Title: You Always My Idol
Author: Yukari a.k.a Tania
Type: one shoot
Cast:- Yoshizaki Yume
-Nakajima Yuto
“sungguh aku tidak percaya apa yang barusan lewat
dihadapanku, wangi badannya yang begitu harum, senyumanya yang begitu manis ya
tak lain adalah Nakajima Yuto. Aku tau dia memang seorang idola. Begitu banyak fans
yang membawa uchiwa dia tetapi mungkin aku lebih beruntung dari mereka karna
aku sedikit dekat dengan Yuto-kun. Konser pun dimulai, dengan coolnya dia
mengangkat stik kesayangannya dan mulai memukul drum. Suaranya yang begitu
merdu dapat membuat siapa saja yang mendengarkannya doki-doki.
~selesai konser~
“yuto-kun ini untukmu” tawar Yume memberikan Yuto sebotol
air
“un, arigatou” angguk yuto mengambil botol itu lalu
meneguknya
“Yuto-kun kamu keringatan, sini biar aku bersihkan”
senyum Yume yang sudah mengeluarkan sapu tanganya dari dalam saku
“hm,, arigatou tetapi aku bisa membersikan sendiri”
senyum Yuto mengambil sapu tangan itu dari tangan Yume yang mau mengelap
pipinya
“ou” angguk Yume tersenyum tipis
“sepertinya aku harus kembali dulu, nanti mereka akan
mencariku” gumam Yuto berdiri dari bangku-bangku penonton
“wakatta, jika begitu.. bsok kita baru temuan lagi.”
gumam Yume
“un, jika sempat”
gumam Yuto setelah berpikir-pikir karna jadwalnya yang padat
“un, Jya”
“jya” lambai Yuto lalu berlari pergi
“sifatnya begitu cool, terasa aku sangat beruntung dapat
kenalan dengannya.” Gumam Yume sambil memegang sapu tangan bekas keringat Yuto.
***
“sudah 30 menit, dia masih belum datang.” Gumam Yume yang sudah dipanggang dengan terik
matahari. Dia pun mencari tempat berteduh setelah menenggok kesegala penjuru
akhirnya dia menemukan sebuah tempat teduh dibawah pohon tetapi tempat itu
berada diseberang dan sekarang juga sedang banyak mobil tetapi demi tidak ingin
pingsan dijalan mau tidak mau Yume harus menyebrangi jalan itu
Tiiiiiiinnnkk *suara klakson truk
Yume yang melihat sebuah truk yang sedang malaju
kearahnya pun shock ditempat. Tiba-tiba seorang laki-laki menariknya. Yang tak
lain lagi adalah pangeran yang sudah ditunggu setengah jem oleh Yume
“BAKA!” seru sang pangerang mengecek tubuh Yume yang
sudah lemes dan terjatuh diatas jalan yang bagaikan panggangan “utung saja tidak kenapa-napa” gumamnya
setelah melihat-lihat tangan dan kaki Yume yang masih mulus tanpa goresan
ataupun luka-luka lainnya. Yuto yang melihat Yume masih terbengong pun merasa
sedikit panik “Yume-chan, Yume-chan daijoubu desuka?” tanyanya menguncangkan
tubuh Yume terus menerus
“ah? Daijoubu” gumam Yume yang tersadar “Yuto-kun kenapa
ada disini?” tanya Yume seperti amesia sekilas
Yuto menghela napas ketika mendengar pertanyaan Yume “
jika aku tidak ada disini kamu sudah gepeng disana” tunjuk Yuto ke tempat tadi
dia menolong Yume
Yume pun melihat kearah yang ditunjuk Yuto “ ahh! Bekal
makanan!!” teriaknya ingin bangun dan berlari pergi mengambil bekal makanan
yang disiapkan penuh cintanya untuk Yuto
“Hey! dasar bodoh! Kau tau sangat bahaya jika berlari
kejalan raya?” tanya Yuto yang memegang kedua lengan Yume
“demo,, itu bekal makanan yang sudah ku buat khusus
untukmu” tunjuknya Yume sedih
“sudah, sudah biarkan saja, yuk kita pergi makan
direstoran saja, jika terlalu lama disini aku bisa ketauan” bisik Yuto menarik
tangan Yume
Yume hanya terdiam ditarik Yuto tetapi dia terus menatap
ke bekal makanan yang tergeletak ditengah jalan itu”
“bagaimana? Enak tidak?” tanya Yuto memiringkan kepalanya
sedikit
“un, oishi” senyum Yume
“baguslah jika kamu suka” senyum Yuto balik
“oh ya Yuto-kun hari ini tidak ada urusan?” tanya Yume
sambil menyantap sushi yang ada didepannya
“hm.. iie, jika ada aku tidak akan mengajak kamu keluar”
senyum Yuto
“ou, iya juga” gumam Yume lugu
“dasar bodoh! Cepet makan nanti kita pergi nonton” gumam
Yuto
“un” angguk Yume senang
***
Setelah membayar Yuto dan Yume berjalan keluar dari restoran itu
Kring~kring~ *Keitai Yuto berbunyi
“ moshi-moshi Ryo-kun doshite?” tanya Yuto yang
mengangkat telepon dari Ryosuke
“kamu lupa hari ini mau pergi main bola?” tanya ryosuke
dalam telepon
“Etto.. gomen Ryo-kun aku sedang ada masalah jadi kalian
main ber 9 saja” tolak Yuto melihat ke Yume dan langsung langsung mematikan
telepon
Disamping itu~
“moshi-moshi? Yuto-kun? Yuto-kun?” panggil Ryosuke “baka,
dia mematikan teleponku!” seru Ryosuke melihat ke arah temen-temennya
“sedang sibuk apa dia belakangan ini?” tanya Daiki yang
tidak lepas dari pockynya
“paling pergi kencan” gumam Yuri yang menyomot pocky
Daiki
“hey! kalian itu! Aku sudah senang tidak ada Yuto tukang
nyomot pockyku dan sekarang gantian kamu!” seru Daiki mengumpetkan Pockynya
“tidak juga” nyengir Ryutaro ikut menyomot pocky Daiki
yang tepat disampingnya
“hey!” teriak daiki lagi karna didalam kotak pockynya
hanya tersisa sebatang pocky terakir untuk menu ngemilnya hari ini
“sudah-sudah yuk pergi main bola” ajak Yabu
“tapi kita bersembilan mana bisa?” tanya Keito sambil
jalan keluar bersama yang lain
“Jump memang tidak bisa kekurangan seorang pun, ribet
jika kurang” geleng-geleng Hikaru
“iya benar itu” gumam Kei setuju
***
“kamu ada urusan hari ini?” tanya Yume setelah Yuto
mematikan teleponnya
“iie” bohong Yuto
“lalu tadi itu?” tanya Yume melihat ke Keitai Yuto yang
baru disimpan ke dalam saku celana
“iie, tadi mereka hanya mengajak aku main bola tetapi aku
ingin pergi nonton saja” gumamYuto
“ouh, Yuto-kun mau nonton apa?” tanya Yume
“hm,,, kamu mau nonton apa?” tanya Yuto didepan kasir
bioskop
“aku mau nonton itu”tunjuk Yume kelayar yang berada
dibelakang kasir
***
selesai nonton~
selesai nonton~
“gomen Yuto-kun aku tidak tau jika kamu tidak suka nonton
film horor” gumam Yume merasa tidak enak
“daijoubu-daijoubu” gumam Yuto tetapi dia terlihat masih berkeringat dingin
“houtouni daijoubu desuka?” tanya Yume memastikan karna
tadi didalam bioskop Yuto terlihat sangat histeris
“un, yuk pulang” ajak Yuto
“iya” angguk Yume setuju
“apa aku bermimpi?
Tadi aku nonton bareng dengan Yuto-kun yang sudah aku fans’in sejak kecil?
Mujizat apa ini? Dan sekarang aku berjalan bareng dengannya langkah kami juga
hampir sama sungguh beruntung aku. Senyumanan yang begitu cool membuat aku
tambah doki-doki jika disebalahnya. Tetapi apakah Yuto mempunyai perasaan yang
sama seperti ku? Batin Yume
***
Beberapa hari berlalu, Yuto-kun terlihat sangat sibuk
bahkan dia tidak ada waktu untuk temuan dengan ku sampai suatu hari aku
mengetahui satu berita yang mungkin tidak ingin ku dengar dari temanku, mungkin
aku yang terakhir tau hal ini juga Yuto kun pacaran dengan seorang Bintang
Solo? Hatiku terpecah belah aku berharap ini Cuma hoax, aku pun pergi
menyarinya diDorm mereka. Ditengah jalan waktu menuju arah Dorm yang Yuto
tinggalin aku terlihat shock ditempat memandang sebuah gambaran yang begitu
romance dan penuh senyuman didepan mataku, Yuto dan Bintang Solo itu? Mereka
beneran pacaran? Mereka bergandengan? Sungguh aku tidak ingin melihatnya tetapi
member Jump yang lain terlihat sangat senang mungkin mereka sangat menyetujui
Yuto pacaran dengan Bintang Solo itu juga. Aku pun berjalan pergi meninggalkan
mereka. Sungguh menyakitkan jika aku harus berdiam diri disana sampai mereka
menghilang dari pandanganku.
***
“Yume-chan? bagaimana kabarmu?” tanya Yuto yang tidak
sengaja bertemu Yume ketika berbelanja
“baik, Yuto-kun sendiri?” tanya Yume kehilangan senyuman
yang dia miliki seperti biasa dia bertemu Yuto
“baik juga, gomen ya belakangan ini tidak dapat bertemu
dengan Yume lagi” Gumam Yuto yang masih terlihat ceria
“daijoubu” senyum Yume tipis
“Yume-chan sedang apa disini?” tanya Yuto
“aku mau membeli baju” tunjuknya ke sebuah toko baju
“ah, kebetulan sekali aku juga ini membeli baju” gumam
Yuto
“eh? tetapi ini toko baju untuk wanita?” tunjuk Yume yang
kebingungan
“aku tau kuk, aku ingin membeli baju untuk pacarku” Gumam
Yuto
“Ou” angguk Yume mengerti
“kamu sakit ya?” tanya Yuto khawatir melihat Yume lesu.
Lalu diapun memegang kening Yume tetapi tangannya langsung ditepis Yume
“iie” gumam Yume
“lalu kenapa kamu terlihat lemes? Tidak seperti biasanya,
wajah mu juga tidak secerah biasanya, Yuk aku anterin kamu kedokter” tarik Yuto
“iie! Aku tidak sakit!” seru Yume melepaskan tangan Yuto
“Yuto-kun, boleh aku tanya sesuatu?” tanya Yume pelan
“tentu” jawab Yuto
“apa Yuto-kun sangat menyukai pacar Yuto-kun?” pertanyaan
bodoh tetapi ini merupakan pertanyaan yang sudah disimpen Yume sejak mengetahui
Yuto berpacaran pun keluar dari mulutnya
Yuto pun mengangguk “tentu, aku sudah menyukainya sejak
SMP” jawabnya membuat hati Yume seperti ditancep ribuan jarum
“eee,, lalu perasaan Yuto-kun ke aku itu?” tanya Yume
pelan
“maksudnya?” tanya Yuto tidak mengerti
“etto.. Yuto-kun menganggap aku apa?” tanya Yume dengan
volume yang makin pelan
“tentu aku menganggap Yume-chan sebagai sahabat” jawab
Yuto tersenyum dan langsung merangkul
bahu Yume.
“sahabat?” gumam Yume menatap Yuto bingung
“un, doshite?” tanya Yuto
“daijoubu” geleng Yume tersenyum kecil
“Yuto-kun menganggapku sahabat? Apakah itu benar? Jadi
aku bukan hanya sekedar fans bagi dia tetapi aku juga seorang sahabat? Sungguh
senang aku mendengar kata-kata Yuto barusan. Walaupun aku iri dengan bintang
solo itu karna sudah mencuri hati Yuto tetapi aku sangat senang sekarang, karna
Yuto-kun menggangapku sahabat” Batin Yume
“yuk bantu aku cari baju untuk pacarku” ajak Yuto
merangkul Yume masuk kedalam toko
“un,” angguk Yume setuju
Mereka pun masuk kedalam toko baju itu dan terlihat
sangat sibuk mencari baju karna Yume terlalu banyak komentar tentang baju yang
dipilih Yuto. Entah terlalu norak ataupun apa saja
-End-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar