo itu bangun dan mendekatiku.
“ Maksud kamu? Kamu ini hantu??” cowo itu mengangguk, awalnya aku takut, tapi akhirnya aku tidak takut lagi setelah dia menceritakan apa yang terjadi pada dirinya…
Cowo itu bernama Leo (kayak nama singa ya…), dia meninggal sebulan lalu gara-gara kecelakaan, sekarang dia dating menemuiku untuk menyuruhku membantunya untuk menemui pacarnya… karena pacarnya tidak tau kalau Leo meninggal, pihak keluarga Leo juga mengira kalo Leo ini hilang dan masih berusaha untuk dicari.
“ Gimana?? Kamu mau kan nolongin aku?”
“ Iya… aku akan nolongin kamu…” aku nga bisa menolah karena ceritanya sedih banget!!! Leo kasihan…
“ Kok kamu nangis sih?”
“ Abis ceritanya sedih…”
“ Ya ampun, kamu ini!!! Udah doing jangan nangis lagi, dasar cengeng…” dasar Leo, udah mau di bantu bukannya bilang terimakasih, eh aku malah dikatain cengeng… dasar hantu nga bernurani…
“ Eh ngomong-ngomong filmnya bagus huga… kamu masih ada banyak ya? Puterin lagi dong…” ternyata setan juga suka film horror… aneh!!!
-Hari berikutnya (Di Sekolah)-
“ Pagi semuanya…” sapaku kepada teman-teman.
“ Pagi… Terry, film yang kamu pinjami aku kemarin asyik banget!!! Makasih ya…” Lissa mengembalikan kaset yang dia pinjam kemarin.
“ Sama-sama… hehe” aku berjalan kea rah tempat dudukku yang berada di pojok sana, di samping jendela kelas.
Aku menengok keluar dan melihat suasana pagi yang segar juga terlihat beberapa cowo lagi main basket, ganteng banget!!! Keren banget!!! Dan wow…
“ Kak Adit emang keren…” pandanganku terpusat pada seorang cowo yang sedang mendribble bola dengan gaya coolnya dan penampilan oke nya (rambut cepak ke atas dan berkilau terkena sinar matahari)
“ Eh teman-teman liat deh!!! Kak Adit lagi main basket tuh…” teriak salah seorang temanku.
Kak Adit emang terfavorit disini apalagi bagi kakak-kakak kelas XII, nga usah diomongin lagi deh…
“ Huaa… ADIT!!!” tuh kan kakak-kakak kelas XII udah beraksi sampai histeris begitu.
“ Woi!!!” tiba-tiba aku dikagetkan (siapa sih?? Nga tau apa kalo aku lagi lihat pemandangan yang indah, nga sopan)
“ Siapa sih?” aku menengok ke belakang dan kaget!!
“ Kamu… ngapain kamu disini??” ternyata si hantu jelek itu lagi, mengganggu sekali, dasar!!!
“ Katanya kamu mau bantuin aku?”
“ Ya memang, tapi nga sekarang… kamu liat kan aku lagi mau belajar??”
“ Iya…ya…” sikap macam apa itu? Dasar hantu jelek, udah mau dibantu malah nyebelin begini.
“ Eh Terry, kamu suka ya sama Adit?”
“ Kok kamu tau? Kamu kenal ya sama Adit?”
“ Iya, dulu kan aku sekolah disini dan satu kelas sama Adit…” nga nyangka banget, si hantu jelek ini pernah sekelas sama Adit
“ Yang bener??” oops… keceplosan!!! Gara-gara aku terlalu kaget jadi teriak deh…
“ Terry… kamu kenapa? Kamu lagi ngomong sama siapa?”
“ Ohh.. nga kok… aku Cuma lagi… lagi latihan acting aja… ah iya, latihan acting aja kok, soalnya aku kagum banget sama artis-artis yang main di film ini…” apaan sih, Terry kamu ngaco banget!!! Nga ada hubungannya sama acting kali… semua ini gara-gara hantu jelek itu…
Kring… (bel pun berbunyi). Dan pelajaran pertama diawali dengan pelajaran hitung menghitung, yang cukup menguras otak.
“ Susah banget…” aku benar-benar nga bisa sama pelajaran ini.
“ Ya ampun… masa gitu aja ga bisa” ugh dasar, ceritanya hantu jelek ini ngejek nih??
“ Emang kamu bisa??” tanyaku pada Leo.
Leo pun menjawab dengan bangganya “ Tentu…” dan dia pun mengerjakan semua soal yang belum kukerjakan… ternyata hantu ini ga bohong, mungkin semasa hidupnya dia itu murid yang pintar… Beberapa menit kemudian pelajaran pertama pun selesai dan dilanjutkan ke pelajaran berikutnya hingga akhirnya semua pelajaran berakhir…
Kring…Kring…(bel tanda pelajaran usai pun berbunyi)
Setelah pak guru mempersilahkan untuk pulang, aku pun segera membereskan barang-barangku dan segera pulang.
“ Sampai jumpa teman-teman…” pamitku
Aku pun segera berjalan pulang, namun ditengah jalan Leo tiba-tiba muncul dan memaksaku untuk ikut dengannya.
“ Terry… ayo cepat!!! Cepat ikuti aku…” ucap Leo
“ Apa sih??” ugh dasar, aku kan capek habis pulang sekolah malah dipaksa jetempat yang ga jelas lagi…
“ Ikuti aku terus ya…”
Beberapa mennit kemudian Leo pun berhenti dan terus memandangi seseorang yang ada diseberang sana.
“ Leo… woiii!!!” aku membangunkan Leo yang terlihat terbengong.
“ Apa??” akhirnya hantu itu sadar juga, aku pun bertanya kepadanya tentang maksud dia membawaku ketempat seperti ini, tempat yang seram dan dipenuhi dengan pepohonan alias hutan…
“ Ternyata benar, dia ada disini!!! Terry cewe yang ada diseberang sana dia itu Nessa, pacarku” jelasnya
“ Oh, ternyata cewe itu pacarnya…. Seleranya tinggi juga, cewe itu cakep dan feminism banget!!” pikirku
“ Ehm… pacarmu itu kok bisa ada di hutan seperti ini??” tanyaku lagi. Cewe itu sepertinya terlihat sedih sekali, ia menangis sambil terus-terus memanggil seseorang (namun suaranya tidak terlalu jelas…)
“ Kecelakaan itu terjadi disini… tepat dibawah sana aku terjatuh, jasadku juga masih ada disana, tapi aku tidak berani menunjukkan pada mereka dimana jasadku berada… aku ini…” setelah mendengar ceritanya aku mulai mengerti
“ Leo, apa kamu yakin tidak akan memberitahukan semua ini pada keluarga dan pacarmu?? Tapi kalau terus-terusan begini mereka akan makin sedih dan banyak menaruh harapan besar untuk bisa menemukanmu. Bukan hanya itu, jika kamu terus-terusan seperti ini arwah kamu tidak akan tenang dan jasad kamu akan terlihat sangat mengenaskan… apa kamu mau seperti itu???” mungkin saranku ini bisa jadi yang terbaik untuk Leo…
“ Aku juga sempat berpikir seperti itu, tapi aku tidak tau gimana caranya memberitahukan kepada mereka…” udh… kali ini aku akan berusaha membantu mereka dan juga Leo.
“ Leo… aku emang baru kenal sama kamu, dan seiring berjalannya waktu aku pun bisa menilai kalau kamu itu hantu yang baik, makanya aku akan memikirkan cara yang baik, makanya aku akan memikirkan cara yang baik untuk bisa membantu kamu…”
Aku senang sekali, ternyata kata-kataku tadi membuat Leo tersenyum dan mengucapkan terimakasih… Tanpa sadar waktu pun berlalu, sekarang sudah sore…
“ Lho… udah sore nih!!! Maaf ya Leo aku harus pulang… aku takut kalo dicariin…” aku segera berpamit dan pulang kerumah.
Untungnya sesampai dirumah aku mempunyai alasan yang tepat dan tidak dimarahi…
Pagi-pagi sekali aku sudah harus bangun dan segera mandi, merapikan diri untuk ke sekolah. Setelah mandi, aku tak lupa untuk merapikan tempat tidur dan bersiap turun kebawah untuk sarapan pagi. Di bawah pun sudah ada mama dan kakak perempuanku duduk dimeja makan, menungguku turun
“ Pagi ma, kak…” sapaku kepada mereka.
Aku menarik kursi dan duduk. Lalu mengambil sepotong roti yang akan segera kuolesi dengan selai kacang kesukaanku…
“ Selamat makan…” aku pun melahap habis roti tersebut dan bahkan nambah sepotong lagi emudian diakhiri dengan segelas susu hangat dan manis.
“ Terry… Terry…” panggil seseorang dari luar.
Aku segera berlari keluar dan melihat siapa yang memanggil.
“ Hai Lissa…” sapaku pada teman pertamaku di tempat ini.
“ Udah selesai?? Aku sengaja lho jemput kamu… kita masuk bareng yuk…” ucapnya dari dalam mobilnya.
“ Tunggu sebentar ya…” aku pun berlari masuk dan berpamitan kepada kakak dan mama.
-Sesampainya Di Sekolah-
Hari ini kelasku ramai seperti biasanya, semua teman-teman duduk sesuai kelompoknya dan membahas kejadian-kejadian yang terjadi kemarin dan ada juga yang bergosip.
Tampaknya diriku pun sama, dari tadi aku dan Lissa terus bercerita mengenai film horror dan mitos-mitos yang ada belakangan ini… (Ternyata menyenangkan kalo mempunyai teman yang mempunyai hobi sama)
“ Eh, kamu tau nga, kakak kelas kita ada yang hilang lho… sekitar 1-2 bulan yang lalu tuh…” tiba-tiba Lissa membahas tentang Leo. Aku pun tertarik untuk mendengar ceritanya.
“ Oh iya?? Certain dong…” ucapku buru-buru
Lissa menarik napas panjang dan mulai bercerita mengenai Leo.
“ Gini lho, dulu Leo dan Adit itu sahabatan, mereka tuh selalu bareng kalo kemana pun, sampai-sampai mereka menyukai satu cewe yang sama. Nah mulai dari situ lah persahabatan mereka mulai retak, Leo dan Adit tuh bertaruh habis-habisan buat dapetin tuh cewe… dan akhirnya Leo lah yang dipilih…” LIssa berhenti bertcerita sebentar. Ia menengok kekanan dan ke kiri memastikan keadaan aman dan mulai bercerita lagi dengan suara yang hamper berbisik.
“ Denger-denger sih, Adit tuh marah banget dan berusaha buat pisahin mereka berdua, mungkin juga hilangnya Leo itu adalah perbuatan Adit, tapi itu Cuma perkiraan sih…” lanjutnya lagi. Setelah mendengar cerita LIssa, ternyata aku juga nga menduga kak Adit sejahat itu… “ Masa sih kak Adit mau nyelakain Leo???” pikirku.
“ Eh, udah dulu ya, pak guru udah dating tuh… kita lanjut ceritanya nanti saja…”
“ Ahh, iya…”
Pelajaran pun dimulai ketika pak guru dating, tapi dari tadi aku tidak memperhatikan pelajaran. Di pikiranku hanya ada cerita Lissa tadi, masalah Leo dan Adit itu benar-benar menarik untuk diketahui lebih lanjut apalagi cewe yang diperebutkan mereka itu, apakah ada hubungannya dengan cewe yang ditunjukkan Leo kemarin?? Jadi bingung…
Jam di dinding menunjukkan pukul 14.00, waktunya untuk pulang. Sebelumnya, Leo telah lebih dulu menemuiku dan meminta bantuan kepadaku. Leo ingin menjelaskan semua yang terjadi padanya kepada kedua orang tuanya dan pacarnya, Nessa.
“ Terry, bantu aku ya… kumohon!!!” Leo memelas.
“ Iya…aku kan udah janji mau ngebantu kamu… gimana kalau sekarang aja???” janji memang harus ditepati.
Leo pun membawaku ketempat tinggalnya, aku pun mengetuk pintu rumahnya dengan pelan.
Krek…
Pintupun dibukakan oleh seorang wanita separuh baya dengan ramah ia mempersilahkan ku masuk setelah aku mengaku sebagai teman Leo.
“ Silahkan masuk nak…” aku pun melangkah masuk ditemani dengan Leo yang sepertinya sangat rindu dengan tempat ini dan juga tante yang tak lain adalah ibunya sendiri.
“ Tante, aku kesini Cuma mau menyampaikan kalau Leo…. Leo pernah menemuiku dan bercerita tentang keadaannya…” jelasku pelan
Perempuan didepanku ini mulai menangis, begitu juga Leo yang ada di sebelahku ini…
Mereka berdua sungguh kasihan dan membuatku ingin menangis juga, tapi biar bagaimana pun juga, aku harus menahannya….
Akupun mulai bercerita sedikit tentang kecelakaan yang dialami Leo dan akhirnya membuat Leo meninggal.
Tentu saja sebagai seorang ibu yang mengetahui bahwa anaknya meninggal sungguh berat untuk diterima, palagi saat sang Ayah dating menghampiri dan mulai mengetahui semua yang terjadi…
Tangisan dan jeritan pun mulai terdengar di saat itu…
Leo kelihatan panic saat Ayahnya kesakitan akibat penyakit jantung yang dideritanya…
“ Akh…” jerit sang Ayah kesakitan
Leo terlihat sangat panic
Tapi untungnya, ia segera meminum obat dan mulai mereda sakitnya, lalu cerita pun berlanjut…
“ Om, tante… sekarang Leo ada disampingku….. walaupun ia sekarang berwujud arwah, tapi jangan khawatir, om dan tante juga bisa menyentuhnya…” Leo itu bisa disentuh oleh orang-orang yang benar-benar mengkhawatirkan keadaannya, namun Leo tidak dapat terlhat oleh mereka…
“ Hiks… anakku!!! Anakku….” Belaian lembut dari kedua orang tua Leo pun dirasakannya, ditambah lagi pelukan yang erat seakan tak akan rela melepasnya…
“ Mama… papa… hiks… maaf, maafin Leo… Leo nga bisa lagi menjaga kalian berdua, maaf karena Leo udah menjadi anak durhaka… hiks” suara lembut Leo terdengar dengan jelas….
Aku benar-benar tidak bisa menahan tangisan ini lagi, benar-benar menyentuh perasaan…
Dan mungkin tangisan ini akan berlanjut saat Nessa, pacar Leo datang, awalnya ia akan terlihat bingung namun setelah dijelaskan Nessa pun mengerti dan pastinya menangis…
“ Nessa… maafin aku karena udah ninggalin kamu sendiri di dunia ini, mungkin aku masih belum menjadi yang terbaik…hiks” Leo memeluk erat Nessa.
Nessa tak dapat berkata-kata ia hanya terus menangis. “ hiks… mending aku pulang saja, biarkan mereka berkumpul bersama, aku nga mau mengganggu mereka…”
Hari ini benar-benar menjadi hari yang istimewa, senangnya bisa membantu mereka untuk bertemu dan menjelaskan semua kesalahpahaman yang terjadi…
-Sebulan Kemudian-
Beberapa hari lagi rumahku sudah hampir selesai direnovasi, perpisahan pun akan terjadi lagi, taman-teman, sekalah dan lingkungan disini sampai jumpa…
“ ugh sudah mau pindah lagi… padahal tempat ini sudah banyak mengenalkanku pada banyak teman-teman, terutama Leo…” sudah lama sekali tidak ada kabar dari Leo, mungkin arwahnya sudah pergi dengan tenang keatas sana…
Hari perpisahan yang ditunggu-tunggu pun akhirnya terjadi juga, hari ini aku benar-benar aka pergi meninggalkan tempat ini…
“ Teman-teman sampai jumpa, kalian semua telah membantuku dan mengajariku berbagai hal, terimakasih…” ucapku kepada semua teman yang kukenal disini.
“ Sampai jumpa…. Kamu adalah teman terbaik yang pernah kami kenal…” lambaian tangan yang lembut itu tak akan pernah kulupakan sampai kapan pun…
Aku pun mendengar seseorang terus memanggil namaku….
“ Leo?!”
“ Terry… tunggu”
Aku pun segera berlari keluar mobil dan menghampiri Leo…
“ Terry” panggilnya pelan.
“ Lho Leo?? Kok kamu masih ada disini?? Bukannya semua keinginan kamu udah terlaksana dan kamu bisa pergi dengan tenang???” tanyaku heran
“ Iya sih… tapi masih ada satu hal lagi yang belum terlaksana”
“ Apa itu???” Leo membisikkan kata-kata ditelingaku, aku pun tersenyum mendengarnya, dan beberapa detik kemudian tubuh Leo mulai menghilang dan mulai bercahaya…
Cahaya itu makin lam makin membesar dan akhirnya menghilang dan menjadi pelangi yang indah diatas langit…
“ Indahnya…” seruku…
Sampai kapanpun aku tak akan melupakanmu bisikkan dan senyum terakhirmu itu… “Terimakasih…”
-End-