Halaman

Minggu, 27 November 2011

Help a Ghost


Title: Help a Ghost
Author: Mimi Agustina Sumito a.k.a Ryuumi

“ Aku adalah Terry, hari ini aku baru pindah ke tempat ini… Rumah lamaku sedang direnovasi… Nga bukan gitu!!!” Aku sedang berlatih untuk perkenalan diri besok, tapi susah juga!!! Aku memang baru pindah ke apartemen ini, rencananya aku akan tinggal disini selama rumahku masih direnovasi, tapi sekolahku juga harus pindah, harus mulai dari nol lagi deh…
“ Terry… Terry!!! Cepat turun, barang-barang kamu masih banyak nih…” teriak kakakku, ugh kakakku emang nyebelin nga tau orang lagi latihan apa?!
“ Iya kak…” aku segera turun daripada ntar aku diceramahin lagi…
“ Makanya kalo punya barang jangan banyak-banyak, jadi ribet kan? … buang aja tuh yang ga penting!!!”
“ Nga… Nga boleh, ini semua penting tau!!! Udah kak, aku naik dulu…” enak aja, masa barang-barang koleksiku mau dibuang… Oh iya, aku dari dulu suka banget ngoleksi buku-buku dan kaset yang berhubungan dengan alam “gaib” karena menurutku, cerita seperti itu sangat menantang dan seru banget deh…

-Keesokkan Harinya-
Kring... Kring… Jam wekerku berbunyi kencang.
“ Ugh… berisik banget sih!!!” dasar, jam wekerku terlalu cepat untuk membangunkanku… masih ngantuk nih!!!
Aku pun segera bangun dan mandi, tak butuh waktu lama aku selesai dan memakai seragam baruku…
“ Wah… Terry kamu ini emang cantik!!!” dengan G-Rnya aku berlagak didepan kaca, sebelum turun untuk sarapan aku tak lupa menyemprotkan parfum ke tubuhku (biasa lah cewe… kebawaannya pengen wangi terus)
“ Terry ayo sarapan…” panggil mamaku.
“ Iya ma…” hmm… lezatnya sarapan pagi ini, ada sepiring nasi goreng di lengkapi dengan telur dan sosis tidak lupa juga segelas susu yang selalu menemani makanku di pagi hari…
“ Selamat makan…” aku pun makan dengan lahapnya.
Beberapa menit kemudian.
“ Ma, aku pergi kerja dulu ya…” pamit kakakku, kakakku ini sekarang bekerja menjadi karyawan di salah satu perusahaan
“ Aku juga… bye ma” aku segera menyusul kakakku, karena perjalanan kesekolah nga begitu jauh, aku pun berjalan kaki.
Suasana pagi disini bagus juga… Belum lagi udaranya yang masih segar dan sejuk ini…
“ Wah, bakal betah nih kalau disini…” ketika sedang asik menikmati perjalanan, tiba-tba didepanku muncul seorang cowo, kaget!!!
“ Kyaa… Kamu kok kayak setan aja sih!!! Muncul tiba-tiba gitu…” bentakku.
“ Sorry…” cowo itu terlihat kebingungan melihat ku…
“ Kenapa?? Ada yang aneh??” dasar, ditanyain baik-baik dia malah cuekin gitu… Yasudahlah nga usah dipikirin…
Aku pun melanjutkan perjalananku menuju sekolah…
“ Hei, sorry…” tanyaku kepada seorang cewe.
“ Iya ada apa?”
“ Aku mau Tanya dong, ruang kelas XI-B dimana ya?”
“ Kamu anak baru ya? Tuh kelasnya ada diujung sana… Mau bareng?? Kebetulan kita sekelas loh…”
“ Oh… tolong ya” ternyata orang-orang di sini baik-baik juga…

-Di Kelas-
“ Teman-teman, ini ada anak baru namanya Terry” cewe itu (Lissa) memperkenalkan aku kepada teman-temannya
“Hai…” sapaku
“ Hai, kenalkan namaku Dessy!!!” dapat temen baru lagi deh… ternyata setelah seminggu disini aku pun semakin terbiasa dengan lingkungan disini, apalagi teman-teman baruku yang ramah banget!!!
“ Terry, aku pinjem kaset ini ya…” Lissa mengambil sebuah kaset yang ternasuk koleksi ku.
“ Iya, boleh kok…” Hari ini Lissa dating kerumahku dan kebetulan hobinya sama denganku, Lissa suak yang horror-horor…
“ Thanks ya… kalo gitu aku balik dulu. Bye~”
“ Bye~” aku mengantekannya sampai kedepan rumah
“ Kapan-kapan maen kerumahku ya!!!”
“ Oke…” setelah Lissa pulang aku pun masuk kedalam rumah dan seperti biasa aku menghabiskan waktu santaiku didalam kamar ditemani buku dan kaset horrorku…
“ Nonton ini aja ah…” aku mengambil sebuah kaset dan memasukkannya kedalam DVD playerku… Ceritanya seram sekali, aku sampai nga berani melihatnya… Film ini menceritakan tentang seorang cowo yang dibunuh pacarnya dank arena dendam, cowo itu pun terus menghantui pacarnya dengan menampakkan dirinya secara tiba-tiba di bawah tempat tidur, WC, lemari, jendela dan bahkan disampingnya (hiii…)
“ Loh, kok tiba-tiba aku merasa merinding apa karena aku takut denga filmnya ato memang ada…
“ Kyaaa…” aku menjerit ketakutan plus kaget ketika melihat disebelahku ada seorang cowo yang sedang duduk bersenderan di tembok.
“ Ada apa sih??” Tanya cowo itu, karena dia juga kaget mendengar jeritanku…
“ Kamu siapa? Kok tiba-tiba bisa ada disini? Nga tau orang lagi taku apa… Terlebih lagi, kamu masuk darimana??!!” aku masih mengatur nafas dan detak jantungku (hiii….)
“ Aku hantu…” jawab cowo itu dengan santai
“ Eh, serius dong… tunggu dulu, kamu kan cowo yang aku temui seminggu lalu itu?? Kok kamu bisa ada disini??” aku baru ingat, ternyata cowo itu adalah cowo yang muncul secara tiba-tiba itu…
“ Iya, aku memnag cowo itu”
“ Terus kenapa kamu ada disini?? Kamu mau apa?”
“ Aku mau minta bantuanmu… Soalnya kamu bisa liat aku!!!” cowo itu bangun dan mendekatiku.
“ Maksud kamu? Kamu ini hantu??” cowo itu mengangguk, awalnya aku takut, tapi akhirnya aku tidak takut lagi setelah dia menceritakan apa yang terjadi pada dirinya…
Cowo itu bernama Leo (kayak nama singa ya…), dia meninggal sebulan lalu gara-gara kecelakaan, sekarang dia dating menemuiku untuk menyuruhku membantunya untuk menemui pacarnya… karena pacarnya tidak tau kalau Leo meninggal, pihak keluarga Leo juga mengira kalo Leo ini hilang dan masih berusaha untuk dicari.
“ Gimana?? Kamu mau kan nolongin aku?”
“ Iya… aku akan nolongin kamu…” aku nga bisa menolah karena ceritanya sedih banget!!! Leo kasihan…
“ Kok kamu nangis sih?”
“ Abis ceritanya sedih…”
“ Ya ampun, kamu ini!!! Udah doing jangan nangis lagi, dasar cengeng…” dasar Leo, udah mau di bantu bukannya bilang terimakasih, eh aku malah dikatain cengeng… dasar hantu nga bernurani…
“ Eh ngomong-ngomong filmnya bagus huga… kamu masih ada banyak ya? Puterin lagi dong…” ternyata setan juga suka film horror… aneh!!!


-Hari berikutnya (Di Sekolah)-
“ Pagi semuanya…” sapaku kepada teman-teman.
“ Pagi… Terry, film yang kamu pinjami aku kemarin asyik banget!!! Makasih ya…” Lissa mengembalikan kaset yang dia pinjam kemarin.
“ Sama-sama… hehe” aku berjalan kea rah tempat dudukku yang berada di pojok sana, di samping jendela kelas.
Aku menengok keluar dan melihat suasana pagi yang segar juga terlihat beberapa cowo lagi main basket, ganteng banget!!! Keren banget!!! Dan wow…
“ Kak Adit emang keren…” pandanganku terpusat pada seorang cowo yang sedang mendribble bola dengan gaya coolnya dan penampilan oke nya (rambut cepak ke atas dan berkilau terkena sinar matahari)
“ Eh teman-teman liat deh!!! Kak Adit lagi main basket tuh…” teriak salah seorang temanku.
Kak Adit emang terfavorit disini apalagi bagi kakak-kakak kelas XII, nga usah diomongin lagi deh…
“ Huaa… ADIT!!!” tuh kan kakak-kakak kelas XII udah beraksi sampai histeris begitu.
“  Woi!!!” tiba-tiba aku dikagetkan (siapa sih?? Nga tau apa kalo aku lagi lihat pemandangan yang indah, nga sopan)
“ Siapa sih?” aku menengok ke belakang dan kaget!!
“ Kamu… ngapain kamu disini??” ternyata si hantu jelek itu lagi, mengganggu sekali, dasar!!!
“ Katanya kamu mau bantuin aku?”
“ Ya memang, tapi nga sekarang… kamu liat kan aku lagi mau belajar??”
“ Iya…ya…” sikap macam apa itu? Dasar hantu jelek, udah mau dibantu malah nyebelin begini.
“ Eh Terry, kamu suka ya sama Adit?”
“ Kok kamu tau? Kamu kenal ya sama Adit?”
“ Iya, dulu kan aku sekolah disini dan satu kelas sama Adit…” nga nyangka banget, si hantu jelek ini pernah sekelas sama Adit
“ Yang bener??” oops… keceplosan!!! Gara-gara aku terlalu kaget jadi teriak deh…
“ Terry… kamu kenapa? Kamu lagi ngomong sama siapa?”
“ Ohh.. nga kok… aku Cuma lagi… lagi latihan acting aja… ah iya, latihan acting aja kok, soalnya aku kagum banget sama artis-artis yang main di film ini…” apaan sih, Terry kamu ngaco banget!!! Nga ada hubungannya sama acting kali… semua ini gara-gara hantu jelek itu…
Kring… (bel pun berbunyi). Dan pelajaran pertama diawali dengan pelajaran hitung menghitung, yang cukup menguras otak.
“ Susah banget…” aku benar-benar nga bisa sama pelajaran ini.
“ Ya ampun… masa gitu aja ga bisa” ugh dasar, ceritanya hantu jelek ini ngejek nih??
“ Emang kamu bisa??” tanyaku pada Leo.
Leo pun menjawab dengan bangganya “ Tentu…” dan dia pun mengerjakan semua soal yang belum kukerjakan… ternyata hantu ini ga bohong, mungkin semasa hidupnya dia itu murid yang pintar… Beberapa menit kemudian pelajaran pertama pun selesai dan dilanjutkan ke pelajaran berikutnya hingga akhirnya semua pelajaran berakhir…
Kring…Kring…(bel tanda pelajaran usai pun berbunyi)
Setelah pak guru mempersilahkan untuk pulang, aku pun segera membereskan barang-barangku dan segera pulang.
“ Sampai jumpa teman-teman…” pamitku
Aku pun segera berjalan pulang, namun ditengah jalan Leo tiba-tiba muncul dan memaksaku untuk ikut dengannya.
“ Terry… ayo cepat!!! Cepat ikuti aku…” ucap Leo
“ Apa sih??” ugh dasar, aku kan capek habis pulang sekolah malah dipaksa jetempat yang ga jelas lagi…
“ Ikuti aku terus ya…”
Beberapa mennit kemudian Leo pun berhenti dan terus memandangi seseorang yang ada diseberang sana.
“ Leo… woiii!!!” aku membangunkan Leo yang terlihat terbengong.
“ Apa??” akhirnya hantu itu sadar juga, aku pun bertanya kepadanya tentang maksud dia membawaku ketempat seperti ini, tempat yang seram dan dipenuhi dengan pepohonan alias hutan…
“ Ternyata benar, dia ada disini!!! Terry cewe yang ada diseberang sana dia itu Nessa, pacarku” jelasnya
“ Oh, ternyata cewe itu pacarnya…. Seleranya tinggi juga, cewe itu cakep dan feminism banget!!” pikirku
“ Ehm… pacarmu itu kok bisa ada di hutan seperti ini??” tanyaku lagi. Cewe itu sepertinya terlihat sedih sekali, ia menangis sambil terus-terus memanggil seseorang (namun suaranya tidak terlalu jelas…)
“ Kecelakaan itu terjadi disini… tepat dibawah sana aku terjatuh, jasadku juga masih ada disana, tapi aku tidak berani menunjukkan pada mereka dimana jasadku berada… aku ini…” setelah mendengar ceritanya aku mulai mengerti
“ Leo, apa kamu yakin tidak akan memberitahukan semua ini pada keluarga dan pacarmu?? Tapi kalau terus-terusan begini mereka akan makin sedih dan banyak menaruh harapan besar untuk bisa menemukanmu. Bukan hanya itu, jika kamu terus-terusan seperti ini arwah kamu tidak akan tenang dan jasad kamu akan terlihat sangat mengenaskan… apa kamu mau seperti itu???” mungkin saranku ini bisa jadi yang terbaik untuk Leo…
“ Aku juga sempat berpikir seperti itu, tapi aku tidak tau gimana caranya  memberitahukan kepada mereka…” udh… kali ini aku akan berusaha membantu mereka dan juga Leo.
“ Leo… aku emang baru kenal sama kamu, dan seiring berjalannya waktu aku pun bisa menilai kalau kamu itu hantu yang baik, makanya aku akan memikirkan cara yang baik, makanya aku akan memikirkan cara yang baik untuk bisa membantu kamu…”
Aku senang sekali, ternyata kata-kataku tadi membuat Leo tersenyum dan mengucapkan terimakasih… Tanpa sadar waktu pun berlalu, sekarang sudah sore…
“ Lho… udah sore nih!!! Maaf ya Leo aku harus pulang… aku takut kalo dicariin…” aku segera berpamit dan pulang kerumah.
Untungnya sesampai dirumah aku mempunyai alasan yang tepat dan tidak dimarahi…

Pagi-pagi sekali aku sudah harus bangun dan segera mandi, merapikan diri untuk ke sekolah. Setelah mandi, aku tak lupa untuk merapikan tempat tidur dan bersiap turun kebawah untuk sarapan pagi. Di bawah pun sudah ada mama dan kakak perempuanku duduk dimeja makan, menungguku turun
“ Pagi ma, kak…” sapaku kepada mereka.
Aku menarik kursi dan duduk. Lalu mengambil sepotong roti yang akan segera kuolesi dengan selai kacang kesukaanku…
“ Selamat makan…” aku pun melahap habis roti tersebut dan bahkan nambah sepotong lagi emudian diakhiri dengan segelas susu hangat dan manis.
“ Terry… Terry…” panggil seseorang dari luar.
Aku segera berlari keluar dan melihat siapa yang memanggil.
“ Hai Lissa…” sapaku pada teman pertamaku di tempat ini.
“ Udah selesai?? Aku sengaja lho jemput kamu… kita masuk bareng yuk…” ucapnya dari dalam mobilnya.
“ Tunggu sebentar ya…” aku pun berlari masuk dan berpamitan kepada kakak dan mama.

-Sesampainya Di Sekolah-
Hari ini kelasku ramai seperti biasanya, semua teman-teman duduk sesuai kelompoknya dan membahas kejadian-kejadian yang terjadi kemarin dan ada juga yang bergosip.
Tampaknya diriku pun sama, dari tadi aku dan Lissa terus bercerita mengenai film horror dan mitos-mitos yang ada belakangan ini… (Ternyata menyenangkan kalo mempunyai teman yang mempunyai hobi sama)
“ Eh, kamu tau nga, kakak kelas kita ada yang hilang lho… sekitar 1-2 bulan yang lalu tuh…” tiba-tiba Lissa membahas tentang Leo. Aku pun tertarik untuk mendengar ceritanya.
“ Oh iya?? Certain dong…” ucapku buru-buru
Lissa menarik napas panjang dan mulai bercerita mengenai Leo.
“ Gini lho, dulu Leo dan Adit itu sahabatan, mereka tuh selalu bareng kalo kemana pun, sampai-sampai mereka menyukai satu cewe yang sama. Nah mulai dari situ lah persahabatan mereka mulai retak, Leo dan Adit tuh bertaruh habis-habisan buat dapetin tuh cewe… dan akhirnya Leo lah yang dipilih…” LIssa berhenti bertcerita sebentar. Ia menengok kekanan dan ke kiri memastikan keadaan aman dan mulai bercerita lagi dengan suara yang hamper berbisik.
“ Denger-denger sih, Adit tuh marah banget dan berusaha buat pisahin mereka berdua, mungkin juga hilangnya Leo itu adalah perbuatan Adit, tapi itu Cuma perkiraan sih…” lanjutnya lagi. Setelah mendengar cerita LIssa, ternyata aku juga nga menduga kak Adit sejahat itu… “ Masa sih kak Adit mau nyelakain Leo???” pikirku.
“ Eh, udah dulu ya, pak guru udah dating tuh… kita lanjut ceritanya nanti saja…”
“ Ahh, iya…”
Pelajaran pun dimulai ketika pak guru dating, tapi dari tadi aku tidak memperhatikan pelajaran. Di pikiranku hanya ada cerita Lissa tadi, masalah Leo dan Adit itu benar-benar menarik untuk diketahui lebih lanjut apalagi cewe yang diperebutkan mereka itu, apakah ada hubungannya dengan cewe yang ditunjukkan Leo kemarin?? Jadi bingung…
Jam di dinding menunjukkan pukul 14.00, waktunya untuk pulang. Sebelumnya, Leo telah lebih dulu menemuiku dan meminta bantuan kepadaku. Leo ingin menjelaskan semua yang terjadi padanya kepada kedua orang tuanya dan pacarnya, Nessa.
“ Terry, bantu aku ya… kumohon!!!” Leo memelas.
“ Iya…aku kan udah janji mau ngebantu kamu… gimana kalau sekarang aja???” janji memang harus ditepati.
Leo pun membawaku ketempat tinggalnya, aku pun mengetuk pintu rumahnya dengan pelan.
Krek…
Pintupun dibukakan oleh seorang wanita separuh baya dengan ramah ia mempersilahkan ku masuk setelah aku mengaku sebagai teman Leo.
“ Silahkan masuk nak…” aku pun melangkah masuk ditemani dengan Leo yang sepertinya sangat rindu dengan tempat ini dan juga tante yang tak lain adalah ibunya sendiri.
“ Tante, aku kesini Cuma mau menyampaikan kalau Leo…. Leo pernah menemuiku dan bercerita tentang keadaannya…” jelasku pelan
Perempuan didepanku ini mulai menangis, begitu juga Leo yang ada di sebelahku ini…
Mereka berdua sungguh kasihan dan membuatku ingin menangis juga, tapi biar bagaimana pun juga, aku harus menahannya….
Akupun mulai bercerita sedikit tentang kecelakaan yang dialami Leo dan akhirnya membuat Leo meninggal.
Tentu saja sebagai seorang ibu yang mengetahui bahwa anaknya meninggal sungguh berat untuk diterima, palagi saat sang Ayah dating menghampiri dan mulai mengetahui semua yang terjadi…
Tangisan dan jeritan pun mulai terdengar di saat itu…
Leo kelihatan panic saat Ayahnya kesakitan akibat penyakit jantung yang dideritanya…
“ Akh…” jerit sang Ayah kesakitan
Leo terlihat sangat panic
Tapi untungnya, ia segera meminum obat dan mulai mereda sakitnya, lalu cerita pun berlanjut…
“ Om, tante… sekarang Leo ada disampingku….. walaupun ia sekarang berwujud arwah, tapi jangan khawatir, om dan tante juga bisa menyentuhnya…” Leo itu bisa disentuh oleh orang-orang yang benar-benar mengkhawatirkan keadaannya, namun Leo tidak dapat terlhat oleh mereka…
“ Hiks… anakku!!! Anakku….” Belaian lembut dari kedua orang tua Leo pun dirasakannya, ditambah lagi pelukan yang erat seakan tak akan rela melepasnya…
“ Mama… papa… hiks… maaf, maafin Leo… Leo nga bisa lagi menjaga kalian berdua, maaf karena Leo udah menjadi anak durhaka… hiks” suara lembut Leo terdengar dengan jelas….
Aku benar-benar tidak bisa menahan tangisan ini lagi, benar-benar menyentuh perasaan…
Dan mungkin tangisan ini akan berlanjut saat Nessa, pacar Leo datang, awalnya ia akan terlihat bingung namun setelah dijelaskan Nessa pun mengerti dan pastinya menangis…
“ Nessa… maafin aku karena udah ninggalin kamu sendiri di dunia ini, mungkin aku masih belum menjadi yang terbaik…hiks” Leo memeluk erat Nessa.
Nessa tak dapat berkata-kata ia hanya terus menangis. “ hiks… mending aku pulang saja, biarkan mereka berkumpul bersama, aku nga mau mengganggu mereka…”
Hari ini benar-benar menjadi hari yang istimewa, senangnya bisa membantu mereka untuk bertemu dan menjelaskan semua kesalahpahaman yang terjadi…

-Sebulan Kemudian-
Beberapa hari lagi rumahku sudah hampir selesai direnovasi, perpisahan pun akan terjadi lagi, taman-teman, sekalah dan lingkungan disini sampai jumpa…
“ ugh sudah mau pindah lagi… padahal tempat ini sudah banyak mengenalkanku pada banyak teman-teman, terutama Leo…” sudah lama sekali tidak ada kabar dari Leo, mungkin arwahnya sudah pergi dengan tenang keatas sana…

Hari perpisahan yang ditunggu-tunggu pun akhirnya terjadi juga, hari ini aku benar-benar aka pergi meninggalkan tempat ini…
“ Teman-teman sampai jumpa, kalian semua telah membantuku dan mengajariku berbagai hal, terimakasih…” ucapku kepada semua teman yang kukenal disini.
“ Sampai jumpa…. Kamu adalah teman terbaik yang pernah kami kenal…” lambaian tangan yang lembut itu tak akan pernah kulupakan sampai kapan pun…
Aku pun mendengar seseorang terus memanggil namaku….
“ Leo?!”
“ Terry… tunggu”
Aku pun segera berlari keluar mobil dan menghampiri Leo…
“ Terry” panggilnya pelan.
“ Lho Leo?? Kok kamu masih ada disini?? Bukannya semua keinginan kamu udah terlaksana dan kamu bisa pergi dengan tenang???” tanyaku heran
“ Iya sih… tapi masih ada satu hal lagi yang belum terlaksana”
“ Apa itu???” Leo membisikkan kata-kata ditelingaku, aku pun tersenyum mendengarnya, dan beberapa detik kemudian tubuh Leo mulai menghilang dan mulai bercahaya…
Cahaya itu makin lam makin membesar dan akhirnya menghilang dan menjadi pelangi yang indah diatas langit…
“ Indahnya…” seruku…
Sampai kapanpun aku tak akan melupakanmu bisikkan dan senyum terakhirmu itu… “Terimakasih…”

-End-


Kamis, 17 November 2011

Sad Memories

Title: Sad Memories
Author: Mimi Agustina Sumito a.k.a Ryuumi

" Ryuumi-chan kata okaa-san jgn dekat-dekat danau ya... " ucap Ryuutaro mengingatkan.

" un, onii-chan... " Ryuumi pun kembali bermain dengan riangnya.

" wah...kupu-kupu kawaii!!! " Ryuumi pun berusaha menangkap kupu-kupu tersebut, ia terus berlari berusaha untuk menangkapnya.Namun dia tdk terlalu memperhatikan lingkungan sekitarnya, hingga akhirnya dia tersandung sesuatu dan terjatuh ke dalam danau. *Byuur...*

" onii-chan!! onii-chan!! tasukete... onii-chan " Ryuumi terus berteriak meminta tolong karena dia tdk bisa berenang.

" Ryuumi-chan.. chotto matte!!! nii-chan akan menolong kamu.." Ryuutaro berusaha mencari bantuan. Ryuutaro pun berlari mencari bantuan, namun dia terjatuh dan kakinya berdarah.

" onii-chan.. tasukete... onii-ch--- "

"Ryuumi-chan!!!!! " teriak Ryuutaro .Para member Hey! Say! JUMP yg mendengar teriakan Ryuutaro pun terbangun dan menghampirinya. Beberapa member masih dlm keadaan setengah tidur.

" Ryuu-chan ada apa?? "

" Tidak...tidak ada apa-apa!! Hanya mimpi saja... " ucapnya pelan sambil mengatur nafasnya.

" Benar tidak apa-apa? " tanya Yamada khawatir krna Ryuutaro sangat pucat dan berkeringat dingin." Iya...aku tdk apa-apa... Gomen ne, aku jadi membangunkan kalian semua... "

" Tidak apa-apa... yasudah kamu istirahat saja, mungkin kamu kecapean " ucap Daiki sambil menepuk pundak kanan Ryuutaro.

" un, arigatou dai-chan " Para member Hey! Say! JUMP pun kembali ke kamarnya masing-masing dan kembali tidur. Sedangkan Ryuutaro masih memikirkan mimpi buruk tadi.

" Aneh...kenapa akhir-akhir ini aku bisa bermimpi seperti itu? Kejadian ini sudah lama berlalu.....tapi knp bisa muncul lg?? Apa karena gadis yg kutolong beberapa hari yg lalu itu? Gadis itu mengingatkan kembali kpd Ryuumi-chan....." raut wajah Ryuutaro berubah menjadi sedih.

" Ryuumi-chan...gomen!! Kenapa waktu itu nii-chan tdk bisa menyelamatkan kamu... aku tdk bisa menjadi kakak yg baik " Ryuutaro pun meneteskan air matanya, tubuhnya gemetar... Dia tak berani untuk tidur lg...krna kejadian itu benar-benar membuatnya trauma.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Keesokkan harinya

Hari ini Ryuutaro tdk ada kegiatan apa-apa, sedangkan member Hey! Say! JUMP yg lainnya sedang sibuk masing-masing seperti acara radio, pemotretan, dan shooting film. Untuk mengisi kekosongan hari ini, Ryuutaro lebih memilih untuk bermain dgn hamster kesayangannya.

" Ham-chan ..." panggilnya sambil mengelus-ngelus hamster kesayangannya itu.

" Ham-chan...kalau kamu menjadi Ryuumi-chan, apakah kamu mau memaafkan aku??" ucapnya pelan. Ryuutaro menghela napas yg panjang agar pikirannya jd lebih tenang.

" Huuuhf" kemudian dia meletakkan kembali hamsternya ke dalam kandang. Dia pun berjalan masuk ke dalam kamarnya. Dia mencari-cari sesuatu dari dlm lacinya, lalu mengambil sebuah kalung berinisial 'R'....kalung berinisial 'R' itu terus di pandanginya.

" Ryuumi-chan...apa kamu bahagia di atas sana? " Ryuutaro menjatuhkan dirinya di atas tempat tidurnya, dia menutup kedua matanya , perlahan-lahan air matanya mengalir keluar.

*kring kring* suara hp Ryuutaro berbunyi.Ryuutaro segera menghapus air matanya dan mencari hpnya yg berada di tumpukan selimut....

" moshi-moshi.." sapanya.

" Ryuutaro-kun...ada yg ingin menemuimu. Dia seorang gadis. " ucap sang manager.

" Siapa?? " tanya Ryuutaro penasaran.

" Tidak tau...Dia tidak mau menjawab...Apa kamu mau ke agency sekarang? "

" Hai..." Ryuutaro pun menutup teleponnya dan bersiap untuk pergi.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Beberapa menit kemudian, Ryuutaro pun sampai.

" Ryuutaro-kun...gadis itu ingin bertemu denganmu...Padahal aku sudah berusaha mengusirnya, tapi dia tetap tdk mau pergi...Jadi terpaksa aku harus memanggilmu" ucap sang manager yg kewalahan dgn sikap gadis itu.

Ryuutaro yg penasaran pun menghampiri gadis itu.

" Sumimasen... kenapa kamu mencariku? Ada apa? " ucap Ryuutaro dgn ramah.

Gadis itu langsung menyerahkan sebuah surat kepadanya.

" Apa ini?? " Ryuutaro pun mengambil surat ittu dan membacanya

' Ryuutaro-san...arigato!!! :D terimakasih krna sudah menolongku beberapa hari yg lalu...' Ryuutaro masih berusaha mengingat-ingat kembali kejadian beberapa hari yg lalu.

" Akh...aku ingat!!! Kamu gadis yg aku tolong itu kan?? Yg hampir tenggelem itu?? "
Gadis itu mengangguk pelan dan tersenyum.

" Kalau cuma hal itu saja tidak apa-apa kok...tidak usah berterima kasih..." ucapnya sambil tersenyum manis

" o-namae wa?? " tanyanya pada gadis itu.
Gadis itu hanya diam saja, namun pandangannya tidak lepas dari Ryuutaro.

" Kok diam?? " Ryuutaro semakin bingung krna gadis di depannya ini tdk menjawab sama skali. Lalu tiba-tiba gadis itu memeluknya. Ryuutaro pun terkejut.

" Hei...kau sedang apa? " Ryuutaro pun melepaskan pelukan gadis itu dan bertanya

" Kamu ini sebenarnya siapa?? apa maksudmu?? "

Gadis itu terus memandanginya dgn mata yg berkaca-kaca. Dia perlahan membuka mulutnya namun tdk ada kata-kata yg terdengar. Gadis ini mencoba berbicara namun tdk bisa...

" Kenapa kamu menangis? Apa aku berbuat salah? atau apakah kamu ingin mengatakan sesuatu?? " tanyanya lg.Gadis itu masih terdiam. Ryuutaro pun semakin bingung.

" Apakah kamu tdk bisa berbicara?? " tanyanya dgn hati-hati. Namun gadis itu tetap terdiam. Gadis itu menangis dan berlari pergi.

" Apakah pertanyaanku salah?? " ucap Ryuutaro dgn bingung. Managernya mengangkat bahu sambil ikut bertanya-tanya.

Sudah beberapa hari berlalu, Ryuutaro masih saja menyimpan rasa penasaran terhadap gadis itu. Apalagi setelah bertemu dgn gadis ini, Ryuutaro menjadi sering bermimpi ttg Ryuumi, adiknya yg tdk di ketahui bagaimana keadaannya...masih hidupkah atau sudah tiada. Dalam hati Ryuutaro ingin adiknya itu masih hidup, tetapi dilain sisi dia takut apakah adiknya mau memaafkannya atau tidak...

" Ryuu-chan...knp kamu diam saja?? kita sedang latihan untuk konser minggu depan lho..." ucap Daiki membuyarkan lamunannya.

" Gomen Dai-chan..." Ryuutaro pun kembali latihan.

" Ryuu-chan..." panggil Yabu " Nani?? " jawab Ryuutaro

" Akhir-akhir ini kamu kenapa?? ada masalah? kalau ada masalah cerita ke kami...siapa tau kami bisa membantu..." saran Hikaru.

Ryuutaro memandangi satu per satu teman-temannya, lalu terdiam sejenak dan menghela napas panjang.

" Sebenarnya...." Ryuutaro pun mulai bercerita mengenai Ryuumi dan mimpi buruknya dan gadis yg membuatnya penasaran itu. Semua member Hey! Say! JUMP pun mengerti dan mengetahui apa hal yg membuat Ryuutaro menjadi aneh akhir-akhir ini. Mereka pun menghibur dan menyemangati dan bernyanyi untuknya.

" Arigato minna " Ryuutaro berusaha tersenyum agar yg lain tdk khawatir.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Pagi harinya

" Ohayou minna!!! " sapa Hikaru kpd member JUMP yg lainnya.

" Ohayou Hikka~..." balas mereka

" Yoshaa!! mari kita sambut hari ini dgn semangat!! " balas Hikaru dgn semangat" Hari ini kita jumpa fans!!! ayo semuanya bersiap-siap " ucap Yamada mengingatkan.

" Lho?? di mana Ryuutaro?? Apa dia blm bangun? " tanya Daiki. Dia pun mencari ke kamar Ryuutaro.

" Ryuutaro!!! ayo bangun! nanti kita terlambat!!! "

" Iya...aku segera bersiap-siap..." Ryuutaro pun segera mandi dan bersiap-siap.

Setelah itu dia pun berkumpul bersama para member JUMP yg lainnya.

" Itadakimasu " Semuanya makan dgn lahap, namun berbeda dgn Ryuutaro. Dari tadi dia hanya mengaduk-ngaduk makanannya saja, sama sekali tdk makan.

" Ryuutaro kamu knp? kok tdk makan? padahal biasanya kamu yg paling banyak makan lho" canda Hikaru

" Ahh, sumimasen... Aku makan kok, perutku saja sudah lapar sekali... Itadakimasu " ucapnya sambil tersenyum, dia pun makan dgn lahapnya. Ryuutaro berusaha tersenyum dan ceria di depan teman-temannya. Setelah sarapan, mereka pun bersiap-siap untuk pergi ke tempat dimana ribuan fans yg menunggu kedatangan mereka. Saat mobil Hey! Say! JUMP sampai dilokasi, sorakan dan jeritan para fans mulai terdengar.

" Hey! Say! JUMP !!! daisuki!!! " sorakan mulai memuncak saat satu per satu member JUMP turun dari mobil. " uawh!!! Hey! Say! JUMP!!!!!!!! "

Acara jumpa fans ini dimulai dengan menyanyikan lagu, membagikan beberapa hadiah dan terakhir ditutup dgn acara tanda tangan dri Hey!Say!JUMP.

" Arigatou~~" para JUMPers yg mendapatkan tanda tangan pun tersenyum dgn bahagia dan puas.
Beberapa jam kemudian, acara ini pun selesai. Setelah para JUMPers pulang, sekarang saat nya member JUMP beristirahat" Hari ini melelahkan sekali....huft..." ucap Yuto

" Iya, tapi melihat senyum JUMPers sebahagia itu, lelahnya langsung hilang!!! bukan begitu Ryuutaro?? ucap Daiki kpd Ryuutaro

" Lho?? kemana Ryuutaro?? tanya Daiki setelah menyadari kalau Ryuutaro tdk ada.

" Bukannya tadi dia ada di sini?? kenapa tiba-tiba bisa hilang??" para member Hey!Say!JUMP pun kebingungan

Sementara itu, Ryuutaro ternyata berada di dalam mobil. Dia lebih memilih menyendiri di dalam mobil. " huft...." Ryuutaro merasa lelah sekali, karena akhir-akhir ini Ryuutaro tdk bisa tidur dengan nyenyak. Setiap dia menutup kedua matanya, bayang-bayang Ryuumi akan selalu muncul.

" Tidak bisa!! aku tdk bisa menutup kedua mataku ini..." ucapnya sedih.

Tiba-tiba Ryuutaro melihat seorang nenek hampir tertabrak motor. Nenek itu terjatuh, namun pengendara motor itu pergi begitu saja...Ryuutaro pun menghampiri nenek itu.

" Nenek tdk apa-apa? " ucapnya sambil mambangunkan nenek itu.

" Dai...daijobu desu...arigato ne "

" Nenek... rumah nenek dmn? biar ku antarkan..."

" Rumah nenek tdk jauh dari sini..." Ryuutaro pun berniat mengantarkannya, karena kasihan melihat nenek itu harus berjalan menyebrangi jalan.

" Nek, ayo naik..." Ryuutaro menawarkan punggungnya. Dia pun menggendong nenk itu sampai ke rumahnya. Ketika masuk, Ryuutaro tdk sengaja melihat foto yg ada di ruang tamu. Dia memperhatikan foto itu dgn seksama.

" Gadis ini...." ucap Ryuutaro terkejut.

" Kamu mengenalnya?? tanya nenek itu. Kemudian dia tersenyum dan mempersilahkan Ryuutaro duduk dan menyuduhkan teh.

" Arigato..." ucap Ryuutaro

" o-namae wa??" tanya nenek itu.

" Morimoto Ryuutaro desu " jawabnya. Nenek itu kembali tersenyum dan duduk disampingnya. Ryuutaro pun menanyakan gadis yg ada di dlm foto itu ( karena dia sngt penasaran )

" Dia Ryuumi-chan, Ryuumi-chan ini tdk bisa berbicara. Nenek tdk tau apa penyebabnya, krna sejak nenek menemukannya 10 thn yg lalu, dia sdh seperti ini...."

Ryuutaro terkejut krna nama gadis itu Ryuumi, sama dengan nama adiknya yg hilan10 tahun yg lalu. Ketika hendak bertanya lebih jelas ttg Ryuumi ini tiba-tiba hp Ryuutaro berbunyi.

" Moshi moshi...." sapanya " Hai..aku segera pulang..." Ryuutaro pun menutup teleponnya. Dia pun berpamitan untuk pulang.

" Sudah mau pulang? Cepat sekali, yasudah hati-hati ya...kapan-kapan kesini lg ya.."

" Hai.." Ryuutaro pun pergi. Namun dia kembali memikirkan ttg Ryuumi, gadis yg pernah dia tolong dulu....

" Namanya Ryuumi??Nenek itu menemukannya 10 thn yg lalu?? Apa mungkin....??" Ryuutaro terus bertanya-tanya yg membuatnya semakin penasaran.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
" onii-chan!!! onii-chan!!! tasukete....!!!" teriak Ryuumi.
*byuur*
" nii....chan.... " Ryuumi berusaha berenang, dia terus berusaha agar tidak tenggelam.

" nii....ch-" namun akhirnya Ryuumi pun tenggelam dan menghilang,

"Ryuumi-chan!!!! kamu dmn?? Ryuu...Ryuumi-chan !!!!!" teriak Ryuutaro dgn kencang.

" huft...ternyata aku bermimpi lg!!! huft.." ucap Ryuutaro sambil mengatur nafas dan detak jantungnya. Dia menoleh ke arah jam dindingnya. Jam menunjukkan pukul 2 pagi

" masih jam 2 pagi....huft.." Ryuutaro kembali berbaring menarik selimutnya sampai menutupi wajahnya. Dia mencoba menutup kedua matanya, namun tdk bisa...Ryuutaro takut jika bayangan dan mimpi buruk itu menghantuinya lagi.

Beberapa hari kemudian, saat tengah berjalan-jalan, Ryuutaro secara tdk sengaja menabrak seseorang.

" Gomen..." ucap Ryuutaro meminta maaf. " Anata wa..." Ryuutaro terkejut krna org yg ditabraknya adlh gadis yg bernama Ryuumi itu

" Ryuumi-san...desu ka??" panggilnya. Ryuumi terbengong. Dlm hatinya berpikir knp Ryuutaro bisa tau namanya.

" Kamu bingung ya? knp aku bisa tau namamu?" Ryuumi mengangguk pelan. Ryuutaro pun menceritakan kejadian saat ia menolong seorang nenek dan di sana dia melihat foto Ryuumi disana.

" Ryuumi-san...namamu sama dgn nama adik perempuanku...kalau saja waktu itu aku menjaganya, pasti Ryuumi-chan tdk akan jatuh kedalam danau dan........" Ryuutaro tdk sanggup melanjutkan ceritanya. Dia berusaha menahan air matanya.

" Gomen!!! aku malah bercerita seperti ini kpdmu...lupakan saja..." kata Ryuutaro dgn senyum yg dipaksakan. Melihat Ryuutaro sedih seperti itu, Ryuumi pun ikut bersedih..

" Hei..mengapa kau menangis?? " ucap Ryuutaro terkejut. Ryuumi terus memandanginya dengan sedih, air matanya terus mengalir keluar. Dari raut wajahnya, Ryuumi terlihat ingin sekali menyampaikan sesuatu, namun sayang...suaranya tdk bisa keluar...

" Ryuumi-san jgn menangis..." hibur Ryuutaro sambil menghapus air mata yg membasahi pipi Ryuumi.

" Apa kamu ingin mengatakan sesuatu?? begini saja...kamu tulis di sini..." Ryuutaro memberikan sebuah notes kecil dan pena. Ryuumi menggelengkan kepalanya.

" Kamu tdk mau menulis? Lalu bagaimana caranya aku mengerti?" ucapnya bingung. Ryuumi pun memeluknya dan terus menangis...

" Ryuumi-san ...' melihat Ryuumi sesedih ini Ryuutaro jd merasa bersalah. Tiba-tiba hp Ryuumi berbunyi. Ryuumi pun mengeluarkan hp dri dlm tas nya.

" Lho knp tdk diangkat teleponnya? tanya Ryuutaro. Ryuumi hanya terdiam.

" Oh iya,..gomen... mau aku bantu?? Ryuutaro baru ingat Ryuumi tdk bisa berbicara. Dia pun menawarkan bantuan. Ryuumi pun mengangguk dan memberikan hp nya kepada Ryuutaro

" Moshi-moshi.." sapa Ryuutaro.

" Iya...hmm...baik...arigato.." setelah selesai menelpon raut wajah Ryuutaro berubahh menjadi pucat. Sedangkan Ryuumi terus menunggu oenjelasan dari Ryuutaro.

" Tadi pihak RS menelpon...dan dia bilang kalau nenek kamu...nenek kamu di rawat di sana skrng..." jelas Ryuutaro. Ryuumi terkejut sekali, ia pun menangis...

" Nenek kamu sedang dlm masa kritis..." lanjut Ryuutaro. Ryuumi pun meminta bantuan Ryuutaro untuk diantarkan ke RS

Di RS
Di dlm ruang pasien nomor 808, terbaring lemah seorang nenek tua. Nenek itu memakai tabung oksigen dan di infus. Nenek itu lngsng tersenyum dan mengulurkan tangannya ketika melihat Ryuumi datang.

" Ryuumi-chan" ucapnya pelan. Ryuumi lngsng menyambut tangannya dan menangis.

" Ryuumi-chan kamu jgn menangis....ayo hapus air matamu..."

" Ryuumi-chan sepertinya nenek sdh tdk bisa menjagamu lg...sdh waktunya nenek pergi...dan..." nenek itu melihat ke arah Ryuutaro, lalu tersenyum dan berkata " Sudah waktunya kamu memberitaukan semuanya kpd kakak mu.." Ryuumi masih menangis sambil memegang erat tangan nenek nya. Ryuutaro pun semakin bingung, apa yg dimaksud oleh nenek itu.

" Ryuu-kun..." panggil nenek itu.

" Iya nek..."

" Nenek mohon kpdmu,tolong jaga Ryuumi-chan...krna dia adlh adik kandungmu..." Ryuutaro terkejut. Dia tdk bisa berkata-kata.

" 10 thn yg lalu...nenek menemukan Ryuumi-chan didekat danau dan dlm keadaan pingsan...krna kasihan nenek pun membawanya pulang dan merawatnya. Sekarang ia bisa bertemu kembali dgn kakak kandungnya, nenek senang sekali..." jelasnya.

Ryuutaro benar-benar kehilangan kata-kata. Selama ini ia tdk menyadari bahkan mengetahui bahwa sebenarnya gadis bernama Ryuumi ini adlh adik kandungnya.

" Adik?!?!" ucapnya tdk percaya.

" Iya...dia adikmu!! Selama ini Ryuumi-chan ingin menemuimu dan memberitaukan yg sebenarnya, tapi sayangnya ia tdk bisa berbicara..." Ryuutaro pun memandangi Ryuumi, begitu jg s baliknya dgn Ryuumi

Tolong jaga Ryuumi...anggap saja ini sbg permintaan terakhir nenek ...Ryuumi-chan berjanji lah kalau nenek pergi nnti kamu harus berubah...jgn selalu menangis diam-diam sendiri, nenek tdk tega melihatmu terus menderita..." ucap sang nenek sambil menahan air mata

" Nenek...nenek jgn bicara seperti itu..nenek pasti sembuh kok.." ucap Ryuutaro

" Nenek minta maaf..." ucapnya pela. Keadaan nenek pun semakin melemah dan denyut nadinya pun perlahan menurun dgn drastis..

" Nenek..." panggil Ryuutaro dgn panik. Dokter dan suster pun segera datang dan melakukan segala macam cara untuk dpt menolong nenek. Namun nyawa sang nenek tdk tertolong lg. Dokter menggeleng-gelengkan kepalanya. Melihat sang nenek terbaring tak berdaya, Ryuumi pun terus menangis....ingin sekali memanggil neneknya...tapi seberape besar ia berusaha,suaranya tetap tdk mau keluar..

" Ryuumi-chan..." Ryuutaro memeluk Ryuumi. Pikiran Ryuutaro pun kacau...dia tak tau harus berbuat apa...Apakah ia harus senang atau sedih??

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
" Apa?? Adik!! " ucqp para member Hey!Say!JUMP kaget dan semuanya pun memandangi Ryuutaro dan Ryuumi secara bergantian...

" Mirip sih...tapi bukannya Ryuumi sdh meninggal?? Gimana ceritanya bisa jd seperti ini?? " ucap hikaru kebingungan.

" Ini semua seperti keajaiban!!! " ucap Keito.

" So desu yo..." Yuto membenarkan.

" Ryuumi-chan...knp kamu diam saja?" tanya Daiki krna Ryuumi dari tadi tdk diam saja. Ryuumi tetap terdiam. Daiki pun bingung. Ryuutaro pun memberitaukan bahwa Ryuumi tdk bisa berbicara lg krna traumanya.

" Oh rupanya begitu... Gomen!!! Aku tdk tau..." ucap Daiki meminta maaf. Ryuumi pun tersenyum kecil.

" Oh iya...Ryuumi-chan besok lusa kamu datang ya ke konser kami " ucap Hikaru. Ryuumi-chan mengangguk dan tersenyum.

" Ryuumi-chan...aku mau membawamu ke suatu tempat, ayo ikut aku..." Ryuutaro mengajak Ryuumi untuk pergi ke suatu tempat. Ryuumi pun mengikutinya.

" Nah...kita sudah sampai!!! Ryuumi-chan liatlah ke depan" Ryuumi pun melihat kedepan. Ia sngt te kejut dgn apa yg dilihatnya.

Suasana sunset yg indah itu benar-benar ajaib!!! Dalam sekejap saja sudah bisa membuat Ryuumi melupakan hal-hal yg membuatnya sedih. Ryuumi melihat kearah Ryuutaro dan tersenyum manis...

" Kamu suka??" Ryuumi pun mengangguk dan kembali tersenyum. Ryuumi pun mengambil sebuah batang pohon kecil dan menulis di atas pasir...' ありがとう '

Ryuutaro pun membalas. Aku senang sekali...ternyata Ryuumi-chan masih hidup...Ryuumi-chan gomen!!! Dulu nii-chan tdk bisa menyelamatkanmu...kamu pasti takut sekali...." ucap Ryuutaro yg matanya skrng sedang berkaca-kaca.

" Tapi nii-chan janji!!! Mulai sekarang nii-chan akan menjagamu..." ucapnya sambil menahan air mata.

Ryuumi pun kembali menulis lg. ' Ryuumi jg akan menjaga onii-chan! :D ' Ryuutaro pun tersenyum

" Arigatou ne~ " ucapnya.

2 hari kemudian
Para member Hey!Say!JUMP sedang sibuk menyiapkan diri untuk konser nanti.

" Ryuumi-chan ini tiketmu...kamu duduk di tmpt khusus di barisan terdepan..." ucap Daiki sambil memberikan sebuah tiket konser. Ryuumi pun menerimanya dan membungkuk untuk berterimakasih.
" Ryuumi-chan...nanti kamu jgn melepaskan pandanganmu dari aku ya!!! kamu harus terus melihatku bernyanyi..." canda Hikaru.

" Jangan dengarkan dia...yg harus kamu lihat adlh Ryuu-chan..." ucap Yabu sambil menunjuk kearah Ryuutaro sdng fokus menghapal lirik lagu.

" Sejak mengetahui kamu adiknya, sifat Ryuu-chan berubah...padahal dulunya dia sering diam dan melamun...tdk seceria skrg..." ucapnya lg.

" So desu...Ryuu-chan jg berlatih keras demi hari ini lho!!! " ucap Chinen. Ryuumi pun tersenyum kecil.

" Semuanya...ayo bersiap-siap...2 menit lg kalian akan tampil!!! " mereka pun bersiap-siadan menunggu dgn berdebar-debar.

" 1 menit lg! " para memver Hey!Say!JUMP pun mencoba menghela nafas panjang, mengatur detak jantung mereka dan mencoba untuk tenang. Sesaat sebelum menaiki panggung, tiba" mereja dikejutkan oleh Ryuumi.

" onii-chan!!! " teriak Ryuumi

Mendengar teriakan Ryuumi, Ryuutaro pun terkejut.

" onii-chan!!! がんばれ !! " teriaknya lg. Ryuutaro pun tersenyum lebar. " Arigatou..." ucapnya.

3, 2, 1...

" Uawh!!! Uawh!!! Hey!Say!JUMP!!!!...." sorakan para fans pub mulai terdengar kencang. Mereka pun bernyanyi di atas panggung.

" Tsuraku kanashii toki wa kyou no egao wo.
Omoidashite aruote ikou mata au hi made.
Michi ni mayou toki wa uta wo utaou.
Setsunaku mo mabushii hibi ga bokura wo mukaete kureru.
Itsudemo.
Dakara Always Go My Way...
Kokoro de oboeta mono mirai e tsunagou.
Ikitomari mo kowagarazuni nando demo.
Always Go Your Way...
Me ni wa utsuranai mono shinji ikiyou.
Wasurenai de hitori janai minna, koko kara saki wa...
Hoshi ga mienai toki wa kyou no deai wo.
Mune ni ukabe aruite ikou kono tokimeki wo...."

Ditengah-tengah lagu, tiba-tiba Ryuutaro turun ke bawah panggung dan menghampiri Ryuumi. Ryuutaro mengajak Ryuumi ke atas panggung.

" onii-chan..." Ryuumi terkejut. Ryuutaro tersenyum manis dan ia kembali bernyanyi. Kemudian diikuti oleh member JUMP lainnya. Sambil menahan air matanya, Ryuumi pun ikut bernyanyi...

" Always go my way...
Korogari tsuzuke itsuka yume ka naeyou.
Kizu tsuitemo akiramezuni nando demo.
Always go your way...
Ugoki hajimeta bokura asu wo iki you.
Wasurenai de hitori janai minna koko kara saki wa. "