Title : This Is My World Not Your World
Author : Yukari a.k.a Tania
Type: Multichaptered (MC)
Part :1
Genre: Romance,friendship, etc
Cast :Yuya Takaki as vampire
Nozomi Arioka
Other :Yui Takaki, Daiki Arioka, Hikaru Yaotome, Haruka Miyazaki ,Kei Ino
as girl
Konichiwa minna-san, atashi Arioka Nozomi
desu,yang perlu kalian ketahui dari aku adalah Aku tidak percaya dengan adanya
Vampire didunia ini, demo.. ini adalah kejadian tragic dihidupku
***
*BRAKK!
“Hey! Kau punya mata tidak?” tanya seorang
perempuan yang tidak sengaja ditabrak nozomi
“gomenasai” tunduk nozomi
“aku tidak mau tau! Bajuku sudah kotor
karnamu! Kau tau? Ini baju baruku! Baka!” ngerocos perempuan itu akhirnya
berhenti juga
“hountouni gomenasai “ ucap nozomi sekali
lagi dan benar-benar membungkuk sampai 90 derajat
“tidak ada kata maaf untukmu!” seru
perempuan itu terlihat marah
“Yui” panggil seorang laki-laki yang
menghampirinya dengan bersepeda
“onii-chan” panggil Yui (perempuan itu)
tiba-tiba menjadi lembut
“yuk pulang” ajak laki-laki itu, (kakak
laki-laki Yui) yang bernama Takaki Yuya
“hai!” senyum Yui berjalan menuju sepeda
Yuya. Setelah naik ke sepeda Yuya, mereka pun siap-siap pergi tetapi Yui terus
menantap ke arah Nozomi “ awas kau!” gumamnya sambil mengepalkan tangannya.
Setelah Yui sudah tidak kelihatan lagi, Nozomi segera
membereskan dokumen-dokumen dia yang terjatuh berantakan dijalan.
“aku harus buru-buru pulang, pasti onii-chan
sedang menunggu dokumen-dokumen ini” gumannya segera berlari pergi setelah
merapikan dokumennya
***
“ bikin onar apa lagi kamu?” tanya Yuya setelah sampai dirumah
“iie, aku belakangan ini sangat baik.
Tidak ada korban” gumam Yui terlihat sangat santai
“hountou?” tanya Yuya mengerutkan
keningnya
“ya” angguk-angguk Yui dengan senyumnya
lugunya
“baguslah, ini untuk kamu” gumam Yuya
memberika segelas minuman berwarna merah
“benar ini untukku?” tanya Yui menerima
segelas air kental berwarna merah yang tak lain adalah darah
“tentu. Ini sebagai hadia kara kamu tidak
buat onar” senyum Yuya mengacak-acak rambut Yui
“arigatou ne nii-chan” gumam Yui dengan
senang meminum abis segelas darah itu karna sudah kelaparan.
***
“nii-chan” panggil Nozomi mengatur
napasnya
“nani?” tanya nii-chan nozomi yang
bernama Arioka Daiki
“ini dokumen yang nii-chan mau” gumam
Nozomi memberikan setumpuk kertas yang berisi tentang dokumen-dokumen penting
“kenapa berantakan?” tanya Daiki membolak
balik dokumen-dokumen yang tidak tersusun rapi itu
“tadi aku tidak sengaja menjatuhkannya”
nyengir Nozomi takut Daiki marah
“dasar kau ini, sudah sana pergi mandi”
printah Daiki memuterkan kursinya kearah meja belajar dan meneruskan
kesibukannya.
Melihat Daiki yang kembali sibuk Nozomi
pun berjalan keluar dan menutup pintu kamar Daiki kembali kemudian dia menghela
napas “syukurlah nii-chan tidak marah” guman Nozomi merasa sedikit lega dan
berjalan masuk ke kamarnya
***
“Hey! Yuya-kun ada apa denganmu?” tanya
seorang perempuan yang memeluknya dari belakang
“hey! jangan sembarangan memelukku!” perintah
yuya dengan nada sedikit kesal
“nande? ” tanya perempuan itu
“aku tidak suka” jawab yuya singkat
“tetapi aku suka jika dapat memelukmu,
karna sangat menyukaimu aku jadi ingin terus memelukmu” jelasnya memeluk yuya
lagi
“sudahlah haruka-chan, kita ini hanya
saudara jauh dan tidak akan ada perasaan lebih” jelas yuya melepaskan tangan
perempuan yang dipanggil haruka itu dan berpindah sedikit jauh darinya untuk
jaga jarak
“aku tidak peduli, intinya aku
menyukaimu! Dan kamu itu milikku!”seru haruka
“apa kata mu” gumam yuya pasrah lalu
berjalan masuk ke kamarnya
“apa kataku? Berati dia mau berpacaran
denganku?” gumam haruka salah sangka. Dia terlihat sangat senang
***
“ kei-chan” panggil Nozomi
“Doshite ne Nozomi-chan?” tanya kei
manatap Nozomi bingung
“kapan kita akan berwawancara disekolah
itu” tanya Nozomi
“maksudmu tugas wawancara ke sekolah aneh
itu?” tanya kei balik
“iya, sekolah itu” angguk nozomi
“tidak tau tetapi aku jadi takut jika
kita harus beneran pergi kesekolah itu” gumam kei merinding
“atashi mo, tetapi tugas sudah harus
dikumpul minggu depan, mau tidak mau kita harus pergi” jelas nozomi tampang
pasrah
***
“nozomi-chan, sekolah ini benar-benar
aneh” bisik kei yang berjalan dibelakang nozomi
“iya, aneh tetapi apa boleh buat, kita
harus mewawancarai salah satu guru disini” gumam Nozomi
“yasudah cepet cari gurunya, aku takut
berada dsini” bisik kei lagi setelah melihat sekeliling sekolah yang begitu
angker
“tetapi dimana?” bisik nozomi balik
“ ohayou!!” teriak seorang laki-laki yang
tiba-tiba muncul dari belakang nozomi dan kei
“ohayou” sapa nozomi balik, dia menutup
telingannya karna sakit mendengar triakan itu
“wah! manisnya,kamu murid baru disini?”
tanya laki-laki itu terus menatap nozomi dari atas sampai bawah
“iie, kami hanya mau mewawancarai guru
disini” jawab nozomi
“ouh, wakata, aku kira aku dapat santapan
baru”gumam laki-laki itu
“santapan baru?” tanya nozomi bingung
“iie, maksudku aku dapat teman baru”
senyum laki-laki itu
“ouh, Etoo.. Boleh aku tanya sesuatu?”
tanya nozomi ragu-ragu
“silakan” gumam laki-laki itu
mempersilakan
“dimana ruang guru disini?”
“disana” tunjuk laki-laki itu “tinggal
lulus lalu belok kiri” lanjutnya
“ouh, arigatou ne” senyum nozomi berjalan
pergi sambil menarik Kei
“hey! bolehku tau namamu?” triak
laki-laki itu membalikkan tubuhnya setelah beberapa detik melamun
“arioka nozomi desu” senyum nozomi
memalingkan wajahnya menatap laki-laki itu lalu kembali berjalan pergi lagi
“ore wa yaotome hikaru desu, jangan lupa
mencariku jika kamu kesini lagi” triaknya lagi.
Setelah mendapat petunjuk dari hikaru,
nozomi pun pergi ke ruang guru mewawancarai salah satu guru disana
***
“hu..uh” keluh hikaru setelah masuk kelas
“doshita ne hikaru-kun?” tanya teman-temannya
mulai mengelilingnya
“ tadi aku bertemu seorang manusia, manis
sekali dia, aku kira dia murid baru disini dan siap menjadi sarapan pagiku”
jelas hikaru menghela napas
“maunya kamu itu, tetapi nanti bagi-bagi
aku ya” canda temannya
Yuya yang mendengar pembicaraan
teman-temannya dengan jelas pun langsung berjalan keluar kelas dan mulai
mencari-cari gadis manis yang disebut-sebut hikaru.
***
“akhirnya selesai juga” gumam kei yang
sangat senang dan berjalan keluar bersama nozomi
“iya, akhirnya kita dapat cepet-cepet
pulang kesekolah kita” gumam nozomi yang terus melihat-lihat data yang baru
tadi dia tulis
BRAKK!!
“ittai!” rintih nozomi yang terjatuh
“nozomi-chan, daijoubu desuka?” tanya kei
yang mendekati nozomi dan berusaha membangunkannya
“daijoubu” geleng nozomi
“hey! kalian, punya mata untuk melihat
jalan tidak?” tanya haruka yang kesakitan juga karna ditabrak nozomi
“dia?!” tujuk yui kaget karna bertemu
dengan nozomi lagi
“kamu mengenalinya?” tanya haruka menatap
Yui bingung
“un,” angguk yui “ dia yang membuat baju
baruku kotor!!” seru yui yang mulai berapi-api
“ternyata kamu yang membuat baju adik
iparku kotor? Tidak ku maafkan!!” seru haruka mendekati nozomi
“sudah cukup.” cegat seseorang dengan santainya
dia berjalan menuju kearah mereka.
“yuya-kun” panggil haruka terkaget
“jangan seperti kanak-kanak” gumam yuya
menatap haruka.
“kenapa yuya-kun membelanya?” tanya
haruka tidak mengerti
“nii-chan kenapa membelanya? Bukan
nii-chan sudah pacaran dengan haruka-chan” tanya yui tidak mengerti juga apa
yang sedang dilakukan kakaknya
“aku tidak bilang jika aku sudah pacaran
dengannya” gumam yuya terlihat dingin
“daijoubu desuka?” tanya yuya dengan
lembut ke nozomi
“daijoubu” senyum nozomi menunduk
“yuya-kun! Kau jahat!” seru haruka lalu
berlari pergi
“nii-chan keterlaluan!” gumam yui ikut
berlari pergi menyusul haruka serta anggota geng nya juga ikut menyusul mereka
berdua
“jika sudah keluar dari sini, jangan
perna datang lagi” pesan yuya yang membuat nozomi tidak mengerti
“kenapa?” tanya nozomi bingung
“tempat ini tidak cocok untuk kalian,
biar aku mengantarkan kalian keluar dan ingat jangan perna datang lagi” ucap
yuya lalu berjalan pergi, nozomi dan kei hanya mengikuti mereka dari belakang
***
“gomen aku hanya dapat mengatarkan kalian
sampai disini” gumam yuya berhenti disebuah atap hitam yang tebal untuk menutup
sinar matahari
“daijoubu, arigatou ne sudah mau menolongku”
senyum nozomi membungkuk, kei pun ikut bungkuk.
“sudah sana pulang” usir yuya
“un, sayonara” lambai kei dan nozomi yang
berjalan pergi
“sayonara”
***
“ dia terlihat ganteng ya?” gumam kei
yang tersenyum-senyum sejak tadi berpisah dengan yuya
“kamu menyukainya?” tanya nozomi
“iie, aku sudah ada kouta-kun” nyengir
kei
“kamu itu” geleng nozomi
***
“kamu jahat!” seru haruka langsung melemparkan
barang yang berada atas mejanya ketika melihat yuya masuk, tetapi yuya dengan
coolnya menangkap barang itu.
Semua teman-teman sekelasnya pun
terbengong melihat mereka berdua
“kenapa kamu menyukai seorang manusia
biasa?!” tanya haruka dengan tangisan
“nani?! Yuya-kun kamu pacaran dengan
manusia?!” tanya hikaru heboh
“iie, mana mungkin aku berpacaran dengan
seorang manusia biasa?”
“baguslah jika kamu masih sadar dirimu
itu seorang vampire” gumam hikaru yang menepuk-nepuk pundak yuya
“tetapi kenapa kamu membelanya?” tanya
haruka berlanjut
“aku tidak membelanya ini karna kamu yang
keterlaluan, jika aku tidak mencegat apa yang kamu lakukan? Membunuh gadis itu
ditempat?” tanya yuya yang tau jelas tingkah laku haruka tadi.
Haruka hanya terdiam malu
“nani?” kamu mau bunuh gadis yang tadi
datang itu?!” tanya hikaru heboh lagi “tidak boleh! Dia itu santapanku! Karna
aku yang menemukannya duluan tadi pagi!” seru hikaru
“bisakah kau diam?! Ini urusanku dengan
yuya-kun!” teriak haruka yang terlihat marah ketika menatap Hikaru
“ops!” hikaru pun menutup mulutnya dan
duduk ditempat dia tadi
Setelah melihat keadaan sudah hening
haruka kembali duduk dan mulai menangis lagi. Yuya yang tidak tega melihat
seorang gadis nangis seperti begitu dihadapannya, dia pun menghampirinya
“jangan menangis lagi” bisiknya memberikan sapu tangannya
“yuya-kun jahat! Yuya-kun lebih suka
seorang gadis manusia biasa dibandingkanku, yuya-kun kan sudah janji denganku
kemarin jika yuya-kun akan pacaran denganku” gumam Haruka
Yuya pun menghela napas panjang karna
lelah dengan sifat haruka yang tidak berpengertian “apa katamu.” gumamnya lalu
kembali ketempatnya.
Mendengar kata-kata yuya, haruka menangis
semakin kencang dan membuat semua murid-murid dikelas menutup telinganya tentu
dengan yuya yang tidak tahan dengan sifat perempuan seperti dia akan marah
“hey! sudah cukup haruka-chan! Sudahku
bilang beribu-ribu kali kita hanya saudara jauh dan aku tidak akan berpacaran
dengan kau! Dan jangan mencoba-coba mengaturku, karna aku tidak suka! Ingat
itu!” seru yuya berjalan keluar. Setelah keluar dia mencari tempat yang gelap
dan nyaman untuk dia tidur.
***
“kouta-kun” peluk kei senang melihat kota
yabu (pacarnya) menjemputnya
“hey! hey! jangan seperti itu, disini
masih ada nozomi-chan” bisik kouta malu karna dilihat nozomi terus menerus
“daijoubu da yo, dia kan sahabatku”
senyum kei menatap Nozomi dan Kouta bergantian
“iya, betul itu” nyengir nozomi senang
karna melihat senyuman sahabatnya yang begitu bahagia “sudah sana pergi
makan-makan, aku harus pulang masak nanti mungkin nii-chan ku pulang lebih awal
lagi” lanjutnya melihat jam tangannya
“un. Jya
ne nozomi-chan” lambai kei naik kesepeda kouta
“jya ne kei-chan, jya ne kouta-kun”
lambai nozomi yang melihat kouta dan kei pergi
***
“nii-chan” panggil nozomi kaget melihat
daiki pulang lebih awal darinya
“nani?” tanya daiki sibuk mengerjakan
tugasnya
“kenapa nii-chan pulang secepat gini? Aku
belum masak untuk nanti malam” gumam nozomi duduk disebalah daiki
Daiki pun mengangkat kepalanya dan
tersenyum menatap nozomi “tidak perlu masak, nanti kita makan diluar saja”
“hountou?” tanya nozomi terkaget
“un, tunggu tugas nii-chan selesai dulu
ya” senyum daiki yang masih manis seperti tadi
“hai! Aku pergi mandi dulu” nozomi pun
berjalan masuk ke kamarnya.
ketika nozomi sedang mengambil baju dia
tidak sengaha melihat kearah sebuah poto yang dia pajang diatas lemari boneka
koleksinya. Dia pun mengambil poto itu dan terduduk dipojokan kasurnya
“otosan..okasan.. kalian tau? hari ini nii-chan tersenyum, sudah lama aku tidak
melihat senyumannya sejak kalian pergi, dia selalu menyalakan dirinya sendiri
karna tidak dapat melindungi kalian dari kecelakaan itu” gumam nozomi yang
mulai meneteskan air matanya karna teringat kecelakaan tahun lalu, saat mereka
sedang berwisata. Mobil pribadi mereka tiba-tiba meledak, demi melindungi daiki
dan nozomi, otosan dan okasan mereka tidak sempat menyelamatkan diri dan
akhirnya...
***
“onii-chan” panggil yui yang terus
mengerjar yuya yang berjalan dengan kecepatan express. “onii-chan chotto
kudasai!” teriak yui yang sudah tidak sanggup mengejar yuya. Tetapi yuya tidak
mau memedulikannya sama sekali.
Setelah sampai dirumah
“onii-chan, kenapa kamu tidak mau
menungguku?” tanya yui mengatur napasnya
“yuya hanya terdiam tiduran diatas sofa
tidak memedulikan yui
“onii-chan!!” panggil yui dengan melas
dan menarik tangan yuya agar dia terduduk
Karna tidak kuat menarik yuya, yui pun
terjatuh “ittai!”
“daijoubu desuka?” tanya yuya langsung
bangun dan memeriksa tangan yui
“onii-chan” peluk yui, “akhirnya
onii-chan mau bicara juga, aku takut jika nii-chan bersikap seperti denganku”
jelas yui yang manja seperti anak kecil.
“nii-chan bukan bermaksud tidak
memedulikanmu, tetapi nii-chan kesal jika kamu seperti itu, walaupun kita
mempunyai keturunan vampire tetapi kita tidak boleh berbuat semau kita terhadap
manusia, apalagi melukai mereka, mengerti?” nasehat yuya dengan lembut
“wakata, asal nii-chan tidak cuek
denganku, aku akan menurut dengan nii-chan” peluk yui lagi
“anak pintar” puji yuya menepuk-nepuk
pelan bahu yui
“oh ya nii-chan,” panggil Yui
“doshita?” tanya yuya
“kata haruka-nee, dia tidak mau pulang
hari ini”
“ou,” jawab yuya singkat
“nii-chan sana pergi cari haruka-chan,
dia kan perempuan tidak baik jika sendirian diluar” jelas yui
“biarkan saja, dia bukan perempuan biasa,
jadi tidak mungkin terjadi apa-apa dengannya” gumam yuya terlihat dingin
“bukan haruka-nee itu pacar nii-chan,
kenapa nii-chan begitu dingin jika membicarakan dia” tanya yui dengan polosnya
“nii-chan tidak pacaran dengannya, dia
sendiri yang ngaku-ngaku” jelas yuya sedikit membentak
“tetapi nii-chan terlihat cocok jika
berjalan dengan haruka-nee”
“sudah jangan bicarakan dia” gumam yuya
kembali tiduran lagi disofanya
“nii-chan” panggil yui tetapi yuya tidak
peduli
***
”wah!, senang sekali dapat makan mie ramen bersama nii-chan” gumam nozomi terlihat senang
”wah!, senang sekali dapat makan mie ramen bersama nii-chan” gumam nozomi terlihat senang
“cepatlah makan, keburu dingin” perinah daiki
“un” angguk nozomi membuka sumpitnya
“itadakimas”
“itadakimas” ucap daiki juga
“eummmm,oishi! mie ramen hari ini lezat
sekali” puji nozomi penuh dengan senyuman
“seenak itukan?” tanya daiki bingung
melihat nozomi
“un” angguk nozomi “karna ada senyuman
nii-chan, apa yang ku makan sekarang jadi lezat-lezat” lanjut nozomi
“ouh, ada-ada saja kamu ini” senyum daiki
tipis
“nii-chan bilang gimana, enak tidak?”
tanya nozomi
“biasa saja” gumam daiki kembali makan
“ouh, masa nii-chan tidak merasakan
kelezatan mie ramen ini?” tanya nozomi
“nozomi-chan” panggil daiki tiba-tiba
menjadi serius
“nani?” tanya nozomi yang sedang
memasukan mie kedalam mulutnya
“kamu ingat hari ini hari apa?” tanya
daiki
“hari ini, hari apa memangnya?” tanya
nozomi balik
“kamu lupa dengan ulang tahun kamu sendri?”
tanya daiki bingung
“ulang tahunku?” nozomi terlihat kaget
“iya, ulang tahunmu, gomen karna gaji
nii-chan hanya cukup untuk kebutuhan kita, jadi nii-chan tidak dapat merayakan
ulang tahun mu direstoran dan membelikanmu kue besar” gumam daiki merasa tidak
enak dengan adik satu-satunya ini
“daijoubu, aku tidak mengharapkan apa
pun, aku tidak butuh restoran mewah, aku tidak butuh kue tar besar, yang aku
butuhkan hanyalah senyuman nii-chan. Senyuman nii-chan adalah hadia yang paling
besar bagiku” jelas nozomi tersenyum
“nozomi-chan” peluk daiki yang sama
seperti nozomi tersenyum
***
“yuya-kun jahat! Dia tidak mengerti
perasaanku!” guman haruka berjalan tidak tau arah seperti sudah mabuk dengan
akohol (*baru tau vampire bisa minum minuman berakohol..@@)
“demi membela seorang manusia, dia
membentakku?! Apa bagusnya manusia itu? Apa dia lebih cantik dariku? Mustahil!”
gumamnya yang terus meneguk minuman berakohol yang ada ditangannya. Karna dia
tidak seimbang, hampir saja dia terjatuh tetapi seorang berhasil menagkapnya
“anata daijoubu desuka?” tanya kouta
“daijoubu” gumam haruka memalingkan
kepalanya menatap Kouta
“kouta-kun, yuk pulang” ajak kei dari
seberang
“hai!” teriak kouta, “nona, hati-hati ya
dijalan, jangan terjatuh lagi” pesan kouta lalu belari kearah kei
“kouta-kun berbicara dengan siapa tadi?”
tanya kei tidak melihat perempuan tadi dengan jelas
“seorang perempuan yang sudah mabuk, tadi
dia hampir jatuh” jelas kouta
“ouh, yuk pulang” gandeng kei tersenyum
“siapa laki-laki itu? Kenapa dia begitu
perhatian?” batin Haruka “alangkah bagusnya jika yuya-kun seperti dia” gumam
haruka lalu berjalan pergi
***
“bukan tidak mau pulang?” tanya yuya yang
menunggu haruka diruang tamu
Haruka tidak menjawab dia hanya terus
berjalan menuju kamarnya
“hey! haruka! Sejak kapan kamu belajar
minum minuman seperti ini?” tanya yuya dengan marah ketika melihat sebotol
akohol ditangan Haruka, dia langsung menarik botol minuman berakohol itu dari
tangan Haruka
“tidak ada urusannya denganmu” senyum
haruka lanjut berjalan menuju kamarnya
“haruka-chan! Haruka!” teriak yuya tetapi
haruka tidak memedulikannya dia.
Yuya hanya megeleng-geleng menatap Botol
yang sedang dia pegang sekarang dan membuangnya ke tong sampah.
***
“kenapa kamu?” tanya nozomi bingung melihat
kei yang dari tadi masuk kelas tersenyum-senyum sendiri mulu
“daijoubu” gumam kei yang tidak
kehilangan senyumannya
“ah pasti bohong kamu. Ayo dong jujur”
goda nozomi
“serius, aku tak bohong” gumam kei
malu-malu
“pasti ada apa-apa ni, jangan-jangan ada
hubungannya dengan kouta-kun?” tebak Nozomi
“kuk tau?” tanya kei polos tanpa pikir panjang,
ketika dia sadar dia langsung menutup mulutnya
“wah! wah! kalian ngapain saja?” tanya
nozomi langsung mendekatkan mukanya ke kei
“tidak kuk, kami hanya kencan sampai
malam” gumam Kei
“wuah!! So sweet, lalu kalian ngapain
saja?” tanya nozomi tidak abis-abis mewawancarai Kei
“ya begitu saja, sisa kamu tidak boleh
tau” senyum kei malu-malu lalu berpindah
kebangku lain.
“jangan-jangan kemarin kamu kissu-kissu
dengannya ya?” tebak Nozomi lagi
“iie” triak kei malu
“lalu apa yang kalian lakukan?” tanya
nozomi bingung
“kamu belum perna pacaran kan?” tanya kei
menunjuk nozomi
“belum”
geleng nozomi pelan
“jadi tidak boleh tau” gumam kei jail
“kamu itu, padahal aku penasaran ayolah
kasih tau” goda nozomi lagi
“tidak mau, tidak mau, tidak mau” kei
menutup mulutnya dan terus-terusan bejalan mondar mandir tetapi nozomi terus
mengikutinnya . dan akhirnya kei ngaku
“ aku bergandengan dengan dia seharian”
senyum kei yang akhirnya ngaku
“weh? Aku kira kenapa, tau-taunya hanya
gandengan” gumam nozomi dengan volume kecil
“yah, tetapi kami kan jarang ketemu dan
bergandengan seperti kemarin lalu dia belikan aku boneka. Gaun dan kami pergi
makan-makan, sungguh menyenangkan” cerita kei berlanjut
“enaknya, aku jadi iri” canda nozomi
“makanya cari pacar!”
“pacar? anoo. aku masih belum siap, belum niat,dan belum
saatnya” gumam Nozomi penuh alasan
“kamu memang paling banyak alasan jika
disuruh pacaran” gumam kei sudah tau tingkah Nozomi
“ya emang begitu” nyegir nozomi
“dasar kamu ini!”
***
“aku kangen dengan manusia yang manis
itu” teriak hikaru
“hey! jangan teriak ditelingaku” tegur
yuya merasa terganggu
“gomen, tetapi aku benar-benar kangen
nozomi-chan” keluh hikaru mengigit tasnya
“nozomi?” tanya yuya bingung
“iya, gadis itu,manusia itu, nama dia
nozomi”
“ouh” jawab yuya singkat
“yuk, kita cari dia!” ajak hikaru yang
berdiri dari bangkunya dan mau pergi
“hey! kamu lupa sekarng panas banget?”
tanya yuya menarik tangan hikaru
“ouh iya ya, aku lupa” gumam hikaru yang
langsung duduk dibangkunya kembali. “nanti malam kita cari dia yuk?” ajak
hikaru
“memang kamu tau rumahnya?” tanya yuya
“iie, tetapi kita bisa nanya wali kelas
B, kan dulu nozomi perna wawancarain sensei itu, siapa tau dia tau” nyengir
hikaru
“ou”angguk yuya
***
hikaru benar-benar pergi menanyakan
tentang nozomi tetapi sensei itu hanya tau sekolah nozomi jadi malam-malam
hikaru mengajak yuya menyelinap pergi ke sekolah nozomi
“hey! mau sampai kapan kamu mencari data
dia?” tanya yuya yang menunggu hikaru disampingnya
“bentar lagi” gumam hikaru yang masih sibuk
mengubrak abrik data-data dilemari-lemari sensei sekolah nozomi, “ kenapa murid
disekolah ini begitu banyak?” gumam hikaru yang sudah mencari hampir dua tumpuk
data
“kore?” tanya yuya memungut selembar
kertas yang jatuh dilantai
“apa itu?” tanya hikaru langsung merebut
kertas itu “ini bukan teman nozomi yang dulu perna ikut dia kesekolah kita?
Ternyata dia cantik juga” angguk-angguk hikaru yang terus memehartikan foto
kei. Lalu dia mengambil lembaran itu kepinggir meja. Dia terus memerhatikan
foto itu dan tersenyum-senyum seperti jatuh cinta (?)
“Arioka Nozomi?” gumam yuya menemukan
data nozomi diatas meja. “lalu dia mengambil lembaran itu dan membaca data-data
tentang nozomi
“hey!” teriak yuya menyadarkan hikaru
yang terbengong
“nani?” tanya hikaru kaget
“ini data yang kamu cari” gumam yuya
memberikan lembaran itu kepada hikaru
“wah! Nozomi! Bagaimana kamu
menemukannya?” tanya hikaru bingung
“tadi ada diatas meja” tunjuk yuya kemeja
tempat dia menemukan data itu
“ou” angguk hikaru lalu melihat data-data
nozomi
***
“hey hikaru-kun, benaran mau manjat masuk
kekamar dia tanpa izin?” tanya yuya yang tidak yakin dengan perbuatan mereka.
“daijoubu-daijoubu, lagian kitakan tidak
bermaksud jahat” senyum hikaru terus memanjat.
Tok..tok..tok..
“nozomi yang sedang belajar terkaget
mendengar ketukan kaca jendela dikamarnya dan secara reflek dia menghadap ke
arah jendela, dia terkaget melihat hikaru nemplok disana. Hikaru pun terus
mengetuk kaca jendela itu. Nozomi pun mendekati jendela dan membukanya
“kenapa kamu ada disini?” tanya nozomi
inget jelas khas muka hikaru
“aku ingin mencarimu” senyum hikaru masuk
ke kamar nozomi tanpa izin
“buat apa?” tanya nozomi bingung, lalu
dia terkaget setelah melihat yuya masuk kedalam kamarnya juga
“gomen, malam-malam gini menganggu mu”
gumam yuya setelah menyapu-nyapu baju dan celananya yang sedikit kotor dengan
tangannya
“ daijoubu” senyum nozomi tipis
Tok..tok..tok.. “nozomi-chan, sedang
ngapain kamu?” tanya daiki diluar kamar
Nozomi yang panik mendengar suara daiki
langsung buru-buru menyuruh yuya dan hikaru masuk kamar mandinya. Lalu dia
pergi membukakan pintu
“nii-chan ada apa?” tanya nozomi
pura-pura bodoh
“kenapa tadi aku mendengar suara
laki-laki dikamarmu?” tanya daiki bingung
“eh? mungkin nii-chan salah dengar, aku
sedang dengar lagu sambil belajar, tunjuk nozomi ke sebuah media player yang
sedang menyetel lagu boyband berjudul Magic Power”
“ou, jika sudah selesai belajar, cepat
tidur ya” gumam daiki
“un” angguk nozomi tersenyum manis
“oyasuminasai” gumam daiki mengacak-acak
rambut nozomi
“oyasumi” gumam nozomi masih tidak kehilangan
senyuman manisnya, setelah daiki kembali kekamarnya, nozomi pun mengunci pintu
dan menyuruh yuya dan hikaru keluar dari wc
“tadi onii-chan mu?” tanya yuya
“un,” angguk nozomi
“ternyata kamar seorang gadis manusia itu
seperti ini” gumam hikaru bolak balik melihat-lihat barang yang ada dikamar
nozomi
“oh iya, bagaimana kalian tau rumahku?
Dan kenapa kalian menyelinap kekamarku?”
“hmm,,, anooo..” yuya terlihat bingung
menjawab pertanyaan nozomi lalu dia menatap kearah hikaru
“etttooo.. karna aku..aku kangen
denganmu” gumam hikaru dengan jujurnya
“eh?” nozomi terlihat kaget
“aku hanya canda” nyegir hikaru
“ou” nozomi pun tersenyum
“ kamu sedang belajar?” tanya yuya
mengalihkan pembicaraan ketika melihat beberapa buku yang terbuka diatas meja
belajar nozomi
“iya, besok ada ujian, jadi aku harus
belajar dengan serius” jelas nozomi
“ou, jika begitu kami tidak menganggu”
gumam yuya ingin berjalan keluar melalui jendela
“eh,, kamu dapat mengajari ku?” tanya
nozomi mengambil bukunya sambil menatap Yuya
“bisa” angguk yuya sedikit tersenyum
“aku juga bisa” tawar hikaru
“jika begitu dapatkah kalian
mengajarkanku?” tanya nozomi
“tentu” jawab hikaru dan yuya berbarengan
tetapi bedanya hikaru sedikit lebay.
***
“hoam..”
“kamu sudah nguap 10x nozomi-chan, ada
apa dengan kamu? Tidak biasanya aku melihat kamu seperti ini” gumam kei
menyipitkan matanya menatap Nozomi karna tidak biasa lihat nozomi nguap dikelas
“kamu menghitungnya? Daijoubu desu,
kemarin aku belajar sampai tengah malam” jelas nozomi menguap sekali lagi
“kamu kerajinan?” tanya kei kaget
“iie” jawab nozomi dengan polosnya
“lalu kenapa kamu belajar sampai segitu
malam?” tanya kei
“daijoubu, sekarang yang aku ingin
lalukan adalah tidur” gumam nozomi menempelkan kepalanya diatas meja, dan dia
terasa berat untuk mengangkatnya “jika sensei datang bilang ya” lanjutnya yang
tertidur
***
“hikaru-kun kamu mau kemana?” tanya teman
sekelasnya
“mencari tempat untuk tidur” jawab hikaru
mau berjalan keluar kelas
“bukannya nanti sensei sudah mau masuk?”
tanya temannya lagi
“biarkan saja, aku ngantuk berat” gumam
hikaru berjalan keluar
“ada apa dengan dia? tidak seperti
biasanya, dan yuya-kun juga menghilang sepagi ini, kemana dia?” batin Haruka
penuh tanda tanya dikepalanya
Cont..
part 2