Halaman

Rabu, 23 Mei 2012

You Always Be My Idol

Title: You Always My Idol
Author: Yukari a.k.a Tania
Type: one shoot
Cast:- Yoshizaki Yume
-Nakajima Yuto

“sungguh aku tidak percaya apa yang barusan lewat dihadapanku, wangi badannya yang begitu harum, senyumanya yang begitu manis ya tak lain adalah Nakajima Yuto. Aku tau dia memang seorang idola. Begitu banyak fans yang membawa uchiwa dia tetapi mungkin aku lebih beruntung dari mereka karna aku sedikit dekat dengan Yuto-kun. Konser pun dimulai, dengan coolnya dia mengangkat stik kesayangannya dan mulai memukul drum. Suaranya yang begitu merdu dapat membuat siapa saja yang mendengarkannya doki-doki.

~selesai konser~
“yuto-kun ini untukmu” tawar Yume memberikan Yuto sebotol air
“un, arigatou” angguk yuto mengambil botol itu lalu meneguknya
“Yuto-kun kamu keringatan, sini biar aku bersihkan” senyum Yume yang sudah mengeluarkan sapu tanganya dari dalam saku
“hm,, arigatou tetapi aku bisa membersikan sendiri” senyum Yuto mengambil sapu tangan itu dari tangan Yume yang mau mengelap pipinya
“ou” angguk Yume tersenyum tipis
“sepertinya aku harus kembali dulu, nanti mereka akan mencariku” gumam Yuto berdiri dari bangku-bangku penonton
“wakatta, jika begitu.. bsok kita baru temuan lagi.” gumam Yume
“un, jika sempat”  gumam Yuto setelah berpikir-pikir karna jadwalnya yang padat
“un, Jya”
“jya” lambai Yuto lalu berlari pergi
“sifatnya begitu cool, terasa aku sangat beruntung dapat kenalan dengannya.” Gumam Yume sambil memegang sapu tangan bekas keringat Yuto.

***
“sudah 30 menit, dia masih belum datang.”  Gumam Yume yang sudah dipanggang dengan terik matahari. Dia pun mencari tempat berteduh setelah menenggok kesegala penjuru akhirnya dia menemukan sebuah tempat teduh dibawah pohon tetapi tempat itu berada diseberang dan sekarang juga sedang banyak mobil tetapi demi tidak ingin pingsan dijalan mau tidak mau Yume harus menyebrangi jalan itu
Tiiiiiiinnnkk *suara klakson truk
Yume yang melihat sebuah truk yang sedang malaju kearahnya pun shock ditempat. Tiba-tiba seorang laki-laki menariknya. Yang tak lain lagi adalah pangeran yang sudah ditunggu setengah jem oleh Yume
“BAKA!” seru sang pangerang mengecek tubuh Yume yang sudah lemes dan terjatuh diatas jalan yang bagaikan panggangan  “utung saja tidak kenapa-napa” gumamnya setelah melihat-lihat tangan dan kaki Yume yang masih mulus tanpa goresan ataupun luka-luka lainnya. Yuto yang melihat Yume masih terbengong pun merasa sedikit panik “Yume-chan, Yume-chan daijoubu desuka?” tanyanya menguncangkan tubuh Yume terus menerus
“ah? Daijoubu” gumam Yume yang tersadar “Yuto-kun kenapa ada disini?” tanya Yume seperti amesia sekilas
Yuto menghela napas ketika mendengar pertanyaan Yume “ jika aku tidak ada disini kamu sudah gepeng disana” tunjuk Yuto ke tempat tadi dia menolong Yume
Yume pun melihat kearah yang ditunjuk Yuto “ ahh! Bekal makanan!!” teriaknya ingin bangun dan berlari pergi mengambil bekal makanan yang disiapkan penuh cintanya untuk Yuto
“Hey! dasar bodoh! Kau tau sangat bahaya jika berlari kejalan raya?” tanya Yuto yang memegang kedua lengan Yume
“demo,, itu bekal makanan yang sudah ku buat khusus untukmu” tunjuknya Yume sedih
“sudah, sudah biarkan saja, yuk kita pergi makan direstoran saja, jika terlalu lama disini aku bisa ketauan” bisik Yuto menarik tangan Yume
Yume hanya terdiam ditarik Yuto tetapi dia terus menatap ke bekal makanan yang tergeletak ditengah jalan itu”

“bagaimana? Enak tidak?” tanya Yuto memiringkan kepalanya sedikit
“un, oishi” senyum Yume
“baguslah jika kamu suka” senyum Yuto balik
“oh ya Yuto-kun hari ini tidak ada urusan?” tanya Yume sambil menyantap sushi yang ada didepannya
“hm.. iie, jika ada aku tidak akan mengajak kamu keluar” senyum Yuto
“ou, iya juga” gumam Yume lugu
“dasar bodoh! Cepet makan nanti kita pergi nonton” gumam Yuto
“un” angguk Yume senang

***
Setelah membayar Yuto dan Yume  berjalan keluar dari restoran itu
Kring~kring~ *Keitai Yuto berbunyi
“ moshi-moshi Ryo-kun doshite?” tanya Yuto yang mengangkat telepon dari Ryosuke
“kamu lupa hari ini mau pergi main bola?” tanya ryosuke dalam telepon
“Etto.. gomen Ryo-kun aku sedang ada masalah jadi kalian main ber 9 saja” tolak Yuto melihat ke Yume dan langsung langsung mematikan telepon

Disamping itu~
“moshi-moshi? Yuto-kun? Yuto-kun?” panggil Ryosuke “baka, dia mematikan teleponku!” seru Ryosuke melihat ke arah temen-temennya
“sedang sibuk apa dia belakangan ini?” tanya Daiki yang tidak lepas dari pockynya
“paling pergi kencan” gumam Yuri yang menyomot pocky Daiki
“hey! kalian itu! Aku sudah senang tidak ada Yuto tukang nyomot pockyku dan sekarang gantian kamu!” seru Daiki mengumpetkan Pockynya
“tidak juga” nyengir Ryutaro ikut menyomot pocky Daiki yang tepat disampingnya
“hey!” teriak daiki lagi karna didalam kotak pockynya hanya tersisa sebatang pocky terakir untuk menu ngemilnya hari ini
“sudah-sudah yuk pergi main bola” ajak Yabu
“tapi kita bersembilan mana bisa?” tanya Keito sambil jalan keluar bersama yang lain
“Jump memang tidak bisa kekurangan seorang pun, ribet jika kurang” geleng-geleng Hikaru
“iya benar itu” gumam Kei setuju

***
“kamu ada urusan hari ini?” tanya Yume setelah Yuto mematikan teleponnya
“iie” bohong Yuto
“lalu tadi itu?” tanya Yume melihat ke Keitai Yuto yang baru disimpan ke dalam saku celana
“iie, tadi mereka hanya mengajak aku main bola tetapi aku ingin pergi nonton saja” gumamYuto
“ouh, Yuto-kun mau nonton apa?” tanya Yume
“hm,,, kamu mau nonton apa?” tanya Yuto didepan kasir bioskop
“aku mau nonton itu”tunjuk Yume kelayar yang berada dibelakang kasir

***
selesai nonton~
“gomen Yuto-kun aku tidak tau jika kamu tidak suka nonton film horor” gumam Yume merasa tidak enak
“daijoubu-daijoubu” gumam Yuto tetapi dia terlihat masih  berkeringat dingin
“houtouni daijoubu desuka?” tanya Yume memastikan karna tadi didalam bioskop Yuto terlihat sangat histeris
“un, yuk pulang” ajak Yuto
“iya” angguk Yume setuju

 “apa aku bermimpi? Tadi aku nonton bareng dengan Yuto-kun yang sudah aku fans’in sejak kecil? Mujizat apa ini? Dan sekarang aku berjalan bareng dengannya langkah kami juga hampir sama sungguh beruntung aku. Senyumanan yang begitu cool membuat aku tambah doki-doki jika disebalahnya. Tetapi apakah Yuto mempunyai perasaan yang sama seperti ku? Batin Yume

***
Beberapa hari berlalu, Yuto-kun terlihat sangat sibuk bahkan dia tidak ada waktu untuk temuan dengan ku sampai suatu hari aku mengetahui satu berita yang mungkin tidak ingin ku dengar dari temanku, mungkin aku yang terakhir tau hal ini juga Yuto kun pacaran dengan seorang Bintang Solo? Hatiku terpecah belah aku berharap ini Cuma hoax, aku pun pergi menyarinya diDorm mereka. Ditengah jalan waktu menuju arah Dorm yang Yuto tinggalin aku terlihat shock ditempat memandang sebuah gambaran yang begitu romance dan penuh senyuman didepan mataku, Yuto dan Bintang Solo itu? Mereka beneran pacaran? Mereka bergandengan? Sungguh aku tidak ingin melihatnya tetapi member Jump yang lain terlihat sangat senang mungkin mereka sangat menyetujui Yuto pacaran dengan Bintang Solo itu juga. Aku pun berjalan pergi meninggalkan mereka. Sungguh menyakitkan jika aku harus berdiam diri disana sampai mereka menghilang dari pandanganku.

***

“Yume-chan? bagaimana kabarmu?” tanya Yuto yang tidak sengaja bertemu Yume ketika berbelanja
“baik, Yuto-kun sendiri?” tanya Yume kehilangan senyuman yang dia miliki seperti biasa dia bertemu Yuto
“baik juga, gomen ya belakangan ini tidak dapat bertemu dengan Yume lagi” Gumam Yuto yang masih terlihat ceria
“daijoubu” senyum Yume tipis
“Yume-chan sedang apa disini?” tanya Yuto
“aku mau membeli baju” tunjuknya ke sebuah toko baju
“ah, kebetulan sekali aku juga ini membeli baju” gumam Yuto
“eh? tetapi ini toko baju untuk wanita?” tunjuk Yume yang kebingungan
“aku tau kuk, aku ingin membeli baju untuk pacarku” Gumam Yuto
“Ou” angguk Yume mengerti
“kamu sakit ya?” tanya Yuto khawatir melihat Yume lesu. Lalu diapun memegang kening Yume tetapi tangannya langsung ditepis Yume
“iie” gumam Yume
“lalu kenapa kamu terlihat lemes? Tidak seperti biasanya, wajah mu juga tidak secerah biasanya, Yuk aku anterin kamu kedokter” tarik Yuto
“iie! Aku tidak sakit!” seru Yume melepaskan tangan Yuto “Yuto-kun, boleh aku tanya sesuatu?” tanya Yume pelan
“tentu” jawab Yuto
“apa Yuto-kun sangat menyukai pacar Yuto-kun?” pertanyaan bodoh tetapi ini merupakan pertanyaan yang sudah disimpen Yume sejak mengetahui Yuto berpacaran pun keluar dari mulutnya
Yuto pun mengangguk “tentu, aku sudah menyukainya sejak SMP” jawabnya membuat hati Yume seperti ditancep ribuan jarum
“eee,, lalu perasaan Yuto-kun ke aku itu?” tanya Yume pelan
“maksudnya?” tanya Yuto tidak mengerti
“etto.. Yuto-kun menganggap aku apa?” tanya Yume dengan volume yang makin pelan
“tentu aku menganggap Yume-chan sebagai sahabat” jawab Yuto tersenyum dan  langsung merangkul bahu Yume.
“sahabat?” gumam Yume menatap Yuto bingung
“un, doshite?” tanya Yuto
“daijoubu” geleng Yume tersenyum kecil

“Yuto-kun menganggapku sahabat? Apakah itu benar? Jadi aku bukan hanya sekedar fans bagi dia tetapi aku juga seorang sahabat? Sungguh senang aku mendengar kata-kata Yuto barusan. Walaupun aku iri dengan bintang solo itu karna sudah mencuri hati Yuto tetapi aku sangat senang sekarang, karna Yuto-kun menggangapku sahabat” Batin Yume

“yuk bantu aku cari baju untuk pacarku” ajak Yuto merangkul Yume masuk kedalam toko
“un,” angguk Yume setuju
Mereka pun masuk kedalam toko baju itu dan terlihat sangat sibuk mencari baju karna Yume terlalu banyak komentar tentang baju yang dipilih Yuto. Entah terlalu norak ataupun apa saja

                                      -End-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar