Title : My Family and You no Kiseki
Author : Yukari a.k.a Tania
Type: One Shoot
Genre : Romance
Cast : -Fumiko Kojima
-Kei Ino
-Nanako Kojima
FLASHBACK~
“oka-san, aku mau yang ini” tunjuk Fumiko ke baju yang sudah dia pilih
hampir 1 jam
“Fumiko-chan suka ini?” tanya Okasan melihat-lihat baju tersebut
“un, suki desu” angguk Fumiko penuh harapan
Okasan pun tersenyum lembut mengambil baju itu ke kasir
“arigatou ne Okasan”ucap Fumiko setelah keluar dari toko baju
“Doita Fumiko-chan, Fumiko-chan mau kemana sekarang?”
“hm.. Fumiko mau makan itu” nyengirnya yang berdiri tepat didepan toko es
krim
Okasan melihat ke arah toko ice cream dan langsung mengandeng Fumiko masuk.
END FLASHBACK~
Hidup mewah? untuk apa? Tetapi akhir-akhirnya keluargaku hancur seperti
ini? Pikirku melihat batu polos yang terukir nama Okasan. Air mata terus
bercucur ketika mengingat Okasan pergi begitu saja karna bunuh diri. Aku
membencinya! Kenapa Okasan begitu bodoh? Dan aku juga membenci Otosan! Kenapa
dia tidak dapat mengalah kepada Okasan? Kenapa mereka harus betengkar terus?
Dan terus?! sampai akhirnya Okasan tidak
tahan dengannya? Okasan, Fumiko merindukanmu, kenapa Okasan tega meninggalkan
Fumiko dengan Nanako? Naze? Apa Okasan tidak menyayangi Fumiko dan Nanako lagi?
Okasan! Kembalilah! Kembali! Fumiko ingin belanja bareng Okasan, Makan ice
cream bareng Okasan lagi! Kenapa Okasan tega.. tega memberikan semua beban ini
untukku? Kenapa?.. dan menyuruhku untuk menjaga Nanako? Aku tidak mau! Tidak
mau!”
***
Sejak kejadian itu, Otosan menikah lagi. Aku sangat membenci hal tersebut
tentu tidak betah. Aku mengajak Nanako adikku yang masih berumur 7 tahun pergi
mencari tempat tinggal sendiri dan memulai kehidupan baru tanpa Okasan dan juga
Otosan. Aku yang masih SMA 1 harus belajar mandiri untuk menjaga Nanako dan
meneruskan sekolah, Aku juga harus memparuhkan waktuku, Okasan sebelum pergi
dia meninggalkan sejumlah uang untukku dan aku gunakan untuk menyewa sebuah
rumah kecil dan membuka sebuah online shop dan aku juga kerja paruh waktu disebuah
super market. Kadang aku berpikir ingin melepaskan ini semua, aku sudah lelah!
Aku tidak mampu dengan semua ini! tetapi.. mungkin tidak ada jalan buntu jika
ingin berjuang.. apakah dia Mr.Right ku?
“kore..” sebuah keranjang belanjaan yang sudah tunggu aku hitung
“980yen” ucapku sopan
“nih” dia pun menyodorkan 1000yen
“kembalian 20yen, terimakasih sudah berbelanja disini” ucapku
“un” angguknya melihat wajah ku “eh, Kojima-san?” panggilnya mengenalliku
“ino-san?” begitu juga aku yang mengenallinya, dia murid dari SMA2 IPA.
dulu dia perna menolongku sekali.
“kenapa Kojima-san bekerja disini?” tanyanya polos
“etto..” akupun terdiam
***
“untukmu” senyum Ino-san tipis dan memberikanku sebotol green tea yang tadi
dia beli
“arigatou” senyumku mengambil green tea tersebut
“ternyata Kojima-san begitu.. hebat” pujinya setelah aku menceritakan semua
kejadian buruk yang menimpaku selama ini
“iie” gelengku pelan
Ino-san pun tersenyum kecil dan menepuk bahunya pelan “nah”
Aku pun senderan dibahunya. Bahunya begitu hangat. Membuatku menjadi lebih
tenang, aku pun memejamkan mataku sebentar
“jika Kojima-san ada masalah ceritakan saja kepadaku, aku akan membantumu”
bisiknya pelan
“un” anggukku pelan
“Ino-san,.. arigatou” bisikku lagi
“eh?”
“arigatou sudah mau meminjamkan bahumu dan sudah mau menemaniku, aku harus
masuk kerja lagi” senyumku berdiri
“ou, un” angguknya
“jya” lambaiku yang masuk kedalam super market.
“jya” lambainya yang melihat ku masuk Super market lalu berjalan pergi.
***
Hiks.. hiks..hiks.. tangisan seorang anak perempuan yang membuat Kei Ino
prihatin melihatnya
Dia terjongkok dan dengan lembutnya bertanya “dimana Okasanmu?”
Anak kecil itu mendengar pertanyaan Kei, tangisannya pun semakin keras. Kei
pun menjadi salting “eh..eh.. anoo..etto.. adik kecil jangan nangis lagi.. ini
aku ada lollipop” hiburnya mengeluarkan sebatang lollipop dari kantong
belanjaannya tadi. Ya anak kecil mana yang lihat permen tidak jadi diam? Kei
pun tersenyum lega setelah melihat anak kecil itu terdiam. “kenapa kamu
menangis disini? Dimana keluargamu?” tanya Kei pelan dan takut anak kecil itu
nangis lagi.
“mau cari onee-chan” jawab anak
kecil itu pelan
“nee-chan? kamu tau dimana nee-chanmu?” tanya Kei
Anak kecil itu mengeleng
“hm.. siapa nama nee-chanmu?”
“Pumiko” gumam anak kecil itu mengemut lollipop dari Kei
“pumiko?” kei terlihat bingung
“un..un..pumiko Kojima”
“pumiko Kojima?” gumamnya “ Fumiko Kojima? Kojima-san?” gumamnya tersadar
setelah berpikir-pikir “berati dia adiknya Kojima san?”
“kamu Nanao Kojima kah?” tanya Kei
“Nanako!” seru anak kecil itu karna Kei salah menyebutkan namanya.
“hai! gomen.. iya Nanako-chan, Yuk aku bawa kamu cari nee-chan” ajak Kei
mengandeng tangan Nanako
“hountou?” tanya Nanako senang
“un, hountouni” senyum Kei manis
“Hai” angguknya kemudia memeluk kaki Kei. Keilangsung megendong Nanako pergi mencari Fumiko.
Sesampai di super market. Karna waktu sudah gelap. Jam kerja Fumiko pun
sudah selesai. Kei yang sampai disuper market tidak melihat sosok Fumiko dia
pun berjalan keluar dan terus mencari Fumiko dimana-mana sedangkan Nanako sudah
tidur pulas digendongannya
Fumiko yang pulang tidak melihat sosok Nanako sama sekali, dia terlihat
sangat panik dan berlari keluar rumah mencarinya
“Nanako-chan? Nanako-chan?” teriak Fumiko yang sudah mencari Nanako dimana-mana
“dimana kamu? Nee-chan tidak boleh kehilangan kamu, nee-chan sudah berjanji
akan menjaga mu baik-baik, kamu tidak boleh kenapa-napa jika tidak nee-chan
tidak akan memaafkan diri Nee-chan.”
Ditengah perjalanan
“Ino-san?” panggil Fumiko berhenti berlangkah.
Kei yang melihat Fumiko pun terseyum dan menghampiri Fumiko “Kojima-san”
panggilnya
Lalu Fumiko melihat kebelakang Kei, melihat seorang anak perempuan yang
sedang tidur digendong Kei “Nanako-chan?” panggilnya terlihat berseri-seri dan
sangat lega
“aku menemukannya ditengah jalan, dia menangis mencarimu” jelas Kei
Fumiko pun mengelus pelan wajah Nanako yang tertidur pulas. “biarkan aku
yang mengendongnya” tawar Fumiko
Kei mengeleng “tidak perlu, dia sudah tertidur pulas jika bergantian, nanti
dia akan terbangun” jelasnya
“wakata” gumam Fumiko mengerti
“yuk” ajak Kei melanjutkan langkahnya menuju arah rumah Fumiko
Mereka pun berjalan menuju arah rumah Fumiko
“jika kamu kerja Nanako-chan sendirian dirumah?” tanya Kei
“iya,” angguk Fumiko
“hm..jika mau setiap pulang sekolah, aku akan menjemputnya ke perpustakanku
dan menemaninya, dou?” tanya Kei
“aku rasa tidak perlu, itu akan sangat merepotkanmu” tolak Fumiko merasa
tidak enak
“iie, aku kan membuka pespustakaan sendiri sekalian Nanako dapat belajar
disana”
“tetapi..”
“sudah, mulai besok aku akan menjemputnya” senyum Kei menatap Fumiko
sekilas dan berjalan pergi.
Fumiko yang tertinggal beberapa langkah dari Kei langsung berhenti
melangkah “Ino-san arigatou ne, disaat seperti ini tidak ada seorang teman baikku
yang mau memedulikanku tetapi berbeda dengan kamu.. arigatou..” batin
Fumiko “Ino-san chotto” teriak Fumiko
yang mengejar Kei, karna sudah tertinggal jauh.
***
“Nanao-chan, yuk pergi” ajak Kei yang menjemput Nanako sesuai janjinya
“Nanako!” seru Nanako mengembungkan pipinya
“hai!..Hai!.. Nanako-chan”nyengir Kei terlihat sengaja mengerjai Nanako
Nanako pun tersenyum, dia mengandeng tangan Kei dan berjalan keluar bareng
Kei.
***
“Nanako sudah mengerti?” tanya Kei yang sedang sibuk mengajari Nanako
Nanako mengeleng, Kei hanya tersenyum dan mengajarkan ulang
“mau jalan-jalan” pinta Nanako yang terlihat sangat bosen
“ha? Jalan-jalan?” tanya Kei kaget
“un..un.. Nanako mau jalan-jalan” melas Nanako
“hm.. yasudah, yuk kita ketaman sekarang” ajak Kei
Day by day, setiap hari sangat rutinitas, Kei slalu menjaga Nanako dan
Nanako pun sangat akrab dengannya. Begitu juga Fumiko
“nee-chan?” panggil Nanako
“doshite? Sudah malam kenapa Nanako-chan belum tidur?” tanya Fumiko yang
sedang sibuk mengejakan PR nya
“nee-chan suki nii-chan desuka?”
Fumiko yang sedang sibuk mengerjakan pun berhenti sesaat alias shock
“kenapa Nanako-chan bisa bertanya begitu?” tanya yang membelakangi Nanako
“hm,, Nanako suki Kei-nii, Nanako ingin nee-chan pacaran dengan Kei-nii”
ucapnya
“kamu ini! Sudah sana tidur” perintah Fumiko karna malu
“un, Oyasumi”
“oyasumi”
“suki Kei-nii?” batin Fumiko mengingat kata-kata Nanako. Lalu dia kembali
mengerjakan PR “suki desu?” gumamnya terlihat baka
FLASHBACK~
“ino-san”kejar Fumiko yang menurunin tangga “aa!” triaknya yang terjatuh
karna terpleset (?)
Waktu terhenti untuk beberapa saat
“anata daijoubu desuka?” tanya Kei
“huu..Daijoubu da yo” ucap Fumiko lega karna seperti ada penopang yang
begitu empuk, dia pun melihatnya dan matanya tiba-tiba membesar “ah! Gomen”
ucapnya langsung bangun dari badan Kei
“daijoubu” senyum Kei malu dan sepertinya badannya kesakitan
“hountouni?” tanya Fumiko sedikit malu dan merasa tidak enak dengan Kei
“un, ada apa tadi kamu mengejarku?” tanya Kei
“ah, ini bukumu yang tadi aku pinjam” ucapnya mengembalikan buku Kei
Kei pun mengambil buku itu
“jika begitu aku pulang dulu ya” pamit Fumiko berjalan pergi
“ehh”
“doshite?” tanya Fumiko membalikan badannya
Kei pun menghampiri Fumiko “hm,, jika mau pulang bareng saja, lagian nanti aku
akan kerumahmu menjemput Nanako-chan”
“ou, baiklah” senyum Fumiko setuju
“hari ini Ino-san tidak naik mobil?” tanya Fumiko yang duduk dibelakang Kei
“iie, nanti aku akan membawa Nanako-chan berkeliling mengunakan sepeda”
gumam Kei
“ou, Ino-san..”panggil Fumiko
“nani?” tanya Kei memalingkan tatapannya sekilas kearah Fumiko
“Ino-san tidak lelah menemanin Nanako-chan setiap hari?” tanya Fumiko
Kei pun tersenyum “iie, aku suka anak kecil,demo.. aku tidak punya adik
jadi aku sangat menyukai Nanako-chan” jelasnya
“ou” angguk Fumiko mengerti
Ino pun menarik tangan Fumiko ke perutnya “pegang yang kenceng ya”
perintahnya
Fumiko terlihat shock melihat kearah tangannya yang sedang memeluk Kei
Tiba-tiba laju sepeda semakin kencang dan membuat Fumiko kaget, dia terus-terusan
berteriak dan senyumannya terlihat bergitu bahagia.
***
“waktu melupakan hal yang tidak ingin ku ungkit hanyalah di sekolah tetapi
setiap kali aku merasakan kesepian, Oka-san aku merindukanmu” gumamnya yang
berdiam diri diatap sekolah yang begitu hening yang ada hanyalah hempasan angin
yang begitu sejuk, terlihat langit-langit begitu mendung. Fumiko terus menatap
ke langit yang sudah mau hujan itu “Okasan” panggilnya. Hujan pun tiba-tiba
turun deras membasahi tubuh Fumiko tetapi Fumiko tetap duduk diam disana.
“walaupun aku menangis disaat hujan yang begitu deras juga tidak ada yang tau”
Tak lama sebuah jaket langsung menutupi badan Fumiko “baka!” gumamnya
dengan halus
“ino-san” panggil Fumiko pelan
“cepat bangun, nanti kamu bisa sakit jika kehujanan”
Fumiko tetap terduduk disana, Kei pun menariknya masuk ke dalam ruangan
dengan sedikit paksaan
Diruang UKS, Kei memberikan handuk kecil dan teh hangat untuk Fumiko
“kenapa kamu ada disana?” tanya Kei
“daijoubu” jawab Fumiko singkat
“jika ada masalah ceritakan saja denganku” tawar Kei
“aku ..aku..kangen dengan Okasan”
Kei pun tersenyum kecil dan mengacak-acak rambut Fumiko yang masih basah
itu “dasar bodoh” bisiknya seperti berbicara dengan anak kecil
“ino-san”peluk Fumiko
“sudah selesai” senyum Kei yang sudah mengeringkan rambut Fumiko
“sekarang gantian aku” senyum Fumiko mengambil alat pengering rambut dari
tangan Kei lalu menarik Kei duduk disampingnya dan dia berdiri untuk
mengeringkan rambut Kei
“kadang Ino-san terlihat seperti wanita ya” canda Fumiko yang sedang
mengeringkan rambut kei
“Uso! Aku itu laki-laki!” seru Kei
“gomen, Ino-san jangan marah, aku hanya canda”
Kei pun tertawa kecil “ aku juga hanya canda, banyak yang berkata seperti
begitu dan aku sudah biasa dengan kata-kata itu” jelas Kei
“eh?”
“tidak perlu merasa heran, Yabu-san, Arioka-san, Yaotome-san to Takakii-san
mereka suka meledekku dari kecil jadi aku sudah biasa” jelas Kei yang
menyebut-nyebutkan nama temen-temennya yang sebenarnya tidak dikenal sama
Fumiko sama sekali
“siapa mereka?” batin Fumiko “ou wakata, Kei-chan” panggilan yang sedikit
meledek tiba-tiba keluar dari mulut Fumiko tanpa pikir panjang
“Kei-chan?” gumam Kei
“eh, gomen, gomen, aku tidak sengaja...”
“aku suka kamu memanggil ku begitu” sela Kei
“Hountou?”tanya Fumiko
“un, coba kamu panggil sekali lagi” pinta Kei
Fumiko yang tidak mengerti hanya menurut saja “Kei-chan”
“ah! Arigatou Fumiko-chan” senyum Kei
Fumiko pun mengeluarkan muka baka nya dan terus-terusan menatap Kei yang
sedikit sarap pikirnya
***
“Nanako-chan yuk jalan-jalan” bisik Kei ke Nanako
“mau kemana?” bisik Nanako balik
“hm,, Nanako mau kemana?” tanya Kei
“Nanako mau ke.. Kebun binatang” ucapnya setelah berpikir lama
“hai, jika Nanako-chan mengajak nee-chan ikut barang kita, nii-chan bawa
Nanako ke Kebun Binatang”
“hountouni?” tanya Nanako polos
“un, Hountouni” angguk Kei
Nanako pun berjalan menghampiri Fumiko yang sedang sibuk didapur. Terlihat
dia sedang berbisik-bisik dengan Fumiko, tidak lama kemudian Fumiko melirik
kearah Kei yang duduk diruang tamu. Dia tersenyum kecil sambil bisik-bisik ke
Nanako. Setelah itu Nanako kembali ke ruang tamu mencari Kei
“bagaimana?” tanya Kei
“Nee-chan mau ikut”
“hountou?” tanya Kei mengambil segelas teh yang bekas dia minum tadi
“un” angguk Fumiko
“Nanako-chan bilang apa ke Nee-chan sampai dia mau ikut?” tanya Kei sambil
minum
“nanako bilang Nii-chan mau berkencan dengan Nee-chan dikebun binatang”
gumam Nanako polos
Mendengar kata-kata itu Kei hampir saja memuncretkan teh yang baru ia minum
“ehek..ehek..Nanako-chan!” serunya
“Nanako hanya bercanda” nyengir Nanako yang tidak dapat menahan kekonyolan
Kei
“Nanako-chan!” Kei pun mengelitiki Nanako
“sudah-sudah, Yuk berangkat” ajak Fumiko yang selesai menyiapkan bekal
untuk nanti yang sebenarnya tadi sudah disiapin untuk makan siang
“Hai” jawab Kei dan Nanako berbarengan
***
”wah! Kawaii! Itu mirip dengan nii-chan” tunjuk Nanako keseekor monkey
”wah! Kawaii! Itu mirip dengan nii-chan” tunjuk Nanako keseekor monkey
“Urusai! Itu mirip dengan Nanako-chan” tunjuk Kei ke seekor Koala
“kalian itu ada-ada saja” senyum Fumiko
Kei dan Nanako saling menatap lalu menunjuk keekor anak gajah “Itu mirip
dengan nee-chan” ucap Mereka dengan Kompak lalu mereka mulai tertawa
terbahak-bahak
“Kei-chan baka! Masa mengajarkan anak kecil yang tidak bnar?” tanya Fumiko
“iie, bwee” ejek Kei
Day by Day, senyumam Fumiko pun semakin banyak, hari-hari kembali berwarna.
“arigatou Kei-chan, karnamu aku dapat melupakan kepedihan yang sedang
menindihku” begitulah kata-kata terakhir yang Fumiko tulis dibuku Diary nya
malam ini. Bisa dibilang buku diarynya setiap hari menceritakan Kei. Fumiko
menutup Buku diary nya pergi tidur. Melihat Nanako yang tertidur pulas tanpa
mimpi buruk lagi. Hati Fumiko tentu lebih tenang.
***
Day By Day Kei dan Nanako makin akrab begitu pula Fumiko
“suki desuka?” gumam Kei yang sedang dipangku Nanako dan sepertinya mereka
sedang sibuk ngobrol
“un, Nii-chan suki Nee-chan desuka?” tanya Nanako
“ano..Nii-chan mengangap kalian sebagai keluarga nii-chan, jadi..Nii-chan
tentu sayang Nee-chan dan Nanako-chan” jelas Kei
“hountou?”
“un..un.. Nanako-chan ne? Suki nii-chan desuka?”
“un, suki nii-chan” peluk Nanako “apalgi jika nee-chan sudah pacaran dengan
nii-chan”
“ha?pacaran? tto..Nanako-chan, maksud nii-chan, sekeluarga itu bukan
Nii-chan akan pacaran dengan Nee-chan” jelas Kei
“doshite yo?”
“anoo..karna nii-chan menyukai seseorang tetepi orang itu bukan Nee-chan”
jelas Kei yang membuat harapan Nanako hancur berkeping-keping begitu juga
dengan Fumiko yang tidak sengaja mendengarnya
Secangkir teh terjatuh dari tangan Fumiko, air mata pun bercucuran
buru-buru ia berlari keluar
“Fumiko-chan, fumiko-chan” panggil Kei panik “Nanako-chan kamu tunggu
dirumah ya” perintah Kei
Kei berlari keluar mencari Fumiko
“Doshite? Doshite? Kenapa hatiku begitu sakit ketika mendengarnya?” batin
Fumiko yang bersembunyi dibelakang pohon-pohon taman
“doshite? Doshite? Kenapa hatiku begitu sakit ketika melihatnya begitu?”
batin Kei yang sedang mencari Fumiko “Fumiko-chan, Fumiko-chan, dimana kamu?”
teriaknya
“gelang tangan ini? Hadia ulang tahun yang ku berikan kepada Fumiko-chan? Gumam
Kei menumakan sebuah kalung didepannya “Fumiko-chan” Kei pun lanjut berlari mencari Fumiko
“Fumiko-chan?” panggil Kei yang melihat sosok Fumiko dibelakang pohon. Kei
pun mendekatinya “Fumiko-chan? doshite?” tanyanya bingung
“iie , biarkan aku berdiam diri disini” gumam Fumiko menundukkan kepalanya
“tidak! Aku tidak akan biarkanmu! Disini, kenapa denganmu hari ini?” tanya
Kei khawatir
“daijoubu desu” jawab Fumiko singkat
“Fumiko-chan, aku tau kamu sedang berbohong, tatapanmu sudah memberitahuku”
gumam Kei yang memegang kedua lengan Fumiko
“sudah ku katakan aku tidak kenapa-napa! Tinggalkan aku sendiri sekarang!”
seru Fumiko membalikan badannya
Kei pun menghampiri Fumiko dan menunjukan gelang yang dia temukan ditengah
jalan itu “kore.. hadia dariku, kamu membuangnya?” tanya Kei
Fumiko pun mengambil gelang itu
“kamu cemburu?” tanya Kei dan Fumiko hanya terdiam
“kamu mendengar semua pembicaraan ku dengan Nanako-chan?” tanya Kei
berlanjut
Fumiko tidak menjawab dia melangkah beberapa ke depan untuk menjaga jarak
dengan Kei
“katakan padaku jika kamu cemburu!” seru Kei menekan tangan Fumiko
Fumiko pun melepas tangan Kei untuk kedua kaliannya “ya! Aku cemburu!!
Sangat cemburu! Puas kamu?” tanya Fumiko berkaca-kaca “aku sakit mendengar
kata-kata itu! Hatiku.. sakit mendengarnya.., mengerti?!”
Kei pun tersenyum “sebenarnya aku..”
“urusai!! Aku tidak mau mendengarnya!” seru Fumiko memotong pembicaraan Kei
dan membuang gelang yang ada ditangannya dan dia pun berlari pergi
Hari sudah gelap,Kei masih sibuk mencari gelang itu di semak-semak taman.
“Fumiko-chan kenapa tidak mendengarkanku selesai berbicara?” batin Kei yang
masih sibuk mencari. “sebenarnya aku menyukaimu, sangat” gumam Kei yang
mengingat kejadian-kejadian bersama Fumiko.
***
“Fumiko-chan” panggil Kei
Fumiko yang sedang menyusun barang di Super Market pun berjalan ke tempat
lain untuk menyusun barang
“Fumiko-chan,” panggil Kei sekali lagi tetapi Fumiko tidak mau
memedulikannya “aishiteru!” lanjutnya membuat Fumiko berhenti menyusun
barang-barang pelan-pelan dia menghadap ke Kei
“aishiteru!” peluk Kei
“hountou?” tanya Fumiko pelan dengan tatapan kosong
“un, aku serius, sangat serius” senyum Kei
“demo.., orang itu? Yang Kei-chan bilang ke Nanako-chan?”
“itu adalah masa lalu.. tetapi dia sudah meninggalkanku sejak kecil,
awalnya aku masih menyukainya tetapi sejak kemunculan Fumiko, aku merasakan
sesuatu yang berubah dan aku baru sadar..aku benar-benar bodoh” gumam Kei
“gomen ne” gumamnya lanjut ketika Fumiko tidak bereaksi sedikitpun tetapi
akhirnya Fumiko pun tersenyum
*End~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar