Halaman

Rabu, 28 September 2011

Hate you , Love you (part 2)

Title : Hate you, Love you
Author : Yukari a.k.a Tania
Genre: Romance, friendship, dsb
Cast-Sakurai Nanami
-Yuri Chinen
- Ryosuke Yamada

***

“sudah kubilang aku tidak mau belajar kelompok kenapa kamu malah memaksaku?” Tanya Yuri kesal karna ditarik ke kelas oleh Ryosuke
“pokoknya kamu harus mngajarin kami!” seru Ryosuke “kau taukan aku seperti gmna dan Nanami tidak terlalu lancar dengan bahasa jepang” lanjutnya menjelaskan
“lalu?” Tanya Yuri dingin
“ lalu tolong ajarin kami” pinta Ryosuke menempelkan kedua telapak tangannya dan menaruhnya dibawah dagu sambil mengeluarkan ekspresi melasnya
“sungguh pasrah denganmu” gumam Yuri menghela napas
“yosh, kita mulai belajar” senyum Ryosuke senang Dia kembali duduk dibangkunya

“chotto matte, aku ambil buku catatanku dulu” ucap ryosuke berlari keluar meninggalkan Yuri dan Nanami berdua
Suasana menjadi hening
“Yuri-kun”panggil Nanami pelan-pelan
Tetapi Yuri tidak menghiraukannya dia meletakkan bukunya dan berjalan kedekat jendela
“Yuri-kun, dengarkan aku bicara. Aku tidak ingin kamu seperti ini terus” pinta Nanami mendekati Yuri
“apa yang dapat dibicarakan lagi?” Tanya Yuri akhirnya mau menghiraukan Nanami
“aku..aku masih menyukaimu” gumam Nanami pelan karna pengakuan ini sangat memalukan
Yuri pun tesenyum kecil menatap ke nanami lalu menatap lagi ke langit “ suka? Bukannya kamu lebih menyukai laki-laki itu? Apa kalian sudah jadian? Selamat ya jika sudah” ucapnya. Melihat Nanami yang terdiam dia pun melanjutkan kata-katanya “apa kalian sudah putus makanya kamu ingin balik denganku karna tidak laku?” lanjutnya dengan kata-kata yang pedas dan sangat menusuk hati Nanami
“bukan begitu, bukan..” kata-kata Nanami terpotong
“aku tidak ingin mendengar penjelasanmu” ucap Yuri pelan dan ingin berjalan keluar
“ AKU TERKENA KANKER!” teriak Nanami membongkar rahasia yang dia simpan selama dua tahun
“kanker?”batin Yuri terkaget
“kanker?” guman Ryosuke yang mendengar jelas ketika dia ingin masuk kekelas. Dia pun memilih berdiri didekat pintu untuk mendengar pembicaraan Nanami dengan Yuri
“kau kira aku sebodoh itu? Akan percaya lagi dengan kata-katamu?” tanya Yuri yang berbalik menatap Nanami dengan senyuman pahit
“ aku tidak bohong, aku terkena kanker dan harus menjalanin perawatan waktu itu, aku tidak mau kamu khawatir jadi aku membohonginmu” jelas Nanami yang tidak dapat menampung air matanya lagi
 *DEG! “mereka perna pacaran?” batin Ryosuke
“sudah selesai karangan mu?” Tanya Yuri dingin
“kamu tidak mempercayaiku?” Tanya Nanami mengangkat wajahnya menatap Yuri
“buat apa aku mempercayai kata-kata perempuan sepertimu?” Tanya Yuri lalu berjalan keluar
“Yuri-kun..Yuri-kun..”panggil Nanami tetapi Yuri sudah berjalan keluar. Dia pun terjongkok dan mulai menangis
Lalu dia melihat ada sepasang kaki yang melangkah mendekatinya
“Yuri-kun” panggil Nanami mengangkat kepalanya
“jangan menangis” hibur Ryosuke memberikan sapu tangan yang ada dikantong sakunya
“arigatou” gumam Nanami mengambil sapu tangan itu dari tangan Ryosuke
Lalu Ryosuke ikut jongkok “kamu perna berpacaran dengannya?” tanyanya pelan
Nanami tidak menjawab dia langsung memeluk Ryosuke. Dan membuat Ryosuke terkaget
“ini semua salahku” gumam Nanami meneteskan air matanya lagi
Ryosuke hanya terdiam membatu.

***
“kanker katanya? Candaan yang sangat konyol” gumam Yuri yang sudah kembali kekamarnya. Karna emosi kali ini dia membanting semua barang-barangnya yang disusun rapi diatas meja belajar, dia terdiam ketika melihat sebuah gantungan HP jatuh dari kotak barangnya “boneka ini..?” gumamnya memugut boneka itu

FLASHBACK~
“yuri-kun, ini utukmu” senyum nanami memberikan sebuah gantungan HP berbentuk kelinci
“kelinci?” Tanya Yuri mengerutkan keningnya
“un, miripkan denganmu bukan canda Nanami
“kamu itu!!” Seru Yuri mulai mengelitikin Nanami dan mereka pun bermain kejar-kejaran”

END FLASHBACK~

“waktu-waktu itu merupakan kenangan terindah untukku dengan dia. Tetapi sudah menjadi mimpi kosong” senyum Yuri kecil lalu meletakkan boneka itu diatas meja. Dia berjalan kekasurnya dan menjatuhkan dirinya.

***
“kenapa kamu tidak menceritakan ke Yuri?” Tanya ryosuke yang sedang mendengar Nanami curhat
“aku berpikir waktuku saat itu sudah tinggal sedikit jadi aku tidak berani memberitahunya, aku hanya dapat membohonginya dan membuatnya membenciku.”
“wakata, makanya setelah pulang dari korea sifat dia menjadi sangat aneh.” Guman ryosuke mengerti semua ini “kamu ini terlalu bodoh” Gumam Ryosuke menatap ke Nanami dan mengacak rambutnya
“aku memang bodoh” gumam Nanami menunduk

***
Sejak saat itu pun yuri menjadi tambah dingin kepadaa Nanami. Hanya Ryosuke yang selalu memerhatikan Nanami. Dia selalu mengajak Nanami untuk ngobrol alhasil malah jadi Ryosuke yang ikut-ikutan dicuekin Yuri kadang-kadang.
“Yuri-kun jangan marah gitu” melas Ryosuke mengayung-ayung tangan Yuri yang tidak menghiraukannya “Yuri-kun” panggilnya sekali lagi karna Yuri benar-benar tidak menghiraukannya sama sekali
“aku..akan pindah sekolah” gumam Yuri pelan tetapi pandangannya tetap kosong menatap ke langit yang sudah mendung itu
“pindah sekolah??!!” teriak Ryosuke terkaget
Yuri pun menatap ke Ryosuke “itu jalanku satu-satunya”
“kenapa kamu mau pindah dan apa maksudmu jalan satu-satunya?” Tanya Ryosuke tidak mengerti
“ini janjiku dengannya waktu itu, sebelum meninggalkan korea.” Jelas Yuri
“Nanami kah maksudmu? Lupakan lah masa lalu kalian dan mulai dari awal lagi” gumam Ryosuke tersenyum dan sebenarnya tidak tega juga karna dia sendiri juga menyukai Nanami
“walaupun aku melupakan hal itu,aku juga tidak akan kembali dengannya, Ryo-kun. Aku tau kau menyukainya” gumam Yuri memecahkan semua unek-unek tentang perasaan Ryosuke
Ryosuke pun terdiam malu
“jadi aku harus pergi dari sekolah ini” senyum Yuri lalu berjalan menuju kamarnya
“Yuri-kun demi ku dia ingin meninggalkan sekolah ini?” guman Ryosuke merasa bersalah setelah melihat Yuri berjalan pergi “tidak! Tidak! Aku tidak boleh begitu egois! Aku harus membantu mereka bersama lagi” lanjut Ryosuke mengangguk-angguk setuju dengan pemikirannya sendiri

***
“sudah lewat beberapa hari tetapi Yuri tetap saja tidak mau mendengarkan penjelasanku malah dia menjadi lebih cuek dari biasanya, apa yang dapat ku lakukan sekarang? Oh KAMI-sama ini percobaan yang terlalu berat untukku. Kamu membiarkanku tetap hidup apakah untuk menyelesaikan masalah ini?” Tanya Nanami melipatkan kedua tangannya dan menatap ke luar jendela.
Ding..ding..ding.. denwa desu yo..denwa desu yo..* suara ponsel Nanami berbunyi
“moshi-moshi?” sapa Nanami setelah memencet tombol hijau
“moshi-moshi Nanami-chan, apakah kamu sedang sibuk sekarng?” Tanya Ryosuke didalam telepon
“sedang sibuk? Iie. Aku sangat santai sekarang, ada apa Ryosuke-kun?” Tanya Nanami dengan polosnya
“aku ingin bertemu mu ditaman sekarang” ajak Ryosuke
“ditaman? Sekarang?” Tanya Nanami bingung
“iya sekarang, aku tunggu kamu disana” ucap Ryosuke langsung mematikan telepon tanpa mengucapkan sepata kata pamit
“buat apa malam begini ketaman?” Tanya Nanami bingung melihat ke ponselnya

***
ketika Nanami sampai dia terkaget melihat sosok seseorang yang sedang tiduran dikursi taman itu ternyata bukan Ryosuke melainkan Yuri
“Yuri-kun” panggilnya menghampiri Yuri
Yuri yang sedang tiduran pun membuka matanya dan menatap kearah orang yang sedang memanggilnya. Saat melihat Nanami, dia segera bangun dan terduduk
“Yuri-kun, kamu mengajakku kesini?” Tanya Nanami senang. Dia mengira bahwa Yuri yang menyuruh RYosuke untuk mengajaknya bertemu.
Yuri yang tidak ingin mendengar basa-basi Nanami langsung bangun dan berjalan pergi. Tetapi Nanami menguatkan dirinya untuk memeluk Yuri dari belakang. Ryosuke yang berdiri didekat pohon melihat jelas Nanami memeluk Yuri, hatinya terasa sangat pedih tetapi dia juga merasa sedikit senang.
“hey! lepaskan!” bentak Yuri
“tidak mau! Sebenarnya aku tidak ingin jujur denganmu,..tetapi aku tidak dapat menyembunyikan perasaan ku ini! Aku masih sayang denganmu Yuri! Masih! Sampai sekarang sayang itu tidak berubah. Yuri tolong beri aku satu kesempatan lagi. tolong” pinta Nanami makin memeluk Yuri dengan erat
“kau tidak merasa dirimu terlalu egois?” Tanya Yuri menatap lulus dengan pandangan kosong
Nanami pun melepaskan pelukannya dan terdiam memikirkan kata-kata Yuri
“sampai sekarang kamu tetap saja egois. Tidak ada perubahan selama dua tahun ini. Kau hanya berbuat sesuai apa yang kau mau tanpa memikirkan perasaan orang lain.” gumam Yuri tersenyum pahit. lalu dia belangkah beberapa langkah dan duduk dikursi taman yang tadi bekas dia tiduran dan Nanami tetap membatu ditempat
“aku merasa kasihan denganmu. Kau lihat dirimu yang sekarang, ngemis-ngemis didepanku? Menyuruhku untuk balik denganmu? Bukan itu sangat konyol?” ledek yuri yang tidak dapat menhilangkan senyum pahitnya
Nanami terlihat sangat malu dia pun berlari pergi dengan tangisannya lalu Ryosuke yang melihat Nanami berlari pergi pun menghampiri Yuri “Yuri-kun, kenapa kata-katamu begitu pedas?” tanyanya sedikit kesal
“aku merasa itu biasa saja” jawab Yuri santai dia kembali tiduran diatas kursi
“tetapi dia itu perempuan”tunjuk ryosuke kearah Nanami tadi pergi
“perempuan macam apa yang seperti itu?” tanya Yuri mulai memejamkan matanya
“kau keterlaluan!” Seru Ryosuke berlari pergi menuju arah tadi Nanami pergi
Setelah melihat Ryosuke pergi Yuri pun membuka matanya kembali “ gomen Ryo-kun  gomen Nanami, aku tau aku memang jahat tetapi mungkin akan membuat kalian lebih akrab” guman Yuri tersenyum tipis

***
“ Nanami-chan” panggil Ryosuke menghampirinya, Nanami memalingkan wajahnya ke Ryosuke lalu kembali menangis.
“gomen Nanami-chan, ini karna ku” gumam Ryosuke merasa tidak enak
“bukan, ini bukan salahmu, aku memang egois” Gumam Nanami menyadari kata-kata Yuri
“Nanami-chan” peluk Ryosuke.
“Ryosuke-kun, arigatou.., hanya kamu yang masih mau menemani ku” Gumam Nanami merasa terhibur akan kehadiran Ryosuke
“ jika bisa, aku ingin menemani mu sampai akhir.” Bisik Ryosuke yang membuat Nanami kaget. Nanami langsung melepaskan pelukan Ryosuke. Dia membersihkan air matanya lalu menjaga jarak dengan Ryosuke “gomen ryosuke-kun, aku..” kata-kata Nanami langsung dipotong Ryosuke
“aku tidak memaksamu untuk menerimaku sekarang, aku akan menunggu dan menunggu” senyum Ryosuke, Nanami pun menatap Ryosuke dengan lembut.
Ryosuke membalikkan badannya dan merasa menyesal mengeluarkan kata-kata itu “ ngomong apa aku ini?baka! bukan aku sudah berjanji akan membuat mereka balikan kenapa jadi aku yang menembak Nanami-chan? Dia pasti akan menjaga jarak denganku. Sungguh bodoh aku ini” Batin Ryosuke merasa sangat menyesal

***
“kenapa kamu membereskan barang-barangmu?” tanya Ryosuke bingung ketika dia masuk kekamar melihat Yuri sibuk memasukkan barang-barangnya ke koper
“besok aku akan pulang kerumah” gumam Yuri singkat
“ hey! Jangan perna kabur dari masalah ya!” Seru Ryosuke panik dia berjalan menghampiri Yuri dan mengeluarkan baju-baju Yuri dari dalam koper
“aku tidak kabur, aku hanya sedang menyelesaikan masalah ini” Gumam Yuri memasukan kembali baju-bajunya yang sudah dikeluarkan Ryosuke
“ ini yang kamu sebut menyelesaikan masalah?” tanya ryosuke menatap yuri dengan tajam
“ jika tidak?” tanya yuri balik menatap muka Ryosuke dengan dingin
“hey! Yuri! Berpikirlah dengan otak yang waras!” Seru Ryosuke sudah tidak dapat menahan emosi,dia menarik kera Yuri lalu berjalan maju dan membuat Yuri mentok ditembok.
“bukannya kamu menyukainya? Jika aku pergi , itu bukan kesempatan bagus untukmu?” tanya Yuri meremehkan
Ryosuke pun melepaskan kera Yuri dia terduduk dikursi yang berada disampingnya  “Yuri-kun, apa kamu pikir aku orang yang dapat merebut orang yang dicintai sahabat sendri? Walaupun aku memang sangat menyukainya? Kamu salah menilaiku Yuri-kun? Apakah ini yang namanya sahabat jika kamu tidak tau sifatku?” Tanya Ryosuke berkaca-kaca, dia terlihat sangat sedih.
Yuri tidak berani melihat Ryosuke sekarang dia membalikan badannya dan berjalan ke tmpat dia menaruh kopernya, dia pun dengan dingin melemparkan barang-barangnya masuk kekoper “gomen Ryo-kun, aku tau sifatmu bukan seperti itu, karna ku tau sifatmu yang terlalu polos dan selalu berpikir untuk orang lain itulah yang dapat membuatmu terluka, karna kamu sahabatku,, aku tidak ingin kamu seperti ini lagi” batin Yuri walaupun diluar Yuri terlihat dingin dan cuek bebek tetapi dia orang yang sangat baik dia  tidak ingin sahabatanya terluka karnanya.

***
Sebelum berangkat didalam mobil pribadi Yuri, dia terlihat sibuk mengetik pesan singkat..

“ aku minta maaf atas kata-kataku kemarin, mungkin itu terlalu kasar untukmu. Gomen,  Aku berharap kamu dapat memberikan Ryo-kun satu kesempatan karna dia laki-laki yang baik dan pantas disayang. Itu saja permintaanku, jangan menanyakan bagaimana aku mendapatkan nomor kau, sayonara  Nanami-chan
                                                                                      *Yuri”

Setelah mengirimkan pesan singkat itu, mobil pribadi Yuri pun siap berangkat

Nanami yang mendapatkan pesan singkat dari nomor yang tidak dia kenal pun terlihat sedikit bingung, dia membukanya dan membacanya, setelah membacanya dia terlihat sangat panik dan berlari keluar kelas untuk mencari Yuri. Tetapi sudah telat karna saat dia tau Yuri sudah pergi dengan mobil pribadinya dia pun terdiam ditengah-tengah lapangan melihat mobil itu berlaju pergi “Yuri-kun? Kenapa kamu pergi?” gumam Nanami memegang ponselnya yang masih terlihat pesan singkat terakhir dari yuri.

“yaaah!!” teriak ryosuke ditaman sekolah “ dasar sahabat jahat! Kau kan sudah berjanji akan menemani ku sampai lulus lalu kenapa kamu meninggalkanku sendiri disini?! Kenapa kamu lari dari masalah ini? Kenapa?! Ini yang namanya sahabat baik? Satu kata pamit pun tidak kau katakan? Kau jahat Yuri! Jahat!” teriak Ryosuke terlihat sangat sedih

“aku tau sekarang kamu pasti sangat membenciku karna aku pergi tanpa pamit tetapi aku berharap kamu dapat bahagia bersama Nanami.
                                                                             Yuri”
Begitulah pesan singkat dari Yuri untuk Ryosuke

2tahun kemudian
 Waktu berlibur di Seoul Korea
“Yuri-kun” peluk Ryosuke setelah 2tahun tidak melihat Yuri
“Ryo-kun, sudah lama tidak melihatmu” ucap Yuri terlihat sangat senang
“un, kamu bertambah tinggi” nyengir Ryosuke sedikit meledek
“jangan meledekku, bagaimana keadaanmu dijepang?” tanya Yuri mengalihkan pembicaraan karna dia tidak suka membahas tinggi badan
“baik-baik saja” jawab Ryosuke mengangguk-angguk pelan
“lalu.. bagaimana dengannya?” gumam Yuri pelan
“dia? Nanami-chan? Dia juga baik-baik saja” jawab ryosuke
“ou” angguk Yuri
“kamu tidak tanya dia datang atau tidak ke Korea?” tanya Ryosuke bingung
“buat apa?” tanya Yuri dengan polosnya
“sifatmu itu masih saja tidak berubah” geleng Ryosuke
“yasudah, kenapa dia tidak datang?” tanya Yuri
“siapa bilang dia tidak datang?” tanya Ryosuke jail
“kau mengerjaiku?” tanya Yuri merasa dipermainkan oleh Ryosuke
“tidak juga, dia sedang disana” tunjuk Ryosuke ke toko es cream
Yuri pun manatap ke arah toko es cream yang ditunjuk Ryosuke, dia melihat Nanami yang tersenyum senang sambil berjalan menuju ke arah mereka. “nah Yuri-kun, ini untukmu” tawar Nanami memberikan sebatang ec cream vanila lalu menghampiri Ryosuke, “ini ice cream strawberry untuk Ryo-kun” gumam Nanami memberikan ice itu lalu mengandeng tangan Ryosuke
“arigatou” ucap yuri memakan es cream itu.
Melihat yuri memakan es cream itu dengan penuh senyuman yang sudah lama menghilang, Ryosuke dan Nanami pun terlihat sangat senang.

                                        End~

Jika belum baca episode sebelumnya>> (Part 1)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar