Halaman

Jumat, 25 Mei 2012

This is My World, not Your World (Part 1)


Title :  This Is My World Not Your World
Author : Yukari a.k.a Tania
Type: Multichaptered (MC)
Part :1                             
Genre: Romance,friendship, etc
Cast :Yuya Takaki as vampire
         Nozomi Arioka
Other :Yui Takaki, Daiki Arioka, Hikaru Yaotome, Haruka Miyazaki ,Kei Ino as girl

Konichiwa minna-san, atashi Arioka Nozomi desu,yang perlu kalian ketahui dari aku adalah Aku tidak percaya dengan adanya Vampire didunia ini, demo.. ini adalah kejadian tragic dihidupku

***
*BRAKK!
“Hey! Kau punya mata tidak?” tanya seorang perempuan yang tidak sengaja ditabrak nozomi
“gomenasai” tunduk nozomi
“aku tidak mau tau! Bajuku sudah kotor karnamu! Kau tau? Ini baju baruku! Baka!” ngerocos perempuan itu akhirnya berhenti juga
“hountouni gomenasai “ ucap nozomi sekali lagi dan benar-benar membungkuk sampai 90 derajat
“tidak ada kata maaf untukmu!” seru perempuan itu terlihat marah
“Yui” panggil seorang laki-laki yang menghampirinya dengan bersepeda
“onii-chan” panggil Yui (perempuan itu) tiba-tiba menjadi lembut
“yuk pulang” ajak laki-laki itu, (kakak laki-laki Yui) yang bernama Takaki Yuya
“hai!” senyum Yui berjalan menuju sepeda Yuya. Setelah naik ke sepeda Yuya, mereka pun siap-siap pergi tetapi Yui terus menantap ke arah Nozomi “ awas kau!” gumamnya sambil mengepalkan tangannya.

Setelah Yui  sudah tidak kelihatan lagi, Nozomi segera membereskan dokumen-dokumen dia yang terjatuh berantakan dijalan.
“aku harus buru-buru pulang, pasti onii-chan sedang menunggu dokumen-dokumen ini” gumannya segera berlari pergi setelah merapikan dokumennya

***
“ bikin onar apa lagi kamu?” tanya Yuya  setelah sampai dirumah
“iie, aku belakangan ini sangat baik. Tidak ada korban” gumam Yui terlihat sangat santai
“hountou?” tanya Yuya mengerutkan keningnya
“ya” angguk-angguk Yui dengan senyumnya lugunya
“baguslah, ini untuk kamu” gumam Yuya memberika segelas minuman berwarna merah
“benar ini untukku?” tanya Yui menerima segelas air kental berwarna merah yang tak lain adalah darah
“tentu. Ini sebagai hadia kara kamu tidak buat onar” senyum Yuya mengacak-acak rambut Yui
“arigatou ne nii-chan” gumam Yui dengan senang meminum abis segelas darah itu karna sudah kelaparan.

***
“nii-chan” panggil Nozomi mengatur napasnya
“nani?” tanya nii-chan nozomi yang bernama Arioka Daiki
“ini dokumen yang nii-chan mau” gumam Nozomi memberikan setumpuk kertas yang berisi tentang dokumen-dokumen penting
“kenapa berantakan?” tanya Daiki membolak balik dokumen-dokumen yang tidak tersusun rapi itu
“tadi aku tidak sengaja menjatuhkannya” nyengir Nozomi takut Daiki marah
“dasar kau ini, sudah sana pergi mandi” printah Daiki memuterkan kursinya kearah meja belajar dan meneruskan kesibukannya.
Melihat Daiki yang kembali sibuk Nozomi pun berjalan keluar dan menutup pintu kamar Daiki kembali kemudian dia menghela napas “syukurlah nii-chan tidak marah” guman Nozomi merasa sedikit lega dan berjalan masuk ke kamarnya

***
“Hey! Yuya-kun ada apa denganmu?” tanya seorang perempuan yang memeluknya dari belakang
“hey! jangan sembarangan memelukku!” perintah yuya dengan nada sedikit kesal
“nande? ” tanya perempuan itu
“aku tidak suka” jawab yuya singkat
“tetapi aku suka jika dapat memelukmu, karna sangat menyukaimu aku jadi ingin terus memelukmu” jelasnya memeluk yuya lagi
“sudahlah haruka-chan, kita ini hanya saudara jauh dan tidak akan ada perasaan lebih” jelas yuya melepaskan tangan perempuan yang dipanggil haruka itu dan berpindah sedikit jauh darinya untuk jaga jarak
“aku tidak peduli, intinya aku menyukaimu! Dan kamu itu milikku!”seru haruka
“apa kata mu” gumam yuya pasrah lalu berjalan masuk ke kamarnya
“apa kataku? Berati dia mau berpacaran denganku?” gumam haruka salah sangka. Dia terlihat sangat senang

***
“ kei-chan” panggil Nozomi
“Doshite ne Nozomi-chan?” tanya kei manatap Nozomi bingung
“kapan kita akan berwawancara disekolah itu” tanya Nozomi
“maksudmu tugas wawancara ke sekolah aneh itu?” tanya kei balik
“iya, sekolah itu” angguk nozomi
“tidak tau tetapi aku jadi takut jika kita harus beneran pergi kesekolah itu” gumam kei merinding
“atashi mo, tetapi tugas sudah harus dikumpul minggu depan, mau tidak mau kita harus pergi” jelas nozomi tampang pasrah

***
“nozomi-chan, sekolah ini benar-benar aneh” bisik kei yang berjalan dibelakang nozomi
“iya, aneh tetapi apa boleh buat, kita harus mewawancarai salah satu guru disini” gumam Nozomi
“yasudah cepet cari gurunya, aku takut berada dsini” bisik kei lagi setelah melihat sekeliling sekolah yang begitu angker
“tetapi dimana?” bisik nozomi balik
“ ohayou!!” teriak seorang laki-laki yang tiba-tiba muncul dari belakang nozomi dan kei
“ohayou” sapa nozomi balik, dia menutup telingannya karna sakit mendengar triakan itu
“wah! manisnya,kamu murid baru disini?” tanya laki-laki itu terus menatap nozomi dari atas sampai bawah
“iie, kami hanya mau mewawancarai guru disini” jawab nozomi
“ouh, wakata, aku kira aku dapat santapan baru”gumam laki-laki itu
“santapan baru?” tanya nozomi bingung
“iie, maksudku aku dapat teman baru” senyum laki-laki itu
“ouh, Etoo.. Boleh aku tanya sesuatu?” tanya nozomi ragu-ragu
“silakan” gumam laki-laki itu mempersilakan
“dimana ruang guru disini?”
“disana” tunjuk laki-laki itu “tinggal lulus lalu belok kiri” lanjutnya
“ouh, arigatou ne” senyum nozomi berjalan pergi sambil menarik Kei
“hey! bolehku tau namamu?” triak laki-laki itu membalikkan tubuhnya setelah beberapa detik melamun
“arioka nozomi desu” senyum nozomi memalingkan wajahnya menatap laki-laki itu lalu kembali berjalan pergi lagi
“ore wa yaotome hikaru desu, jangan lupa mencariku jika kamu kesini lagi” triaknya lagi.
Setelah mendapat petunjuk dari hikaru, nozomi pun pergi ke ruang guru mewawancarai salah satu guru disana

***
“hu..uh” keluh hikaru setelah masuk kelas
“doshita ne hikaru-kun?” tanya teman-temannya mulai mengelilingnya
“ tadi aku bertemu seorang manusia, manis sekali dia, aku kira dia murid baru disini dan siap menjadi sarapan pagiku” jelas hikaru menghela napas
“maunya kamu itu, tetapi nanti bagi-bagi aku ya” canda temannya
Yuya yang mendengar pembicaraan teman-temannya dengan jelas pun langsung berjalan keluar kelas dan mulai mencari-cari gadis manis yang disebut-sebut hikaru.

***
“akhirnya selesai juga” gumam kei yang sangat senang dan berjalan keluar bersama nozomi
“iya, akhirnya kita dapat cepet-cepet pulang kesekolah kita” gumam nozomi yang terus melihat-lihat data yang baru tadi dia tulis

BRAKK!!
“ittai!” rintih nozomi yang terjatuh
“nozomi-chan, daijoubu desuka?” tanya kei yang mendekati nozomi dan berusaha membangunkannya
“daijoubu” geleng nozomi
“hey! kalian, punya mata untuk melihat jalan tidak?” tanya haruka yang kesakitan juga karna ditabrak nozomi
“dia?!” tujuk yui kaget karna bertemu dengan nozomi lagi
“kamu mengenalinya?” tanya haruka menatap Yui bingung
“un,” angguk yui “ dia yang membuat baju baruku kotor!!” seru yui yang mulai berapi-api
“ternyata kamu yang membuat baju adik iparku kotor? Tidak ku maafkan!!” seru haruka mendekati nozomi
“sudah cukup.” cegat seseorang dengan santainya dia berjalan menuju kearah mereka.
“yuya-kun” panggil haruka terkaget
“jangan seperti kanak-kanak” gumam yuya menatap haruka.
“kenapa yuya-kun membelanya?” tanya haruka tidak mengerti
“nii-chan kenapa membelanya? Bukan nii-chan sudah pacaran dengan haruka-chan” tanya yui tidak mengerti juga apa yang sedang dilakukan kakaknya
“aku tidak bilang jika aku sudah pacaran dengannya” gumam yuya terlihat dingin
“daijoubu desuka?” tanya yuya dengan lembut ke nozomi
“daijoubu” senyum nozomi menunduk
“yuya-kun! Kau jahat!” seru haruka lalu berlari pergi
“nii-chan keterlaluan!” gumam yui ikut berlari pergi menyusul haruka serta anggota geng nya juga ikut menyusul mereka berdua
“jika sudah keluar dari sini, jangan perna datang lagi” pesan yuya yang membuat nozomi tidak mengerti
“kenapa?” tanya nozomi bingung
“tempat ini tidak cocok untuk kalian, biar aku mengantarkan kalian keluar dan ingat jangan perna datang lagi” ucap yuya lalu berjalan pergi, nozomi dan kei hanya mengikuti mereka dari belakang

***
“gomen aku hanya dapat mengatarkan kalian sampai disini” gumam yuya berhenti disebuah atap hitam yang tebal untuk menutup sinar matahari
“daijoubu, arigatou ne sudah mau menolongku” senyum nozomi membungkuk, kei pun ikut bungkuk.
“sudah sana pulang” usir yuya
“un, sayonara” lambai kei dan nozomi yang berjalan pergi
“sayonara”

***
“ dia terlihat ganteng ya?” gumam kei yang tersenyum-senyum sejak tadi berpisah dengan yuya
“kamu menyukainya?” tanya nozomi
“iie, aku sudah ada kouta-kun” nyengir kei
“kamu itu” geleng nozomi

***
“kamu jahat!” seru haruka langsung melemparkan barang yang berada atas mejanya ketika melihat yuya masuk, tetapi yuya dengan coolnya menangkap barang itu.
Semua teman-teman sekelasnya pun terbengong melihat mereka berdua
“kenapa kamu menyukai seorang manusia biasa?!” tanya haruka dengan tangisan
“nani?! Yuya-kun kamu pacaran dengan manusia?!” tanya hikaru heboh
“iie, mana mungkin aku berpacaran dengan seorang manusia biasa?”
“baguslah jika kamu masih sadar dirimu itu seorang vampire” gumam hikaru yang menepuk-nepuk pundak yuya
“tetapi kenapa kamu membelanya?” tanya haruka berlanjut
“aku tidak membelanya ini karna kamu yang keterlaluan, jika aku tidak mencegat apa yang kamu lakukan? Membunuh gadis itu ditempat?” tanya yuya yang tau jelas tingkah laku haruka tadi.
Haruka hanya terdiam malu
“nani?” kamu mau bunuh gadis yang tadi datang itu?!” tanya hikaru heboh lagi “tidak boleh! Dia itu santapanku! Karna aku yang menemukannya duluan tadi pagi!” seru hikaru
“bisakah kau diam?! Ini urusanku dengan yuya-kun!” teriak haruka yang terlihat marah ketika menatap Hikaru
“ops!” hikaru pun menutup mulutnya dan duduk ditempat dia tadi
Setelah melihat keadaan sudah hening haruka kembali duduk dan mulai menangis lagi. Yuya yang tidak tega melihat seorang gadis nangis seperti begitu dihadapannya, dia pun menghampirinya “jangan menangis lagi” bisiknya memberikan sapu tangannya
“yuya-kun jahat! Yuya-kun lebih suka seorang gadis manusia biasa dibandingkanku, yuya-kun kan sudah janji denganku kemarin jika yuya-kun akan pacaran denganku” gumam Haruka
Yuya pun menghela napas panjang karna lelah dengan sifat haruka yang tidak berpengertian “apa katamu.” gumamnya lalu kembali ketempatnya.
Mendengar kata-kata yuya, haruka menangis semakin kencang dan membuat semua murid-murid dikelas menutup telinganya tentu dengan yuya yang tidak tahan dengan sifat perempuan seperti dia akan marah
“hey! sudah cukup haruka-chan! Sudahku bilang beribu-ribu kali kita hanya saudara jauh dan aku tidak akan berpacaran dengan kau! Dan jangan mencoba-coba mengaturku, karna aku tidak suka! Ingat itu!” seru yuya berjalan keluar. Setelah keluar dia mencari tempat yang gelap dan nyaman untuk dia tidur.

***
“kouta-kun” peluk kei senang melihat kota yabu (pacarnya) menjemputnya
“hey! hey! jangan seperti itu, disini masih ada nozomi-chan” bisik kouta malu karna dilihat nozomi terus menerus
“daijoubu da yo, dia kan sahabatku” senyum kei menatap Nozomi dan Kouta bergantian
“iya, betul itu” nyengir nozomi senang karna melihat senyuman sahabatnya yang begitu bahagia “sudah sana pergi makan-makan, aku harus pulang masak nanti mungkin nii-chan ku pulang lebih awal lagi” lanjutnya melihat jam tangannya
“un. Jya  ne nozomi-chan” lambai kei naik kesepeda kouta
“jya ne kei-chan, jya ne kouta-kun” lambai nozomi yang melihat kouta dan kei pergi

***
“nii-chan” panggil nozomi kaget melihat daiki pulang lebih awal darinya
“nani?” tanya daiki sibuk mengerjakan tugasnya
“kenapa nii-chan pulang secepat gini? Aku belum masak untuk nanti malam” gumam nozomi duduk disebalah daiki
Daiki pun mengangkat kepalanya dan tersenyum menatap nozomi “tidak perlu masak, nanti kita makan diluar saja”
“hountou?” tanya nozomi terkaget
“un, tunggu tugas nii-chan selesai dulu ya” senyum daiki yang masih manis seperti tadi
“hai! Aku pergi mandi dulu” nozomi pun berjalan masuk ke kamarnya.
ketika nozomi sedang mengambil baju dia tidak sengaha melihat kearah sebuah poto yang dia pajang diatas lemari boneka koleksinya. Dia pun mengambil poto itu dan terduduk dipojokan kasurnya “otosan..okasan.. kalian tau? hari ini nii-chan tersenyum, sudah lama aku tidak melihat senyumannya sejak kalian pergi, dia selalu menyalakan dirinya sendiri karna tidak dapat melindungi kalian dari kecelakaan itu” gumam nozomi yang mulai meneteskan air matanya karna teringat kecelakaan tahun lalu, saat mereka sedang berwisata. Mobil pribadi mereka tiba-tiba meledak, demi melindungi daiki dan nozomi, otosan dan okasan mereka tidak sempat menyelamatkan diri dan akhirnya...

***
“onii-chan” panggil yui yang terus mengerjar yuya yang berjalan dengan kecepatan express. “onii-chan chotto kudasai!” teriak yui yang sudah tidak sanggup mengejar yuya. Tetapi yuya tidak mau memedulikannya sama sekali.

Setelah sampai dirumah
“onii-chan, kenapa kamu tidak mau menungguku?” tanya yui mengatur napasnya
“yuya hanya terdiam tiduran diatas sofa tidak memedulikan yui
“onii-chan!!” panggil yui dengan melas dan menarik tangan yuya agar dia terduduk
Karna tidak kuat menarik yuya, yui pun terjatuh “ittai!”
“daijoubu desuka?” tanya yuya langsung bangun dan memeriksa tangan yui
“onii-chan” peluk yui, “akhirnya onii-chan mau bicara juga, aku takut jika nii-chan bersikap seperti denganku” jelas yui yang manja seperti anak kecil.
“nii-chan bukan bermaksud tidak memedulikanmu, tetapi nii-chan kesal jika kamu seperti itu, walaupun kita mempunyai keturunan vampire tetapi kita tidak boleh berbuat semau kita terhadap manusia, apalagi melukai mereka, mengerti?” nasehat yuya dengan lembut
“wakata, asal nii-chan tidak cuek denganku, aku akan menurut dengan nii-chan” peluk yui lagi
“anak pintar” puji yuya menepuk-nepuk pelan bahu yui
“oh ya nii-chan,” panggil Yui
“doshita?” tanya yuya
“kata haruka-nee, dia tidak mau pulang hari ini”
“ou,” jawab yuya singkat
“nii-chan sana pergi cari haruka-chan, dia kan perempuan tidak baik jika sendirian diluar” jelas yui
“biarkan saja, dia bukan perempuan biasa, jadi tidak mungkin terjadi apa-apa dengannya” gumam yuya terlihat dingin
“bukan haruka-nee itu pacar nii-chan, kenapa nii-chan begitu dingin jika membicarakan dia” tanya yui dengan polosnya
“nii-chan tidak pacaran dengannya, dia sendiri yang ngaku-ngaku” jelas yuya sedikit membentak
“tetapi nii-chan terlihat cocok jika berjalan dengan haruka-nee”
“sudah jangan bicarakan dia” gumam yuya kembali tiduran lagi disofanya
“nii-chan” panggil yui tetapi yuya tidak peduli

***
”wah!, senang sekali dapat makan mie ramen bersama nii-chan” gumam nozomi terlihat senang
“cepatlah makan, keburu dingin” perinah daiki
“un” angguk nozomi membuka sumpitnya “itadakimas”
“itadakimas” ucap daiki juga
“eummmm,oishi! mie ramen hari ini lezat sekali” puji nozomi penuh dengan senyuman
“seenak itukan?” tanya daiki bingung melihat nozomi
“un” angguk nozomi “karna ada senyuman nii-chan, apa yang ku makan sekarang jadi lezat-lezat” lanjut nozomi
“ouh, ada-ada saja kamu ini” senyum daiki tipis
“nii-chan bilang gimana, enak tidak?” tanya nozomi
“biasa saja” gumam daiki kembali makan
“ouh, masa nii-chan tidak merasakan kelezatan mie ramen ini?” tanya nozomi
“nozomi-chan” panggil daiki tiba-tiba menjadi serius
“nani?” tanya nozomi yang sedang memasukan mie kedalam mulutnya
“kamu ingat hari ini hari apa?” tanya daiki
“hari ini, hari apa memangnya?” tanya nozomi balik
“kamu lupa dengan ulang tahun kamu sendri?” tanya daiki bingung
“ulang tahunku?” nozomi terlihat kaget
“iya, ulang tahunmu, gomen karna gaji nii-chan hanya cukup untuk kebutuhan kita, jadi nii-chan tidak dapat merayakan ulang tahun mu direstoran dan membelikanmu kue besar” gumam daiki merasa tidak enak dengan adik satu-satunya ini
“daijoubu, aku tidak mengharapkan apa pun, aku tidak butuh restoran mewah, aku tidak butuh kue tar besar, yang aku butuhkan hanyalah senyuman nii-chan. Senyuman nii-chan adalah hadia yang paling besar bagiku” jelas nozomi tersenyum
“nozomi-chan” peluk daiki yang sama seperti nozomi tersenyum

***
“yuya-kun jahat! Dia tidak mengerti perasaanku!” guman haruka berjalan tidak tau arah seperti sudah mabuk dengan akohol (*baru tau vampire bisa minum minuman berakohol..@@)
“demi membela seorang manusia, dia membentakku?! Apa bagusnya manusia itu? Apa dia lebih cantik dariku? Mustahil!” gumamnya yang terus meneguk minuman berakohol yang ada ditangannya. Karna dia tidak seimbang, hampir saja dia terjatuh tetapi seorang berhasil menagkapnya
“anata daijoubu desuka?” tanya kouta
“daijoubu” gumam haruka memalingkan kepalanya menatap Kouta
“kouta-kun, yuk pulang” ajak kei dari seberang
“hai!” teriak kouta, “nona, hati-hati ya dijalan, jangan terjatuh lagi” pesan kouta lalu belari kearah kei
“kouta-kun berbicara dengan siapa tadi?” tanya kei tidak melihat perempuan tadi dengan jelas
“seorang perempuan yang sudah mabuk, tadi dia hampir jatuh” jelas kouta
“ouh, yuk pulang” gandeng kei tersenyum

“siapa laki-laki itu? Kenapa dia begitu perhatian?” batin Haruka “alangkah bagusnya jika yuya-kun seperti dia” gumam haruka lalu berjalan pergi

***
“bukan tidak mau pulang?” tanya yuya yang menunggu haruka diruang tamu
Haruka tidak menjawab dia hanya terus berjalan menuju kamarnya
“hey! haruka! Sejak kapan kamu belajar minum minuman seperti ini?” tanya yuya dengan marah ketika melihat sebotol akohol ditangan Haruka, dia langsung menarik botol minuman berakohol itu dari tangan Haruka
“tidak ada urusannya denganmu” senyum haruka lanjut berjalan menuju kamarnya
“haruka-chan! Haruka!” teriak yuya tetapi haruka tidak memedulikannya dia.
Yuya hanya megeleng-geleng menatap Botol yang sedang dia pegang sekarang dan membuangnya ke tong sampah.

***
“kenapa kamu?” tanya nozomi bingung melihat kei yang dari tadi masuk kelas tersenyum-senyum sendiri mulu
“daijoubu” gumam kei yang tidak kehilangan senyumannya
“ah pasti bohong kamu. Ayo dong jujur” goda nozomi
“serius, aku tak bohong” gumam kei malu-malu
“pasti ada apa-apa ni, jangan-jangan ada hubungannya dengan kouta-kun?” tebak Nozomi
“kuk tau?” tanya kei polos tanpa pikir panjang, ketika dia sadar dia langsung menutup mulutnya
“wah! wah! kalian ngapain saja?” tanya nozomi langsung mendekatkan mukanya ke kei
“tidak kuk, kami hanya kencan sampai malam” gumam Kei
“wuah!! So sweet, lalu kalian ngapain saja?” tanya nozomi tidak abis-abis mewawancarai Kei
“ya begitu saja, sisa kamu tidak boleh tau”  senyum kei malu-malu lalu berpindah kebangku lain.
“jangan-jangan kemarin kamu kissu-kissu dengannya ya?” tebak Nozomi lagi
“iie” triak kei malu
“lalu apa yang kalian lakukan?” tanya nozomi bingung
“kamu belum perna pacaran kan?” tanya kei menunjuk nozomi
“belum”  geleng nozomi pelan
“jadi tidak boleh tau” gumam kei jail
“kamu itu, padahal aku penasaran ayolah kasih tau” goda nozomi lagi
“tidak mau, tidak mau, tidak mau” kei menutup mulutnya dan terus-terusan bejalan mondar mandir tetapi nozomi terus mengikutinnya . dan akhirnya kei ngaku
“ aku bergandengan dengan dia seharian” senyum kei yang akhirnya ngaku
“weh? Aku kira kenapa, tau-taunya hanya gandengan” gumam nozomi dengan volume kecil
“yah, tetapi kami kan jarang ketemu dan bergandengan seperti kemarin lalu dia belikan aku boneka. Gaun dan kami pergi makan-makan, sungguh menyenangkan” cerita kei berlanjut
“enaknya, aku jadi iri” canda nozomi
“makanya cari pacar!”
“pacar? anoo.  aku masih belum siap, belum niat,dan belum saatnya” gumam Nozomi penuh alasan
“kamu memang paling banyak alasan jika disuruh pacaran” gumam kei sudah tau tingkah Nozomi
“ya emang begitu” nyegir nozomi
“dasar kamu ini!”

***
“aku kangen dengan manusia yang manis itu” teriak hikaru
“hey! jangan teriak ditelingaku” tegur yuya merasa terganggu
“gomen, tetapi aku benar-benar kangen nozomi-chan” keluh hikaru mengigit tasnya
“nozomi?” tanya yuya bingung
“iya, gadis itu,manusia itu, nama dia nozomi”
“ouh” jawab yuya singkat
“yuk, kita cari dia!” ajak hikaru yang berdiri dari bangkunya dan mau pergi
“hey! kamu lupa sekarng panas banget?” tanya yuya menarik tangan hikaru
“ouh iya ya, aku lupa” gumam hikaru yang langsung duduk dibangkunya kembali. “nanti malam kita cari dia yuk?” ajak hikaru
“memang kamu tau rumahnya?” tanya yuya
“iie, tetapi kita bisa nanya wali kelas B, kan dulu nozomi perna wawancarain sensei itu, siapa tau dia tau” nyengir hikaru
“ou”angguk yuya

***
hikaru benar-benar pergi menanyakan tentang nozomi tetapi sensei itu hanya tau sekolah nozomi jadi malam-malam hikaru mengajak yuya menyelinap pergi ke sekolah nozomi
“hey! mau sampai kapan kamu mencari data dia?” tanya yuya yang menunggu hikaru disampingnya
“bentar lagi” gumam hikaru yang masih sibuk mengubrak abrik data-data dilemari-lemari sensei sekolah nozomi, “ kenapa murid disekolah ini begitu banyak?” gumam hikaru yang sudah mencari hampir dua tumpuk data
“kore?” tanya yuya memungut selembar kertas yang jatuh dilantai
“apa itu?” tanya hikaru langsung merebut kertas itu “ini bukan teman nozomi yang dulu perna ikut dia kesekolah kita? Ternyata dia cantik juga” angguk-angguk hikaru yang terus memehartikan foto kei. Lalu dia mengambil lembaran itu kepinggir meja. Dia terus memerhatikan foto itu dan tersenyum-senyum seperti jatuh cinta (?)
“Arioka Nozomi?” gumam yuya menemukan data nozomi diatas meja. “lalu dia mengambil lembaran itu dan membaca data-data tentang nozomi
“hey!” teriak yuya menyadarkan hikaru yang terbengong
“nani?” tanya hikaru kaget
“ini data yang kamu cari” gumam yuya memberikan lembaran itu kepada hikaru
“wah! Nozomi! Bagaimana kamu menemukannya?” tanya hikaru bingung
“tadi ada diatas meja” tunjuk yuya kemeja tempat dia menemukan data itu
“ou” angguk hikaru lalu melihat data-data nozomi

***
“hey hikaru-kun, benaran mau manjat masuk kekamar dia tanpa izin?” tanya yuya yang tidak yakin dengan perbuatan mereka.
“daijoubu-daijoubu, lagian kitakan tidak bermaksud jahat” senyum hikaru terus memanjat.

Tok..tok..tok..
“nozomi yang sedang belajar terkaget mendengar ketukan kaca jendela dikamarnya dan secara reflek dia menghadap ke arah jendela, dia terkaget melihat hikaru nemplok disana. Hikaru pun terus mengetuk kaca jendela itu. Nozomi pun mendekati jendela dan membukanya
“kenapa kamu ada disini?” tanya nozomi inget jelas khas muka hikaru
“aku ingin mencarimu” senyum hikaru masuk ke kamar nozomi tanpa izin
“buat apa?” tanya nozomi bingung, lalu dia terkaget setelah melihat yuya masuk kedalam kamarnya juga
“gomen, malam-malam gini menganggu mu” gumam yuya setelah menyapu-nyapu baju dan celananya yang sedikit kotor dengan tangannya
“ daijoubu” senyum nozomi tipis

Tok..tok..tok.. “nozomi-chan, sedang ngapain kamu?” tanya daiki diluar kamar
Nozomi yang panik mendengar suara daiki langsung buru-buru menyuruh yuya dan hikaru masuk kamar mandinya. Lalu dia pergi membukakan pintu
“nii-chan ada apa?” tanya nozomi pura-pura bodoh
“kenapa tadi aku mendengar suara laki-laki dikamarmu?” tanya daiki bingung
“eh? mungkin nii-chan salah dengar, aku sedang dengar lagu sambil belajar, tunjuk nozomi ke sebuah media player yang sedang menyetel lagu boyband berjudul Magic Power”
“ou, jika sudah selesai belajar, cepat tidur ya” gumam daiki
“un” angguk nozomi tersenyum manis
“oyasuminasai” gumam daiki mengacak-acak rambut nozomi
“oyasumi” gumam nozomi masih tidak kehilangan senyuman manisnya, setelah daiki kembali kekamarnya, nozomi pun mengunci pintu dan menyuruh yuya dan hikaru keluar dari wc
“tadi onii-chan mu?” tanya yuya
“un,” angguk nozomi
“ternyata kamar seorang gadis manusia itu seperti ini” gumam hikaru bolak balik melihat-lihat barang yang ada dikamar nozomi
“oh iya, bagaimana kalian tau rumahku? Dan kenapa kalian menyelinap kekamarku?”
“hmm,,, anooo..” yuya terlihat bingung menjawab pertanyaan nozomi lalu dia menatap kearah hikaru
“etttooo.. karna aku..aku kangen denganmu” gumam hikaru dengan jujurnya
“eh?” nozomi terlihat kaget
“aku hanya canda” nyegir hikaru
“ou” nozomi pun tersenyum
“ kamu sedang belajar?” tanya yuya mengalihkan pembicaraan ketika melihat beberapa buku yang terbuka diatas meja belajar nozomi
“iya, besok ada ujian, jadi aku harus belajar dengan serius” jelas nozomi
“ou, jika begitu kami tidak menganggu” gumam yuya ingin berjalan keluar melalui jendela
“eh,, kamu dapat mengajari ku?” tanya nozomi mengambil bukunya sambil menatap Yuya
“bisa” angguk yuya sedikit tersenyum
“aku juga bisa” tawar hikaru
“jika begitu dapatkah kalian mengajarkanku?” tanya nozomi
“tentu” jawab hikaru dan yuya berbarengan tetapi bedanya hikaru sedikit lebay.

***
“hoam..”
“kamu sudah nguap 10x nozomi-chan, ada apa dengan kamu? Tidak biasanya aku melihat kamu seperti ini” gumam kei menyipitkan matanya menatap Nozomi karna tidak biasa lihat nozomi nguap dikelas
“kamu menghitungnya? Daijoubu desu, kemarin aku belajar sampai tengah malam” jelas nozomi menguap sekali lagi
“kamu kerajinan?” tanya kei kaget
“iie” jawab nozomi dengan polosnya
“lalu kenapa kamu belajar sampai segitu malam?” tanya kei
“daijoubu, sekarang yang aku ingin lalukan adalah tidur” gumam nozomi menempelkan kepalanya diatas meja, dan dia terasa berat untuk mengangkatnya “jika sensei datang bilang ya” lanjutnya yang tertidur

***
“hikaru-kun kamu mau kemana?” tanya teman sekelasnya
“mencari tempat untuk tidur” jawab hikaru mau berjalan keluar kelas
“bukannya nanti sensei sudah mau masuk?” tanya temannya lagi
“biarkan saja, aku ngantuk berat” gumam hikaru berjalan keluar
“ada apa dengan dia? tidak seperti biasanya, dan yuya-kun juga menghilang sepagi ini, kemana dia?” batin Haruka penuh tanda tanya dikepalanya

Cont..
part 2

New Day (Part 1)


Title:New Day
Cast:  
-Ai Yaotome
 -Yuya Takaki
             -Renn Kiriyama
Gengre : i dont know but maybe Romance (?)
Part 1

“Sayonara Renn-chan” gumam Ai pelan, ia terus membereskan semua barang dari Renn dan menyimpannya disebuah kotak kubus “aku akan menyimpan semua kenanganmu dihatiku dan akan memulai lembaran baru, sesuai janjiku padamu” batin Ai terus menahan air matanya. Dia menatap ke arah meja belajarnya dan menemukan dua cincin terukir namanya ‘  Ai’ dan ‘Kiriyama Renn’ lalu dia mengambil dan memasukannya kesebuah kalung polos  memakainya. “ini adalah kenangan kita berdua” gumamnya terus memegang kalung yang telah menghias lehernya. Setelah itu dia kembali membereskan semua barang-barang dari Renn.

*FLASH BACK~
“Ai” panggil Renn pelan. Ai yang baru masuk keruang inap Renn terdiam menatap kearah Renn yang berbaring lemas diatas kasur.
“mukanya semakin pucat” batin Ai lalu melanjutkan langkahnya mendekati Renn
“Renn-chan, bagaimana? Apakah agak baikan?” tanya Ai yang tentu sudah tau jelas jawabannya sesunggunya kondisi Renn yang semakin parah. Tetapi Ai menguatkan dirinya agar tetap ceria didepan Renn, dia tidak ingin Renn merasa terbeban karena Ai
“lumayan” gumam Renn tersenyum kepada Ai
“Yokatta ne” gumam Ai memalingkan wajahnya dan menaruh sekantong plastik berisi makanan-makanan kesukaan Renn
”Ai” panggil Renn langsung menarik Ai sekuat tenaga yang dia miliki sekarang dan membuat Ai terjatuh pada pelukannya
“Renn-chan, doshite?” tanya Ai kaget. Dia tidak mengerti sama sekali kenapa Renn memeluknya tiba-tiba
“jangan bergerak” bisik Renn. Ai pun terdiam menuruti kemauan Renn
“jika aku sudah tidak ada, berjanjilah untuk memulai kehidupan baru dan lupakan aku” bisiknya tersenyum
“urusai!” teriak Ai pelan. Rasanya dia ingin sekali langsung menampar atau memukul Renn karena perkataan bodohnya tetapi dia tidak dapat melakukannya dia takut melukai Renn.
“diamlah” bisik Renn yang tidak menghiraukan kata Ai “berjanjilah Ai-chan, karena waktuku tinggal sedikit” lanjutnya yang membuat Ai membatu
“Ai-chan, berjanjilah, aku mohon” pinta Renn lagi yang membuat Ai tidak dapat memberontak sama sekali. Ai pun tidak dapat menahan air matanya lagi. Dia mengangguk pelan “aku berjanji” bisiknya lemas.
Renn pun tersenyum dan melepaskan pelukannya “kamu beli apa saja? Mana apelku? Pasti kamu lupa membelinya lagi kan?” tebak Renn mengalihkan pembicaraan
“oh ya! Aku lupa “ nyegir Ai tanpa dosa. Dia memang sering lupa membeli apel madu kesukaan Renn
“baka! sudah sana cepat pergi beli! Aku ingin memakannya sekarang!” seru Renn sok galak
“Hai! Hai tuan besar” gumam Ai membungkuk dan membuat Renn tertawa
“aku pergi beli dulu ya” lanjut Ai langsung berlari keluar
“pilih yang benar ya! Awas jika tidak manis!” teriak Renn memperingati
Setelah Ai keluar, Renn pun kembali berbaring “ Sayonara Ai-chan, mungkin ini detik-detik terakhirku” gumam Renn tersenyum dan menutup matanya pelan

***
*duakhh
“ittai” rintih Ai yang terjatuh “aneh sekali, padahal aku tidak tersandung tetapi kenapa bisa jatuh?” gumamnya terlihat bingung sambil menatap sekitarnya “sudahlah, sebaiknya aku cepat pergi beli sebelum Renn-chan mengoceh panjang kali lebar” gumam Ai langsung berdiri dan lanjut berlari
Setelah membeli apel kesukaan Renn, Ai pun buru-buru berjalan kembali menuju rumah sakit.
“ada apa? Kenapa banyak suster yang keluar dari ruangan Renn-chan?” gumam Ai terlihat bingung dia langsung berlari kearah ruangan “kenapa itu? Kenapa Renn-chan menutup dirinya dengan kain putih? Apa aku salah ruangan?” batin Ai mundur beberapa langkah dan melihat kedinding depan kamar inap Renn yang jelas-jelas tertulis nama ‘Kiriyama Renn’
“tidak mungkin!” gumam Ai menjatuhkan kantong yang berisi apel kesukaan Renn itu. dia langsung berlari kearah tempat Renn berbaring dan membuka kain putih itu. tangannya terlihat sangat gemetaran. Dia berharap orang itu bukanlah pacarnya, tetapi ketika melihat jelas orang yang sudah berbaring tak berdaya diatas kasur itu adalah Renn, air mata pun tidak dapat ditampung lagi, badannya melemas seakan tidak punya tulang. Dia terjatuh sambil menangis keras, dadanya terasa sangat sesek “kenapa?! Kenapa kamu tega meninggalkanku?” gumamnya
“Ai-chan, kenapa kamu menangis? aku ada disini” ucap seorang laki-laki yang baru masuk keruangan dan berjalan mendekati Ai, dia ingin mengelus kepala Ai tetapi tidak bisa, tubuhnya bagaikan bayangan “kenapa? Kenapa ini?” tanyanya pada diri sendiri lalu dia terdiam ketika melihat badannya sendiri didepan mata“apakah aku benar-benar sudah pergi?” batinnya lalu dia menengok kearah kiri menatap dirinya sendiri dijendela, punggung terlihat memiliki dua sayap putih yang indah “kenapa aku memiliki sayap? Tetapi ini sangat indah” batinnya tersenyum senang melihat sepasang sayap indah melekat pada punggungnya lalu dia kembali teringat pada Ai yang masih menangis didekat badannya yang sudah berbaring tidak berdaya “bagaimana ini?” gumamnya bingung melihat Ai yang terus menangis tetapi dia tidak dapat melakukan apapun “Ai! Kamu bukan sudah berjanji akan memulai kehidupan baru tetapi..” kata-kata Renn pun terpotong ketika dia melihat dua buah cincin yang jatuh dari badannya yang sudah tidak berdaya itu. Dia hanya terdiam melihatnya saja karna dia tau dia tidak dapat berbuat apa-apa

***
Ai pun berhenti menangis dia mengangkat kepalanya dan mencari tahu apa yang terjatuh tadi. Dia menemukan dua buah cincin yang terukir nama mereka berdua dibawah kasur tepat dia bawah tangan Renn, dia pun membersihkan air mata yang membasahi mukanya dan mengambil surat yang di pegang Renn.

(Ai-chan mungkin ketika kamu membaca surat ini aku sudah tidak bernapas lagi. Haha, jangan menangis lagi ya Ai-chan, kamu kan sudah berjanji padaku akan memulai kehidupan baru, awas jika aku lihat kau menangis demi ku akan ku cubit pipi mu sampai biru-biru. dan jika kamu menanyakan kenapa aku tau kamu menangis karna aku akan selalu disisimu sampai kamu mendapat orang yang benar-benar pantas untuk dirimu ai-chan
                                                                        *tuan besar ‘Renn’)
Begitulah pesan singkat dari Renn yang membuat Ai tersenyum tipis ketika membaca ‘tuan besar Renn’.  Dia terus menghapus air matanya “Renn-chan aku berjanji akan memulai kehidupan baru lagi, tetapi kamu harus berjanji ya akan selalu disisiku” gumam Ai menatap tubuh Renn yang sudah membeku itu
“un un” angguk Renn menyetujuinya. “Ai-chan bertapa manisnya dirimu jika tersenyum” gumam Renn ikut tersenyum ketika melihat senyuman Ai

END FLASH BACK ~

***
“Ai-chan, kenapa kamu masih memakai kalung itu, bukan kamu sudah janji akan melupakanku?” tanya Renn berbaring disamping Ai yang tertidur pulas, “ini semua salahku” gumamnya lagi setelah berpikir-pikir tentang suratnya yang dia tulis secara asal-asalan tetapi itu merupakan kata hatinya, dia ingin sekali menyentuh wajah Ai tetapi tidak bisa

***
Beberapa hari kemudian, Ai harus menyiapkan seluruh barang-barangya untuk pindah sekolah. dia ditunjuk sebagai salah satu murid yang melakukan program pertukaran murid disekolahnya. Dia akan ditukarkan dengan salah satu murid disekolah ter elite di tokyo

Pagi yang cerah mengawali hidup baru Ai disekolah barunya. “Ohayou Minna-san, watashi wa Yaotome Ai desu” ucapnya membungkuk. Dia terlihat sangat senang karena murid dikelasnya barunya sangat ramah-ramah ketika dia akan mengangkat kepalanya dia hampir terjatuh karena seseorang dari belakang telah menabraknya dengan sengaja. Ai hanya terdiam menatap laki itu berjalan menuju sebuah meja kosong dan duduk sewenang-wenangnya tanpa berminta maaf kepadanya.
“takaki-san, ini sudah keberapa kalinya kamu telat?” tanya sensei yang berdiri disamping Ai
Laki yang dipanggil Takaki itu tidak berkata apa-apa dia hanya tersenyum cuek dan memasukan dua butir permen karet kedalam mulutnya.
“Takaki-san! Sudah ku tegur berapa kali jika tidak boleh memakan permen karet disekolah?” seru sensei itu terlihat sangat marah
Laki yang dipanggil Takaki itu pun mengerutkan keningnya setelah mengunyah beberapa kali permen karet yang ada didalam mulutnya dia langsung membuangnya dilantai. Dia menaikkan tangannya kirinya keatas meja untuk menopang dagunya tetapi pandangannya tidak kabur. Tatapannya terlihat sangat dingin.
”Takaki-san, tidak bo..” kata-kata sensei pun terpotong
“oy! Omae! Aku sudah menurutin semua kata-kata kau jadi jangan bawel!” ucap laki itu kepada sensei
Sensei yang berdiri disebelah Ai pun menghela napas, “yasudah Yaotome-san, silakan kamu duduk dibangku kosong depan Takaki” tunjuk Sensei sudah tidak mampu berkata apa-apa lagi karena Takaki merupakan murid yang paling bermasalah disekolahnya
“yasudah mari kita mulai pelajaran hari ini” ucap sensei mulai membuka buku dan mengambil sebatang kapur diatas meja setelah itu dia mencoret-coret beberapa bilangan-bilangan diatas papan hijau
“siapa perempuan ini? Kenapa disampingnya berdiri seorang laki-laki berpakai baju putih dan bersayap?” batin Takaki kembali memasukan beberapa butir permen karet kedalam mulutnya sambil memandang Ai dari belakang dengan seksama

***
"Oi Yuya" panggil seorang ketua yakuza menghampiri yuya bersama beberapa anak buahnya
"Nani?" Tanya Yuya cuek dia duduk bersenderan ditembok kusam tempat mereka berkumpul
"Apa kamu mau mencoba ini?" Tanya Yakuza itu mengeluarkan sekotak rokok
Yuya pun mengangkat kepalanya menatap Yakuza itu "gomen, aku tidak berminat" tolaknya langsung berdiri dari tempatnya dan berjalan pergi meninggalkan para Yakuza itu
"Oi Yuya!!" Teriak Yakuza itu berlari menghampiri Yuya dan menarik tangan Yuya dengan kasar
"Kau harus mencobanya, ini sangat enak" tawar Yakuza itu lagi sengaja mengoda Yuya.
"Kamu mau ini?" Tawar Yuya kembali sambil mengeluarkan sekotak permen karet. "Aku rasa ini lebih enak dari pada itu" lanjutnya membuka kotak itu dan mengeluarkan butir permen karet dari dalamnya. Walaupun Yuya anak yang rusak tetapi dia menguatkan dirinya untuk tidak menyentuh barang-barang aneh seperti itu.
"Kau!" Seru Yakuza itu merasa diremehkan oleh Yuya. Yuya memalingkan mukanya menatap Yakuza itu "jika tidak ada apa-apa aku mau kembali dulu" gumamnya mau berjalan pergi

Ai yang baru keluar dari Super Market dan membawa dua kantong bahan makanan maupun cemilan berhenti melangkah ketika melihat sosok yang baru dia kenal tadi pagi  dihadapannya

"Kau meremehkanku?" Tanya Yakuza itu langsung menonjok pipi Yuya.
Yuya yang mundur beberapa langkah karna ditonjok langsung  mengusap pinggir bibirnya yang sudah berdarah dengan pelan lalu dia berpaling menatap Yakuza itu
"Beri dia pelajaran" gumam ketua Yakuza itu menyuruh anak buahnya untuk menyerang Yuya
Tentu Yuya tidak tinggal diam, tetapi karna satu melawan begitu banyak akhirnya dia babak belur

Ai yang masih terbengong menatap Yuya sudah jatuh kelantai pun langsung berlari menghampiri Yuya, dia menjatuhkan dirinya keatas tubuh Yuya ketika Yakuza itu akan memukul Yuya dengan kayu. Yakuza itu terlihat kaget dia mengangkat kayunya kembali sebelum mengenai tubuh Ai " dasar laki-laki lemah, hanya dapat berlindung dengan wanita" gumam Yakuza itu membuang kayunya dan berjalan pergi bersama anak buahnya
"Kamu tidak kenapa-napa kan?" Tanya Ai bangun dari tubuh Yuya dan dengan sekuat tenaga membangunkan Yuya yang sudah lemes
Yuya yang sudah terduduk langsung menangkis tangan Ai "buat apa kau disini?" Tanyanya menunduk, dia tidak berani menatap Ai karna baru pertama x dia harus berlindung kepada wanita
"A..aku hanya panik melihat orang itu ingin memukulmu dengan kayu" jelas Ai gagap sambil melihat kayu yang berada didekat yuya
"Jika dia memukulku juga tidak ada urusan denganmu!" bentak Yuya kasar
Ai pun terdiam, baru pertama x dia dibentak sekasar itu
Yuya ikut terdiam, ia  memalingkan mukanya menatap Ai, ia menunduk kembali dan berusaha berdiri tetapi kakinya tidak kuat, Ai langsung mengulungkan tanganya untuk menopang Yuya tetapi Yuya langsung mendorong Ai sehingga Ai mundur beberapa langkah
"Sudah ku bilang bukan urusanmu!!" Bentak Yuya lagi
"Setidaknya kamu harus berobat dulu" tegur Ai pelan dia terlihat pedih melihat luka-luka Yuya. Ai pun membungkuk mengambil dua kantong bekas belanjaannya yang tadi dia jatuhkan untuk menolong Yuya. Setelah membereskan kantong-kantong itu dia kembali menopang Yuya "apartemenku disekitar sini, mampir dulu saja dulu, aku akan mengobati lukamu" gumam Ai
"Ti.."Kata-kata Yuya terpotong ketika Ai mendorong Yuya untuk berjalan
"Dia memang perempuan yang baik hati" angguk Renn terkagum melihat Ai, dia terus mengikuti Ai dan Yuya dari belakang
Yuya memalingkan wajahnya menatap Renn dan kembali menatap Ai

***
Setelah mengobati Yuya, Ai langsung mengambil kotak p3k kembali ke kamarnya
"Kenapa kamu mengikutinya?" Tanya Yuya masih sibuk melihat luka yang dibalut rapi oleh Ai
Renn terlihat bingung menatap kiri kanan mencari tau Yuya sedang berbicara dengan siapa tetapi anehnya tidak ada seorangpun disana dan Ai juga tidak ada disana. Yuya mengangkat kepalanya pelan dan menantap Renn dingin seperti biasa dia menatap orang-orang
"Ore?" Tunjuk Renn pada dirinya sendiri, dia terlihat sangat polos seperti bidadari tidak berdosa
"Jika tidak? Memangnya selain kau diruangan ini ada siapa lagi?" Ketus Yuya
"Kau dapat melihatku?" Tanya Renn terkaget ,dia tidak menghiraukan kata-kata Yuya tadi
"Ya" jawab Yuya singkat lalu dia kembali bersenderan disofa, ia sudah berasa bahwa itu adalah rumahnya
"Sugoii" gumam Renn terkagum-kagum
Yuya pun menghela napas "kau belum menjawab pertanyaanku" gumamnya melirik Renn
"Kamu tanya apa memangnya?" Tanya Renn masih tampang polos dan membuat Yuya menghela napas sekali lagi
"Kau kenapa terus mengikuti perempuan itu?" Tanya Yuya mengulang pertanyaannya dengan pelan karna dia tidak ingin kedengaran oleh Ai
"Ou.. Dia pa.." Kata-kata Renn terpotong ketika Ai berjalan keluar membawa sup hangat dari dapur
Yuya mengangkat salah satu alisnya "bukan tadi dia berjalan kekamar?" Batinnya  bingung
"Hai! Douzo! Gomen ini baru aku panasin lagi, aku rasa kamu belum makan jadi makanlah" tawar Ai terlihat ramah walaupun Yuya bersikap galak terhadapnya
Yuya pun merilik sup yang ada dihadapannya lalu menatap kearah Renn lagi
"Dia memang bidadariku, oh my angel baik sekali kamu" gumam Renn terkagum-kagum. Renn yang sadar telah diperhatiin Yuya dari tadi pun tersipu malu "makanlah" tawar Renn  kembali serius
Yuya dengan ragu-ragu mengambil sendok dan meminum sedikit sup itu lalu kembali menatap Renn
"Bagaimana? Enakan masakan Ai?" Tanyanya Renn dengan bangganya
"Bagaimana?" Tanya Ai berharap Yuya menyukainya
"Aku sudah kenyang  sekarang aku mau pulang dulu" gumam Yuya  berdiri dan berusaha berjalan sampai kedepan pintu
"Apa masakanku tidak enak" gumam Ai sedih melihat mangkuk sup yang masih penuh itu lalu dia menatap kearah Yuya "biar aku bantu" tawanya kembali menopang Yuya, Yuya langsung menyingkirkan tangan Ai "aku bisa sendiri" gumam Yuya dingin. Dia membuka pintu apartemen Ai dan berjalan keluar tanpa pamitan
"Benar-benar keras kepala" gumam Renn menyimpulkan

***
didalam kelas semua murid sudah duduk manis sambil memerhatikan sensei biologi menjelaskan pelajaran didepan kelas.  Tetapi berbeda dengan Ai. Dia terus melihat ke belakang
"Kenapa dia masih belummasuk? Apa karna lukanya?" Batin Ai
"Ai-chan" geleng Renn yang duduk dimeja Yuya tepat didepan Ai "kamu itu terlalu baik" gumamnya dapat melihat jelas jika Ai sedang mengkhawatirkan Yuya. Renn pun menurunkan kedua tangan yang digunakannya untuk menopang dagunya ketika melihat Yuya berjalan masuk, tanpa basa basi terlebih dahulu kepada Sensei yang sedang menjelaskan didepan Yuya langsung berjalan kearah tempat duduknya
"Takaki-san!" Panggil sensei perempuan itu terdengar lembut. Yuya menghentikan langkah kakinya dan menengok kearah sensei
"Kamu kenapa telambat lagi?" Tanya sensei biologi  itu jauh lebih lembut dibanding sensei matematika mereka "gomen" gumam Yuya kembali melanjutkan langkahnya.
Sensei itu pun tersenyum dan kembali membahas pelajaran
"Ternyata kamu tidak terlalu keras kepala juga jika dihalusin" gumam Renn menantap Yuya. Yuya hanya terdiam melirik Renn duduk diatas mejanya
"Apa kau bisa minggir?" Bisik Yuya
"Oh! Hai! Gomen ne" gumam Renn langsung berdiri

"Ternyata Yuya-san bukan seseorang yang total memiliki sifat jelek seperti bayanganku" batin Ai sambil memainkan bulpennya tetapi dia tidak berani menenggok kearah Yuya. "Renn-chan" batin Ai kembali mengingat Renn ketika melihat dua cincin dilehernya "aku jadi kangen denganmu yang keras kepala dan seenakmu sendiri" batin Ai terbengong

FLASHBACK~
"Oi! Pesuruh ku! Siapkan makanan untukku, aku lapar " perintah Renn yang asik-asikan membaca majalahnya sambil ngemil
"Hai! Tuan besar" gumam Ai gergetan karena hari ini Renn menyuruhnya datang kerumahnya hanya untuk memasakan makanan untuknya dan membereskan rumah Renn yang kotor seperti gudang tidak terpakai karena Renn baru pulang dari Paris
"Bagus-bagus" angguk Renn senang. Ai langsung melirik Renn dengan sinis "awas kamu Renn-chan!!" batinnya berjalan kedapur
Setelah memotong semua sayuran-sayuran Ai pun menyelupkannya kepanci air yang sudah mendidih dia memberikan berbagai perasa agar enak tetapi ketika dia mengingat Renn memperlakukannya sebagai pembantu,dia pun terlihat kesal dia terus menuangkan sebotol garam yang ada ditanganya “siap mati kau Tuan besar” gumam Ai tersenyum jail “ah, sudah abis” gumamnya ketika garam tidak mau keluar lagi dari botol itu.
Setelah selesai masak Ai pun mengambil panci itu keluar keruang tamu tempat Renn menjadi tuan besar
“ini Tuan Renn” gumam Ai menaruh sepanci sup yang masih panas itu. Lalu Renn menaruh majalahnya dan ingin mengambil sendok disamping panci itu tetapi dia melirik Ai yang sedang cengar cengir tidak jelas dia pun mengurungkan niatnya
“Ai-chan, kamu pasti sudah lelah dan lapar, sini kamu makan duluan biar aku suapin” tawar Renn tersenyum manis
“eh? Makan sup itu? Makasih! aku masih mau hidup” batin Ai terkaget “Etto, tuan besar Renn tidak perlu, ini aku masak sepenuh penuh cinta untuk mu jadi kamu harus menghabiskannya” tolak Ai tersenyum manis
Renn pun menatap sup itu lalu kembali mengangkat kepala melihat ke Ai
“sini kamu cobain duluan, aku tidak ingin memakan sup yang tidak enak” ceplos Renn.
“kenapa harus aku yang jadi tikus percobaan sup mematikan ini duluan?” batin Ai, Ai pun mengambil sendok dan mengambil sup itu sedikit, dia kemudia meminumnya dengan pelan-pelan “benar-benar mematikan” batinnya berusaha menahan ekspresi yang ngak-ngak agar Renn mau memakan sup itu
“sudah ku coba, rasanya enak sekali karena ini memang dimasak dengan penuh cinta Tuan besar Renn” gumam Ai yang memastikannya
Melihat Ai yang penuh kepastian, Renn pun mengambil sendoknya dari tangan Ai lalu dia mengangkat mangkuknya dan menengguknya supnya terlebih dahulu. Dia langsung menyemburkan kuahnya “ ehek..Ai-chan!! Ini yang namanya penuh cinta? Ehek.. ehekk” teriak Renn terus batuk-batukan, dia merasa sangat keasinan
Ai pun ketawa ngakak melihat ekspresi Renn.
“Ai!” seru Renn menarik tangan Ai sehingga Ai terjatuh kedalam pelukan Renn. Ai berhenti ketawa dan terlihat bingung ketika Renn memeluknya
“Ai kamu jahat” gumam Renn mulai mengelitik pinggang Ai
“aa! Renn-chan! Berhenti!!” pinta Ai kegelian dia tidak dapat kabur karena sudah lemes kegelian “Renn!!” teriak Ai terus ketawa kegelian
“rasakan” gumam Renn tertawa senang dan tangannya tidak berhenti untuk mengelitik pinggang Ai
Ai pun berusaha untuk mengelitiki kembali Renn sekarang malah jadi Renn yang kegelian “Ai…Ai-chan su..su,,sudah!” gumam Renn merasa kegelian

END FLASHBACK~

“Yaotome-san” panggil sensei itu membuyarkan lamuan Ai
“eh? Hai? Ada apa sensei?” Tanya Ai polos
Semua murid didalam kelas pun tertawa lucu kecuali Yuya yang menatap Ai dengan dingin. Sensei pun menghela napas dan menanyakan soal didepan papan kepada Ai.

***
Ai memiliki kebiasaan untuk memakan bekalnya ditaman
“itadakimas” gumamnya duduk dibawah rumput-rumputan
Yuya yang memiliki kebiasaan tidur dibangku taman ketika israhat pun terbangung ketika mendengar suara itu. Dia mengangkat kepalanya sedikit untuk mencari sumber suara tersebut dan menemukan Ai yang sedang makan didekat sana “dasar perempuan aneh, memangnya tidak bisa makan di dalam kelas?” batin Yuya menyipitkan matanya lalu kembali tiduran
“Renn-chan” gumam Ai tiba-tiba berhenti makan dia menaruh bekalnya diatas pangkuannya lalu menghela napas mengingat kenangan-kenangan bersama Renn

FLASHBACK~
“Renn-chan!!” teriak Ai ketika Renn tidak sengaja membuat omelet yang sedang dimasak Ai gosong
“nani?” tanya Renn dengan polosnya
“kau menghancurkan makan malam kita!!” seru Ai kesal dia cepat-cepat meminggirkan Renn dan buru-buru mengangkat omelet itu dari wajan
“bukan enak juga jika makan gosong-gosong?” gumam Renn sambil berpikit polos. Ai menatap Renn dengan tajam lalu menghela napas
“dasar Tuan besar Baka” gumam Ai menaruh omelet itu dimeja makan
“baka janai” gumam Renn mengikuti Ai dari belakang

END FLASHBACK~

“Ai-chan! bukan kamu sudah berjanji akan melupakan kenangan kita?” seru Renn yang membuat Yuya kembali terbangun menatapnya
“ada apa dengan hubungan mereka?” batin Yuya bingung

***
"Oi!" Panggil Yuya terdengar galak
Ai tersadar dari lamunannya dan mencari sumber suara itu, dia menemukan Yuya yang duduk diatas kursi seperti mafia "Yuya-kun" panggilnya pelan
"Bisakah kau jangan berisik?" Tanya Yuya menatap Ai dan Renn secara bergantian
"Aku tidak ribut" gumam Ai acuh tak acuh
Yuya pun terdiam menatap ke Renn yang sedang berdiri menatap Yuya sambil meminta-minta agar Yuya tidak memarahin Ai. Yuya pun menghela napas dan berdiri dari tempat duduknya lalu dia berjalan menghampiri Ai
"Kau ada roti?" Tanyanya
"Hai" jawab Ai sedikit gugup karna dia tidak mengerti Yuya kenapa tiba-tiba meminta roti apa dia sudah kelaparan?
"Arigatou" gumam Yuya mengambil roti itu dan berjalan pergi
Setelah Yuya pergi, Ai buru-buru menyimpan kotak bekalnya dan mengikuti Yuya dari belakang. Dia sangat penasaran dengan tingkah Yuya yang misterius atau kata lainnya aneh

"Hai, douzo" gumam Yuya tersenyum "makannya pelan-pelan saja ya" gumam Yuya lagi
"Ternyata walaupun kasar tetapi hatinya baik ya" batin Ai yang sedang memerhatikan Yuya menyuapi seekor anak anjing "tidak seperti Renn" gumamnya teringat dengan kelakuan Renn

FLASHBACK~
"Kasihan anak anjing itu" gumam Ai yang sedang jalan-jalan berdua dengan Renn di taman, dia menemukan seekor anak anjing yang sedang sakit "Renn-chan" panggil Ai mengibaskan tangannya agar Renn cepat berlari kearahnya
"Doshite?" Tanya Renn mengerutkan keningnya ketika melihat Ai mengendong seekor anak anjing
"Kasihan anak anjing ini, sepertinya dia sakit" gumam Ai
"Lalu apa hubunganya dengan kita?" Tanya Renn bingung
Ai pun menghela napas "yuk kita bawa dia periksa ke dokter" ajak Ai berdiri sambil mengendong anak anjing itu
"Ai!!" Teriak Renn tidak setuju tetapi Ai tidak menghiraukan Renn dia terus berjalan pergi

Setelah sampai dirumah
"Menyusahkan saja" gumam Renn kesal
"Renn-chan, tidak ada salahnya kita menolong anak anjing ini, kasihan dia sudah demam" gumam Ai yang sedang mengendong anak anjingnya
"Aku tidak suka" gumam Renn memanyunkan mulutnya. Dia melemparkan kunci pintu rumahnya keatas meja lalu menjatuhkan badannya keatas sofa
"Doshite? Lihat dia begitu imut" senyum Ai sambil mendekatkan anak anjing itu kedekat Renn dengan sengaja
"Sudah bawa pergi!! Aku tidak suka" perintah Renn menyingkirkan tangan Ai
"Baka" gumam Ai duduk disofa dekat Renn
"Oh ya Renn-chan, sepertinya aku tidak dapat membawanya pulang kerumah jadi aku nintip dirumahmu ya" pinta Ai sambil memelas
"Nani?!!" Tanya Renn terkaget "aku tidak mau dan tidak akan mau!!!" Seru Renn
"Ayolahh Renn-chan" pinta Ai terus menerus

END FLASHBACK~

"Omae!!" Teriak seorang yang menyadarkan Ai
"Ne? Doshite?" Tanya Ai dengan polosnya
"Kerjaan kau selain melamun apa lagi?" Tanya Yuya sedikit menyindir
"Gomen" gumam Ai
"Kenapa kau ada disini?" Tanya Yuya
"Aku? Disini? Ettoo.. Ano... Daijoubu desu" senyum Ai tanpa dosa
Yuya pun menghela napas lalu kembali menyuapin anak anjing itu
"Boleh aku pegang anak anjingnya?" Tanya Ai
"Ya" angguk Yuya ragu-ragu
"Wuah lucu sekali" gumam Ai langsung memeluk anjing itu "siapa namanya?" Tanya Ai menatap Yuya. Yuya hanya mengangkat bahu
"Kamu tidak menamainnya?" Tanya Ai
"Iie" gumam Yuya mengigit roti yang ada ditangannya
"Hm.. Bagaimana kalo kita namakan Renn" gumam Ai
"Apa?!!" teriak Renn kaget
"Renn?" Gumam Yuya ikut terkaget lalu memalingkan wajahnya menatap Renn
"Nama yang bagus bukan?" Tanya Ai tersenyum senang
"H..ha..hai" angguk Yuya acuh tak acuh
"Ai-chan,, kamu jahat!! Kenapa menamakan anak anjing itu pakai namaku?" Bentak Renn tidak menerimannya
"Renn-chan, kawaii nee" gumam Ai mengangkat anak anjing itu lalu menciumnya
"Aku disini Ai-chan, kenapa kamu mengangapku itu anak anjing kumel itu?" Tanya Renn kesal
"Sebenarnya apa hubungan mereka berdua?" Batin Yuya benar-benar tidak mengerti


***
"Kenapa dia selalu bersifat cuek seperti begini ketika disekolah? Padahal dia cukup baik"batin Ai ketika melihat Yuya mulai buat onar didalam kelas lagi
Renn menghela napas, dia bersenderan dimeja seberang meja Yuya sambil melihat Yuya yang sedang mencaci maki gurunya "indahnya anak jaman sekarang" gumamnya mengeleng,tanpa menyadari jika dia sendiri juga masih muda
*Dubrakk
Suara kursi yang baru ditendang Yuya pun membuat suasana terdiam hening menatap dia
"Jangan sekali-kali membuatku emosi" ucapnya menatap tajam senseinya dan berjalan keluar kelas

Setelah berjalan  ketaman Yuya langsung menonjok pohon yang didepan hadapannya
"Apakah sikapmu itu pantas untuk seorang pelajar?" Tanya seseorang yang menghampiri Yuya.
"Bukan urusanmu" gumam Yuya menatap Renn
"Kenapa bukan urusanku?hanya kau saja yang dapat melihatku bukan? Jadi kita itu temen" jelas Renn sok dekat
"Siapa teman mu? Jangan sok akrab" ketus Yuya dingin
"Kau benar-benar keras kepala" gumam Renn melipat kedua tangannya didepan dada dan mengeleng-gelengkan kepalanya
Yuya tidak menghiraukan kata-kata Renn dia berjalan beberapa langkah menuju bangku taman
"Kenapa kamu selalu bersikap dingin terhadap orang-orang? Aku tau itu bukan sifat aslimu" gumam Renn menjadi serius dia menghampiri Yuya dan duduk disebelah Yuya.
"Bukan urusanmu" gumam Yuya lagi
"Hey! Kau!" Teriak Renn kesal "bagaimana  aku bsa tenang  menyerahkan Ai-chan ke kamu jika sikapmu sedingin es batu" gumam Renn yang hanya dapat didengar oleh dirinya sendiri
"Apa katamu?" Tanya Yuya yang mendengar Renn ngoceh tidak jelas
"Iie..iie.daijoubu desu" nyengir Renn
"Apa hubungan kau dengan perempuan itu?" Tanya Yuya menatap lantai dengan tatapan kosong
"Siapa? Ai-chan?" Tanya Renn langsung menatap Yuya
"Un" angguk Yuya melipat kedua tangannya didepan dagunya
Renn menjadi terdiam
"Dia pacarku" gumamnya menunduk
"Pacarmu?" Tanya Yuya terkaget
"Un" angguk Renn sekali lagi
"Kenapa kamu mengikutinya? Bukan kau seorang shinigami?"Tanya Yuya
"Oi! Aku bukan shinigami tetapi angel, mengerti kamu?" Tanya Renn tidak menerima jika dia dipanggil malaikat pencabut nyawa
"Sama saja yang penting kau sudah mati" ketus Yuya
"Apa kata mu?!" Tanya Renn mengamuk
"Bukan itu kernyataan?" Tanya Yuya menatap Renn
"Iya juga" angguk Renn menyetujui
"Jadi kenapa kau mengikutinya?" Tanya Yuya kembali ke topik
"Hm.. Aku ingin mencarikan  seorang yang benar-benar dapat melindungi ai-chan" gumam Renn menundukan kepalanya "dan orang itu adalah kamu" lanjutnya menatap Yuya dengan serius
"Ore?" Tanya Yuya terkaget
"Un" angguk Renn memastikan
"Siapa aku siapa kau, seenak jidat kau menyuruhku melindungi perempuan itu?" Tanya Yuya tidak menerima
"Aku mohon, aku tau ini sangat berat, tetapi ini demi Ai, aku ingin dia memulai kehidupan baru bukan terkurung dalam kenang kami berdua" cerita Renn
"Aku rasa hidup dia sangat ceria" gumam Yuya yang tau Ai selalu ceria didepannya
"Iya, memang dia menuruti kata-kataku tetapi tidak sepenuhnya, dia masih selalu memikirkanku" jelas Renn sedih
"Itu si urusan kalian" gumam Yuya bangun dan berjalan pergi meninggalkan Renn
"Yuya-kun.. Yuya.." Panggil Renn tetapi Yuya tidak menghiraukannya
"Kenapa sikapnya seperti ini" gumam Renn menghela napas

To Be Cont..

Apa ada yang mau tau bagaimana anak anjing dirumah Renn?
FLASHBACK ~
"Kenapa anjing jelek ini harus tinggal dirumahku?"Gumam Renn menatap tajam anak anjing didepan hadapannya itu setelah Ai pulang
"Hey kau jelek!! Sana pergi!! Jangan tidur disofa ku" usir Renn
Anak anjing itu melihat Renn dengan malas lalu kembali tidur dan membuat Renn emosi
"Kau!! Awas aku!!" Gumam Renn menatap kiri kanan mencari sesuatu, dia pergi mengambil sebuah kardus kecil lalu memasukan anak anjing itu kedalamnya "jangan macam-macam kau!!" Gumamnya menaruh kardus itu didekat pintu masuk, setalah itu dia kembali keruang tamu dan menjatuhkan dirinya dengan malas keatas sofa "melelahkan" gumamnya menghela napas dan berusaha mengambil remote tv yang berada tepat diatas meja. Renn pun mulai menonton drama. Tanpa sadar dia melihat kearah anak anjing yang sedang mau naik keatas sofa dan kembali nonton, tidak berapa lama dia baru tersadar jika anak anjing itu sudah tidur disofannya
"Kenapa dia muncul lagi? Dasar kau anjing jelek!!" Serunya kesal