Title : Hate you, Love you
Author : Yukari a.k.a Tania
Genre: Romance, friendship, dsb
Cast-Sakurai Nanami
-Yuri Chinen
- Ryosuke Yamada
***
“sudah kubilang aku tidak mau belajar
kelompok kenapa kamu malah memaksaku?” Tanya Yuri kesal karna ditarik ke kelas
oleh Ryosuke
“pokoknya kamu harus mngajarin kami!” seru
Ryosuke “kau taukan aku seperti gmna dan Nanami tidak terlalu lancar dengan
bahasa jepang” lanjutnya menjelaskan
“lalu?” Tanya Yuri dingin
“ lalu tolong ajarin kami” pinta Ryosuke
menempelkan kedua telapak tangannya dan menaruhnya dibawah dagu sambil
mengeluarkan ekspresi melasnya
“sungguh pasrah denganmu” gumam Yuri
menghela napas
“yosh, kita mulai belajar” senyum Ryosuke
senang Dia kembali duduk dibangkunya
“chotto matte, aku ambil buku catatanku
dulu” ucap ryosuke berlari keluar meninggalkan Yuri dan Nanami berdua
Suasana menjadi hening
“Yuri-kun”panggil Nanami pelan-pelan
Tetapi Yuri tidak menghiraukannya dia
meletakkan bukunya dan berjalan kedekat jendela
“Yuri-kun, dengarkan aku bicara. Aku tidak
ingin kamu seperti ini terus” pinta Nanami mendekati Yuri
“apa yang dapat dibicarakan lagi?” Tanya
Yuri akhirnya mau menghiraukan Nanami
“aku..aku masih menyukaimu” gumam Nanami
pelan karna pengakuan ini sangat memalukan
Yuri pun tesenyum kecil menatap ke nanami
lalu menatap lagi ke langit “ suka? Bukannya kamu lebih menyukai laki-laki itu?
Apa kalian sudah jadian? Selamat ya jika sudah” ucapnya. Melihat Nanami yang
terdiam dia pun melanjutkan kata-katanya “apa kalian sudah putus makanya kamu ingin
balik denganku karna tidak laku?” lanjutnya dengan kata-kata yang pedas dan
sangat menusuk hati Nanami
“bukan begitu, bukan..” kata-kata Nanami
terpotong
“aku tidak ingin mendengar penjelasanmu”
ucap Yuri pelan dan ingin berjalan keluar
“ AKU TERKENA KANKER!” teriak Nanami
membongkar rahasia yang dia simpan selama dua tahun
“kanker?”batin Yuri terkaget
“kanker?” guman Ryosuke yang mendengar
jelas ketika dia ingin masuk kekelas. Dia pun memilih berdiri didekat pintu
untuk mendengar pembicaraan Nanami dengan Yuri
“kau kira aku sebodoh itu? Akan percaya
lagi dengan kata-katamu?” tanya Yuri yang berbalik menatap Nanami dengan
senyuman pahit
“ aku tidak bohong, aku terkena kanker dan
harus menjalanin perawatan waktu itu, aku tidak mau kamu khawatir jadi aku
membohonginmu” jelas Nanami yang tidak dapat menampung air matanya lagi
*DEG! “mereka perna pacaran?” batin Ryosuke
“sudah selesai karangan mu?” Tanya Yuri
dingin
“kamu tidak mempercayaiku?” Tanya Nanami
mengangkat wajahnya menatap Yuri
“buat apa aku mempercayai kata-kata
perempuan sepertimu?” Tanya Yuri lalu berjalan keluar
“Yuri-kun..Yuri-kun..”panggil Nanami tetapi
Yuri sudah berjalan keluar. Dia pun terjongkok dan mulai menangis
Lalu dia melihat ada sepasang kaki yang
melangkah mendekatinya
“Yuri-kun” panggil Nanami mengangkat
kepalanya
“jangan menangis” hibur Ryosuke memberikan
sapu tangan yang ada dikantong sakunya
“arigatou” gumam Nanami mengambil sapu
tangan itu dari tangan Ryosuke
Lalu Ryosuke ikut jongkok “kamu perna
berpacaran dengannya?” tanyanya pelan
Nanami tidak menjawab dia langsung memeluk
Ryosuke. Dan membuat Ryosuke terkaget
“ini semua salahku” gumam Nanami meneteskan
air matanya lagi
Ryosuke hanya terdiam membatu.
***
“kanker katanya? Candaan yang sangat
konyol” gumam Yuri yang sudah kembali kekamarnya. Karna emosi kali ini dia
membanting semua barang-barangnya yang disusun rapi diatas meja belajar, dia
terdiam ketika melihat sebuah gantungan HP jatuh dari kotak barangnya “boneka
ini..?” gumamnya memugut boneka itu
FLASHBACK~
“yuri-kun, ini utukmu” senyum nanami
memberikan sebuah gantungan HP berbentuk kelinci
“kelinci?” Tanya Yuri mengerutkan keningnya
“un, miripkan denganmu bukan canda Nanami
“kamu itu!!” Seru Yuri mulai mengelitikin
Nanami dan mereka pun bermain kejar-kejaran”
END FLASHBACK~
“waktu-waktu itu merupakan kenangan
terindah untukku dengan dia. Tetapi sudah menjadi mimpi kosong” senyum Yuri
kecil lalu meletakkan boneka itu diatas meja. Dia berjalan kekasurnya dan
menjatuhkan dirinya.
***
“kenapa kamu tidak menceritakan ke Yuri?”
Tanya ryosuke yang sedang mendengar Nanami curhat
“aku berpikir waktuku saat itu sudah
tinggal sedikit jadi aku tidak berani memberitahunya, aku hanya dapat
membohonginya dan membuatnya membenciku.”
“wakata, makanya setelah pulang dari korea
sifat dia menjadi sangat aneh.” Guman ryosuke mengerti semua ini “kamu ini
terlalu bodoh” Gumam Ryosuke menatap ke Nanami dan mengacak rambutnya
“aku memang bodoh” gumam Nanami menunduk
***
Sejak saat itu pun yuri menjadi tambah
dingin kepadaa Nanami. Hanya Ryosuke yang selalu memerhatikan Nanami. Dia
selalu mengajak Nanami untuk ngobrol alhasil malah jadi Ryosuke yang
ikut-ikutan dicuekin Yuri kadang-kadang.
“Yuri-kun jangan marah gitu” melas Ryosuke
mengayung-ayung tangan Yuri yang tidak menghiraukannya “Yuri-kun” panggilnya
sekali lagi karna Yuri benar-benar tidak menghiraukannya sama sekali
“aku..akan pindah sekolah” gumam Yuri pelan
tetapi pandangannya tetap kosong menatap ke langit yang sudah mendung itu
“pindah sekolah??!!” teriak Ryosuke
terkaget
Yuri pun menatap ke Ryosuke “itu jalanku
satu-satunya”
“kenapa kamu mau pindah dan apa maksudmu
jalan satu-satunya?” Tanya Ryosuke tidak mengerti
“ini janjiku dengannya waktu itu, sebelum
meninggalkan korea.”
Jelas Yuri
“Nanami kah maksudmu? Lupakan lah masa lalu
kalian dan mulai dari awal lagi” gumam Ryosuke tersenyum dan sebenarnya tidak
tega juga karna dia sendiri juga menyukai Nanami
“walaupun aku melupakan hal itu,aku juga
tidak akan kembali dengannya, Ryo-kun. Aku tau kau menyukainya” gumam Yuri
memecahkan semua unek-unek tentang perasaan Ryosuke
Ryosuke pun terdiam malu
“jadi aku harus pergi dari sekolah ini”
senyum Yuri lalu berjalan menuju kamarnya
“Yuri-kun demi ku dia ingin meninggalkan
sekolah ini?” guman Ryosuke merasa bersalah setelah melihat Yuri berjalan pergi
“tidak! Tidak! Aku tidak boleh begitu egois! Aku harus membantu mereka bersama
lagi” lanjut Ryosuke mengangguk-angguk setuju dengan pemikirannya sendiri
***
“sudah lewat beberapa hari tetapi Yuri
tetap saja tidak mau mendengarkan penjelasanku malah dia menjadi lebih cuek
dari biasanya, apa yang dapat ku lakukan sekarang? Oh KAMI-sama ini percobaan
yang terlalu berat untukku. Kamu membiarkanku tetap hidup apakah untuk
menyelesaikan masalah ini?” Tanya Nanami melipatkan kedua tangannya dan menatap
ke luar jendela.
Ding..ding..ding.. denwa desu yo..denwa
desu yo..* suara ponsel Nanami berbunyi
“moshi-moshi?” sapa Nanami setelah memencet
tombol hijau
“moshi-moshi Nanami-chan, apakah kamu
sedang sibuk sekarng?” Tanya Ryosuke didalam telepon
“sedang sibuk? Iie. Aku sangat santai
sekarang, ada apa Ryosuke-kun?” Tanya Nanami dengan polosnya
“aku ingin bertemu mu ditaman sekarang”
ajak Ryosuke
“ditaman? Sekarang?” Tanya Nanami bingung
“iya sekarang, aku tunggu kamu disana” ucap
Ryosuke langsung mematikan telepon tanpa mengucapkan sepata kata pamit
“buat apa malam begini ketaman?” Tanya
Nanami bingung melihat ke ponselnya
***
ketika Nanami sampai dia terkaget melihat
sosok seseorang yang sedang tiduran dikursi taman itu ternyata bukan Ryosuke
melainkan Yuri
“Yuri-kun” panggilnya menghampiri Yuri
Yuri yang sedang tiduran pun membuka
matanya dan menatap kearah orang yang sedang memanggilnya. Saat melihat Nanami,
dia segera bangun dan terduduk
“Yuri-kun, kamu mengajakku kesini?” Tanya
Nanami senang. Dia mengira bahwa Yuri yang menyuruh RYosuke untuk mengajaknya
bertemu.
Yuri yang tidak ingin mendengar basa-basi
Nanami langsung bangun dan berjalan pergi. Tetapi Nanami menguatkan dirinya
untuk memeluk Yuri dari belakang. Ryosuke yang berdiri didekat pohon melihat
jelas Nanami memeluk Yuri, hatinya terasa sangat pedih tetapi dia juga merasa
sedikit senang.
“hey! lepaskan!” bentak Yuri
“tidak mau! Sebenarnya aku tidak ingin
jujur denganmu,..tetapi aku tidak dapat menyembunyikan perasaan ku ini! Aku
masih sayang denganmu Yuri! Masih! Sampai sekarang sayang itu tidak berubah.
Yuri tolong beri aku satu kesempatan lagi. tolong” pinta Nanami makin memeluk
Yuri dengan erat
“kau tidak merasa dirimu terlalu egois?”
Tanya Yuri menatap lulus dengan pandangan kosong
Nanami pun melepaskan pelukannya dan
terdiam memikirkan kata-kata Yuri
“sampai sekarang kamu tetap saja egois.
Tidak ada perubahan selama dua tahun ini. Kau hanya berbuat sesuai apa yang kau
mau tanpa memikirkan perasaan orang lain.” gumam Yuri tersenyum pahit. lalu dia
belangkah beberapa langkah dan duduk dikursi taman yang tadi bekas dia tiduran
dan Nanami tetap membatu ditempat
“aku merasa kasihan denganmu. Kau lihat
dirimu yang sekarang, ngemis-ngemis didepanku? Menyuruhku untuk balik denganmu?
Bukan itu sangat konyol?” ledek yuri yang tidak dapat menhilangkan senyum
pahitnya
Nanami terlihat sangat
malu dia pun berlari pergi dengan tangisannya lalu Ryosuke yang melihat Nanami
berlari pergi pun menghampiri Yuri “Yuri-kun, kenapa kata-katamu begitu pedas?”
tanyanya sedikit kesal
“aku merasa itu biasa
saja” jawab Yuri santai dia kembali tiduran diatas kursi
“tetapi dia itu
perempuan”tunjuk ryosuke kearah Nanami tadi pergi
“perempuan macam apa
yang seperti itu?” tanya Yuri mulai memejamkan matanya
“kau keterlaluan!” Seru
Ryosuke berlari pergi menuju arah tadi Nanami pergi
Setelah melihat
Ryosuke pergi Yuri pun membuka matanya kembali “ gomen Ryo-kun gomen Nanami, aku tau aku memang jahat tetapi
mungkin akan membuat kalian lebih akrab” guman Yuri tersenyum tipis
***
“ Nanami-chan” panggil
Ryosuke menghampirinya, Nanami memalingkan wajahnya ke Ryosuke lalu kembali
menangis.
“gomen Nanami-chan,
ini karna ku” gumam Ryosuke merasa tidak enak
“bukan, ini bukan
salahmu, aku memang egois” Gumam Nanami menyadari kata-kata Yuri
“Nanami-chan” peluk
Ryosuke.
“Ryosuke-kun,
arigatou.., hanya kamu yang masih mau menemani ku” Gumam Nanami merasa terhibur
akan kehadiran Ryosuke
“ jika bisa, aku ingin
menemani mu sampai akhir.” Bisik Ryosuke yang membuat Nanami kaget. Nanami
langsung melepaskan pelukan Ryosuke. Dia membersihkan air matanya lalu menjaga
jarak dengan Ryosuke “gomen ryosuke-kun, aku..” kata-kata Nanami langsung
dipotong Ryosuke
“aku tidak memaksamu
untuk menerimaku sekarang, aku akan menunggu dan menunggu” senyum Ryosuke, Nanami
pun menatap Ryosuke dengan lembut.
Ryosuke membalikkan
badannya dan merasa menyesal mengeluarkan kata-kata itu “ ngomong apa aku
ini?baka! bukan aku sudah berjanji akan membuat mereka balikan kenapa jadi aku
yang menembak Nanami-chan? Dia pasti akan menjaga jarak denganku. Sungguh bodoh
aku ini” Batin Ryosuke merasa sangat menyesal
***
“kenapa kamu
membereskan barang-barangmu?” tanya Ryosuke bingung ketika dia masuk kekamar
melihat Yuri sibuk memasukkan barang-barangnya ke koper
“besok aku akan pulang
kerumah” gumam Yuri singkat
“ hey! Jangan perna
kabur dari masalah ya!” Seru Ryosuke panik dia berjalan menghampiri Yuri dan
mengeluarkan baju-baju Yuri dari dalam koper
“aku tidak kabur, aku
hanya sedang menyelesaikan masalah ini” Gumam Yuri memasukan kembali
baju-bajunya yang sudah dikeluarkan Ryosuke
“ ini yang kamu sebut
menyelesaikan masalah?” tanya ryosuke menatap yuri dengan tajam
“ jika tidak?” tanya
yuri balik menatap muka Ryosuke dengan dingin
“hey! Yuri!
Berpikirlah dengan otak yang waras!” Seru Ryosuke sudah tidak dapat menahan
emosi,dia menarik kera Yuri lalu berjalan maju dan membuat Yuri mentok
ditembok.
“bukannya kamu
menyukainya? Jika aku pergi , itu bukan kesempatan bagus untukmu?” tanya Yuri
meremehkan
Ryosuke pun melepaskan
kera Yuri dia terduduk dikursi yang berada disampingnya “Yuri-kun, apa kamu pikir aku orang yang
dapat merebut orang yang dicintai sahabat sendri? Walaupun aku memang sangat
menyukainya? Kamu salah menilaiku Yuri-kun? Apakah ini yang namanya sahabat
jika kamu tidak tau sifatku?” Tanya Ryosuke berkaca-kaca, dia terlihat sangat
sedih.
Yuri tidak berani
melihat Ryosuke sekarang dia membalikan badannya dan berjalan ke tmpat dia
menaruh kopernya, dia pun dengan dingin melemparkan barang-barangnya masuk
kekoper “gomen Ryo-kun, aku tau sifatmu bukan seperti itu, karna ku tau sifatmu
yang terlalu polos dan selalu berpikir untuk orang lain itulah yang dapat
membuatmu terluka, karna kamu sahabatku,, aku tidak ingin kamu seperti ini
lagi” batin Yuri walaupun diluar Yuri terlihat dingin dan cuek bebek tetapi dia
orang yang sangat baik dia tidak ingin
sahabatanya terluka karnanya.
***
Sebelum berangkat
didalam mobil pribadi Yuri, dia terlihat sibuk mengetik pesan singkat..
“ aku minta maaf atas
kata-kataku kemarin, mungkin itu terlalu kasar untukmu. Gomen, Aku berharap kamu dapat memberikan Ryo-kun
satu kesempatan karna dia laki-laki yang baik dan pantas disayang. Itu saja
permintaanku, jangan menanyakan bagaimana aku mendapatkan nomor kau,
sayonara Nanami-chan
*Yuri”
Setelah mengirimkan
pesan singkat itu, mobil pribadi Yuri pun siap berangkat
Nanami yang
mendapatkan pesan singkat dari nomor yang tidak dia kenal pun terlihat sedikit
bingung, dia membukanya dan membacanya, setelah membacanya dia terlihat sangat
panik dan berlari keluar kelas untuk mencari Yuri. Tetapi sudah telat karna
saat dia tau Yuri sudah pergi dengan mobil pribadinya dia pun terdiam
ditengah-tengah lapangan melihat mobil itu berlaju pergi “Yuri-kun? Kenapa kamu
pergi?” gumam Nanami memegang ponselnya yang masih terlihat pesan singkat
terakhir dari yuri.
“yaaah!!” teriak
ryosuke ditaman sekolah “ dasar sahabat jahat! Kau kan sudah berjanji akan
menemani ku sampai lulus lalu kenapa kamu meninggalkanku sendiri disini?!
Kenapa kamu lari dari masalah ini? Kenapa?! Ini yang namanya sahabat baik? Satu
kata pamit pun tidak kau katakan? Kau jahat Yuri! Jahat!” teriak Ryosuke
terlihat sangat sedih
“aku tau sekarang kamu
pasti sangat membenciku karna aku pergi tanpa pamit tetapi aku berharap kamu
dapat bahagia bersama Nanami.
Yuri”
Begitulah pesan
singkat dari Yuri untuk Ryosuke
2tahun kemudian
Waktu berlibur di Seoul Korea
“Yuri-kun” peluk
Ryosuke setelah 2tahun tidak melihat Yuri
“Ryo-kun, sudah lama
tidak melihatmu” ucap Yuri terlihat sangat senang
“un, kamu bertambah
tinggi” nyengir Ryosuke sedikit meledek
“jangan meledekku,
bagaimana keadaanmu dijepang?” tanya Yuri mengalihkan pembicaraan karna dia
tidak suka membahas tinggi badan
“baik-baik saja” jawab
Ryosuke mengangguk-angguk pelan
“lalu.. bagaimana dengannya?”
gumam Yuri pelan
“dia? Nanami-chan? Dia
juga baik-baik saja” jawab ryosuke
“ou” angguk Yuri
“kamu tidak tanya dia
datang atau tidak ke Korea?” tanya Ryosuke bingung
“buat apa?” tanya Yuri
dengan polosnya
“sifatmu itu masih
saja tidak berubah” geleng Ryosuke
“yasudah, kenapa dia
tidak datang?” tanya Yuri
“siapa bilang dia
tidak datang?” tanya Ryosuke jail
“kau mengerjaiku?”
tanya Yuri merasa dipermainkan oleh Ryosuke
“tidak juga, dia
sedang disana” tunjuk Ryosuke ke toko es cream
Yuri pun manatap ke
arah toko es cream yang ditunjuk Ryosuke, dia melihat Nanami yang tersenyum
senang sambil berjalan menuju ke arah mereka. “nah Yuri-kun, ini untukmu” tawar
Nanami memberikan sebatang ec cream vanila lalu menghampiri Ryosuke, “ini ice
cream strawberry untuk Ryo-kun” gumam Nanami memberikan ice itu lalu mengandeng
tangan Ryosuke
“arigatou” ucap yuri
memakan es cream itu.
Melihat yuri memakan
es cream itu dengan penuh senyuman yang sudah lama menghilang, Ryosuke dan
Nanami pun terlihat sangat senang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar