Title: I’m Back
Author: Yukari a.k.a Tania
Chapter :1 – END
Cast : -Mika Akinazawa
-Ryu Morimoto
“dasar
perempuan jelek! Jauh-jauh kau dariku!” seru Ryu dengan kata-kata yang
telah menusuk dan melukaiin hati Mika. Setelah selesai mengomel Ryu pun
pergi bersama teman-temannya meninggalkan Mika. Mika yang sudah
membasahi mukanya dengan air matanya pun berjalan tidak tau arah (ke
atap sekolah)
“Menapa mukaku begitu jelek? Mengapa smua orang
benci melihat mukaku? Mengapa? Tanyanya pada dirinya sendiri “mengapa
Ryu-kun membenciku? Tanyanya lagi yang sedang memanjat naik keatas
pinggiran atap sekolah (*gomen aku tidak tau namanya apa tuh yang buat
jadi pembatas itu) dia terlihat biasa saja tanpa sedikit takut pun, lalu
dia melihat keatas langit “okasan,aku akan pergi mencarimu” gumamnya
dengan sedikit senyuman yang sangat aneh, dia pun siap-siap meloncat
kebawah tetapi sebuah angin kencang menghembus kearahnya dan
menjatuhkannya kedalam “Ittai!” teriaknya memegang sikunya yang sudah
terluka “kenapa tidak membiarkanku mati?” tanyanya melihat kelangit lalu
dia teringat dengan kata-kata okasannya “jangan perna sedih Mika-chan,
walaupun kamu tidak cantik, tetapi kamu memiliki sebuah hati yang begitu
cantik” begituhlah kata-kata yang terlintas dipikiran Mika
***
“Tadaima” ucap Mika pelan
“Okaeri Mika-chan.” sambut otosan mika yang sedang sibuk. Melihat otosannya yang sedang sibuk, Mika pun berjalan masuk kamarnya
“ah!
Mika-chan, nanti kamu mulai memberes-bereskan barang-barangmu ya.3 hari
lagi kita akan pulang ke kampung halaman kita” jelas otosannya sebelum
Mika masuk kamar
“Hai!” jawab Mika singkat lalu masuk kedalam kamar
“Mungkin ini yang bisa kupilih, pulang ke Osaka.Mungkin aku dapat melupakan Ryu dan memulai kehidupan baru disana.
3tahun kemudian~
Seorang
gadis tinggi dengan rambut yang begitu indah tergerai sedang berjalan
menuju sebuah koridor sekolah dan ditemanin oleh seorang wanita yang
terlihat galak dengan kosmetik yang dipakainya sangat tebal.mungkin
laki-laki yang melihatnya akan jatuh pingsan atau shock. Setelah
berjalan sampai diujung koridor, wanita itu membukakan pintu kelasnya
“ohayou minna-san” teriaknya
“ohayou” sapa murid-murid dikelas itu dengan lemes, seperti tidak ingin melihat wanita itu.
“kalian kedatangan teman baru, dia pindahan dari Osaka” jelas wanita itu yang merupakan wali kelas mereka
“Osaka?” guman Ryu sedikit bingung plus penasaran
“ohayou minna-san, atashi wa Akinazawa Mika desu, yoroshiku”
“yoroshiku mika-san” teriak murid-murid laki-laki dikelas itu tampang heboh kecuali Ryu yang terdiam terus menatap Mika
“Mika?
Dia Akinazawa Mika yang penuh jerawat dan ... tidak mungkin! Mereka
bisa dibilang langit dan bumi, iya pasti hanya kebetulan namanya sama”
gumam Ryu yang tidak percaya
“Akinazawa-san, silakan kamu duduk dibangku kosong yang ada dibelakang Morimoto-san” perintah sensei
Saat
Mika berjalan menuju tempat yang ditunjuk tersebut, begitu banyak
tatapan mata murid laki-laki yang menuju kearahnya. Aromanya yang begitu
harum, wajahnya yang begitu cerah bersinar dan dapat dipastikan
laki-laki yang melihatnya 99% akan jatuh cinta dengannya dan 1%nya lagi
mungkin karna mrka sudah punya pacar (#plakk)
“mungkin dia memang bukan Akinazawa Mika yang kukenal itu” Pikir Ryu setelah melihat Mika lewat dari sampingnya.
“Ryu tidak berubah sama sekali, mukanya masih imut seperti dulu, apa dia masih mengenalku?” tanya Mika didalam hatinya.
Setelah
mulai pelajaran, Mika terus melihat Ryu yang sedang menulis dari
belakang “ternyata bahu dia tidak sekecil dulu lagi, sekarang dia
terlihat lebih dewasa, apa dia sudah punya pacar?”
***
“Ryu-kun mau?” tawar Mika menyodorkan bekal makanannya (roti)
“iie, arigatou” tolak Ryu kembali membaca manganya
Mika pun kembali duduk ke tempatnya
“kenapa kamu bisa tau namaku?” tanya Ryu yang baru nyadar dan langsung menghadap kebelakang, tempat Mika duduk.
“anoo.. tadi saat sensei sedang mendaftar hadir, aku berusaha menghafal seluruh nama-nama murid disini” jelas Mika
“ouh” angguk Ryu lalu dia terdiam sementar “kau..Akinazawa Mika yang perna..
“Gomen, aku permisi ke toilet dulu” Mika langsung memotong pertanyaan Ryu dan berlari keluar
“Jika
dia benar Mika kenapa dia tidak ngaku saja? Apa kata-kataku waktu
menolaknya terlalu menyakitkan?” Gumam Ryu yang sudah mulai curiga
dengan tingkah Mika
“Apa yang harus kulakukan? Pura-pura
tidak mengenalinya atau jujur dengannya? Tetapi jika aku jujur dengannya
pasti dia akan marah denganku dan mengusir aku seperti dulu lagi”
gumamnya yang terus menatap cermin “mungkin tidak perlu ku ungkit lagi
masa lalu, aku masih ingin berteman dengannya” lanjutnya yang berjalan
keluar dari toilet
“Mika, Ikut aku ke suatu tempat” ajak Ryu setelah Mika masuk kelas. Dan Mika pun mengikutin Ryu dari belakang
“tempat ini?” gumam Mika seperti sangat mengingat tempat tersebut
“kau masih ingat tempat ini?” tanya Ryu yang terduduk dibangku dekatnya
“ini tempat kamu menolakku” gumam Mika membalikkan tubuhnya dan mulai berkaca-kaca
“gomen” bisik Ryu yang memeluk Mika dari belakang. Mika pun terkaget
“Hountouni
Gomen, karna gengsi aku harus menolakmu. Mereka selalu meledekku jika
aku mendekatimu . aku tidak ingin diledek lagi jadi aku menolakmu
didepan hadapan mereka” jelas Ryu yang berhasil membuat air mata Mika
bercucuran, dia pun ingin melepaskan pelukan Ryu tetapi..
“tetapi
sejak kecil aku sudah menyukaimu, karna kamu memliki hati yang begitu
baik dan aku merasa sangat nyaman jika didekatmu. Aku juga sangat
menyesal waktu kamu pulang ke Osaka, aku menyesal tidak jadian denganmu,
aku menyesal karna tidak dapat bermain denganmu lagi. Tiap hari aku
terus memikirkanmu, aku juga sering ke taman bermain kita waktu kecil
dan.. kesini juga” cerita Ryu dengan pelan dan mata dia pun mulai
berkaca-kaca
“hountou?” tanya Mika pelan
“Un” angguk Ryu “
kamu mau memberiku kesempatan untuk memperbaiki kesalahanku? Aku ingin
melindungi dan menjagamu, karna aku yang sekarang sudah dewasa”
“un” angguk Mika pelan
***
Mika POV~
”apakah
ini benaran? Dia menembakku? Apakah aku sedang mimpi? Memang sejak
kecil aku sangat dekat dengannya dan aku sendiri sangat menyukainya
sampai SMP 2 walaupun perna ditolak olehnya tetapi aku masih menyukainya
sampai sekarang dan tidak disangka lagi ternyata dia juga sama
denganku. Dia benar-benar berubah menjadi dewasa, tidak seperti dulu
yang begitu kasar,gengsi dan jail.”
***
“kamu sekarang berubah menjadi sangat cantik ya” puji Ryu yang mengandeng mika kembali kekelas
“tidak
juga, kamu juga menjadi makin dewasa dan sifat gengsianmu juga sudah
hilang” puji Mika balik tetapi sepertinya sedang menyindir Ryu
“ah! Kamu bisa saja” nyengir Ryu malu
~END~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar